Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali meningkat pada Rabu (26/8/2026) sore. Dalam waktu kurang dari dua jam, gunung api tersebut tercatat mengalami dua kali erupsi.
Erupsi kedua memiliki kolom abu tiga kali lebih tinggi dibandingkan erupsi pertama. Kondisi ini membuat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus mendapat pemantauan intensif dari petugas.
Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 13.43 WIB.
Advertisement
Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 100 meter di atas puncak atau sekitar 257 meter di atas permukaan laut.
"Erupsi terjadi dua kali pada sore hari. Pada pukul 13.43 WIB kolom abu sekitar 100 meter, kemudian pukul 15.31 WIB kembali erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak," kata Andi, Rabu (26/8/2026).
Erupsi kedua terjadi pada pukul 15.31 WIB. Kolom abu yang terlontar mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut.
Kedua erupsi tersebut teramati dengan kolom abu berwarna kelabu dan berintensitas tebal yang bergerak ke arah barat daya.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga terekam jelas melalui seismograf.
Erupsi pukul 13.43 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 54 milimeter dengan durasi 33 detik. Sementara erupsi pukul 15.31 WIB memiliki amplitudo maksimum 53 milimeter dan berlangsung selama 26 detik.
Andi menjelaskan, rekaman seismograf menjadi salah satu parameter penting dalam memantau karakter setiap erupsi.
"Setiap erupsi kami pantau dan dicatat parameternya, termasuk tinggi kolom abu, arah sebaran, amplitudo dan durasi gempa," jelasnya.
Berdasarkan laporan kegempaan pada periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, tercatat 13 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 47-56 milimeter dan durasi 20-173 detik.
Selain itu, tercatat satu kali gempa hembusan dengan amplitudo maksimum 26 milimeter dan durasi 19 detik.
Petugas juga merekam satu kali tremor menerus dengan amplitudo 4-60 milimeter dan amplitudo dominan 20 milimeter.
"Kegempaan masih menunjukkan aktivitas gunung yang perlu terus dipantau. Kami tidak hanya melihat letusannya, tetapi juga seluruh rekaman kegempaan," kata Andi.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau sempat terlihat jelas sebelum kemudian tertutup kabut 0-III. Asap kawah utama teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal.
Ketinggian asap dan kolom abu selama periode pengamatan berada pada kisaran 50-300 meter dari puncak.
Â
Cuaca Sekitar Gunung
Cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah hingga sedang yang bergerak ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 29,3-32 derajat Celsius dengan kelembapan 57-77 persen.
Sementara itu, kondisi ombak laut di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau tenang.
Meski demikian, kondisi laut tersebut bukan berarti kawasan gunung api aman untuk didekati.
Andi mengingatkan masyarakat, wisatawan, maupun pengunjung untuk tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.
"Jangan mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Keselamatan harus menjadi prioritas," tandasnya.
Petugas akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui pengamatan visual dan rekaman kegempaan.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333370/original/097787000_1787747833-1001601731.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331404/original/015048600_1787541909-1787540064049_copy_2060x1374.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330642/original/001976500_1787396273-1001587816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330542/original/014762800_1787387152-1001587517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325696/original/086003900_1786919943-1001562840.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325240/original/040237400_1786848617-GAK_okkk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317009/original/050009300_1785999385-1001529597.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314985/original/039611900_1785820316-1001521034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307739/original/090307800_1785065574-1001499854.jpg)