9 Barang Dapur yang Sering Salah Disimpan, Hindari Picu Kerusakan Cepat

Banyak barang dapur yang sering salah disimpan, menyebabkan penurunan kualitas dan pemborosan. Pahami cara tepat menyimpan tomat, kentang, madu, hingga kopi.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 09:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak rumah tangga seringkali tidak menyadari bahwa sejumlah Barang Dapur yang Sering Salah Disimpan dapat berdampak signifikan pada kualitas dan kesegaran bahan makanan. Kebiasaan penyimpanan yang keliru ini tidak hanya berujung pada pemborosan, tetapi juga berpotensi mengurangi nilai gizi serta cita rasa masakan yang diolah.

Paparan terhadap suhu yang tidak sesuai, tingkat kelembapan berlebih, atau cahaya langsung merupakan faktor utama yang mempercepat proses pembusukan. Kondisi ini juga dapat memicu hilangnya kandungan nutrisi esensial, bahkan menimbulkan risiko kesehatan jika bahan makanan terkontaminasi atau basi.

Untuk membantu menjaga kualitas bahan makanan di rumah, penting untuk memahami metode penyimpanan yang tepat. Panduan ini akan mengulas tujuh jenis barang dapur umum yang seringkali keliru dalam penyimpanannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jum'at (14/8/2026).

1. Cara Tepat Menyimpan Tomat

Tomat, yang sering dianggap sebagai sayuran padahal buah, kerap disimpan di dalam kulkas. Kebiasaan ini justru dapat merusak tekstur dan menghentikan proses pematangan alami buah tersebut.

Suhu dingin lemari es membuat tomat kehilangan rasa dan tekstur segarnya. Mengingat tomat berasal dari iklim hangat, suhu rendah dapat mengubah struktur kimianya, menjadikannya lembek dan hambar.

Untuk menjaga kesegaran tomat, terutama yang belum matang, sebaiknya simpan pada suhu ruang dengan sirkulasi udara yang baik. Jika tomat sudah matang, bisa disimpan di kulkas maksimal dua hari, namun disarankan untuk dikonsumsi dalam 2-3 hari guna mendapatkan rasa dan tekstur terbaik. Penggunaan kantong kertas juga dapat membantu menjaga sirkulasi udara dan mencegah tomat cepat lembek atau busuk.

2. Menjaga Kualitas Kentang dengan Penyimpanan Ideal

Banyak yang keliru menyimpan kentang di dalam kulkas atau di tempat yang terpapar cahaya langsung, padahal praktik ini dapat mempercepat penurunan kualitas serta memengaruhi rasa dan teksturnya. Suhu dingin kulkas menyebabkan pati kentang berubah menjadi gula sehingga menghasilkan rasa manis yang tidak diinginkan.

Selain itu, paparan cahaya langsung pada kentang dapat menurunkan kualitasnya dan menyebabkan perubahan warna. Menyimpan kentang berdekatan dengan buah-buahan penghasil gas etilen, seperti apel atau pisang, juga dapat mempercepat pertunasan kentang.

Kentang sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Penting juga untuk tidak mencuci kentang sebelum disimpan karena kelembapan dapat mempercepat kerusakan. Simpan kentang dalam wadah atau keranjang yang memungkinkan udara tetap mengalir.

3. Mencegah Bawang Putih Cepat Bertunas

Bawang putih sering kali disimpan di dalam kulkas, dicuci sebelum disimpan, atau diletakkan berdekatan dengan kentang. Kebiasaan-kebiasaan ini justru dapat mempercepat pertumbuhan tunas dan proses pembusukan.

Suhu dingin dan lembap di kulkas dapat memicu perubahan pada bawang putih, sedangkan mencuci bawang sebelum disimpan membuat permukaannya lebih lembap. Bawang putih juga sebaiknya tidak disimpan terlalu dekat dengan bahan makanan yang dapat meningkatkan kelembapan di sekitarnya.

Bawang putih utuh sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, serta jauh dari sinar matahari langsung. Kulit luar bawang berfungsi sebagai pelindung alami sehingga sebaiknya dibiarkan hingga akan digunakan. Jika bawang putih sudah dikupas atau dicincang, simpan dalam wadah tertutup di kulkas atau bekukan untuk penyimpanan lebih lama.

4. Tips Penyimpanan Madu Agar Tidak Cepat Mengkristal

Madu sering kali disimpan di dalam kulkas atau wadah yang kurang sesuai, padahal kondisi tersebut dapat mempercepat proses kristalisasi dan memengaruhi teksturnya. Suhu dingin membuat madu lebih cepat mengkristal sehingga teksturnya menjadi lebih padat.

Paparan panas, udara, dan sinar matahari langsung juga dapat memengaruhi kualitas madu. Karena itu, tempat penyimpanan perlu diperhatikan agar madu tetap memiliki tekstur dan rasa yang baik.

Madu sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat, seperti wadah kaca atau plastik food grade, di tempat yang sejuk dan kering serta terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan wadah dan sendok yang digunakan selalu dalam kondisi kering untuk mencegah masuknya air yang dapat memengaruhi kualitas madu.

5. Menjaga Kualitas Minyak Zaitun dari Oksidasi

Minyak zaitun kerap disimpan di tempat yang terpapar cahaya atau suhu hangat, misalnya di dekat kompor atau dalam botol transparan. Kondisi ini dapat mempercepat oksidasi sehingga minyak kehilangan kualitas dan lebih cepat mengalami perubahan aroma serta rasa.

Paparan cahaya, terutama sinar matahari langsung, dan suhu hangat dapat mempercepat proses oksidasi pada minyak zaitun. Kondisi tersebut juga dapat mengurangi senyawa yang berkontribusi terhadap karakter dan kualitas minyak.

Minyak zaitun sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap, seperti di dalam lemari dapur yang tertutup. Penggunaan botol berwarna gelap juga dapat membantu melindungi minyak dari cahaya. Pastikan wadah selalu tertutup rapat setelah digunakan untuk mengurangi paparan udara.

6. Penyimpanan Roti Agar Tetap Lembut dan Segar

Roti sering kali disimpan di dalam kulkas atau dibiarkan terbuka setelah kemasannya dibuka, padahal kebiasaan ini dapat membuat roti cepat keras dan berjamur. Menyimpan roti di kulkas dapat mempercepat perubahan tekstur sehingga roti terasa lebih kering dan keras.

Membiarkan roti dalam plastik kemasan yang sudah dibuka tanpa ditutup rapat juga memungkinkan udara masuk. Kondisi tersebut membuat roti lebih cepat kehilangan kelembapan dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.

Roti sebaiknya disimpan pada suhu ruang, di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung. Setelah kemasan dibuka, tutup kembali dengan rapat atau simpan dalam wadah tertutup. Untuk penyimpanan jangka panjang, roti dapat dibekukan di dalam freezer agar lebih awet dan dapat digunakan kembali sesuai kebutuhan.

7. Menjaga Aroma dan Cita Rasa Kopi yang Optimal

Kopi sering kali disimpan di dalam kulkas, di wadah transparan, atau dibiarkan terpapar udara setelah dibuka. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi aroma dan cita rasa kopi karena kopi mudah terpengaruh oleh udara, kelembapan, panas, dan cahaya.

Kelembapan di dalam kulkas juga dapat membuat kopi menyerap aroma dari bahan makanan lain. Sementara itu, paparan udara dalam waktu lama dapat mempercepat oksidasi sehingga aroma dan cita rasa kopi perlahan memudar.

Kopi sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara dan tidak tembus cahaya, seperti toples keramik atau kaleng khusus kopi. Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap, jauh dari sumber panas seperti oven atau kompor. Jika memungkinkan, simpan kopi dalam bentuk biji dan giling sesaat sebelum diseduh untuk menjaga aroma dan rasanya.

8. Menjaga Kualitas Tepung agar Tidak Mudah Berkutu

Tepung sering kali dibiarkan dalam kemasan aslinya setelah dibuka. Padahal, kemasan yang sudah terbuka membuat tepung lebih mudah terpapar udara, kelembapan, dan serangga kecil yang dapat mengganggu kualitasnya.

Kelembapan juga dapat membuat tepung menggumpal dan lebih cepat mengalami perubahan aroma. Tepung yang disimpan terlalu dekat dengan kompor, wastafel, atau area yang sering terkena uap juga lebih berisiko menyerap kelembapan.

Setelah kemasan dibuka, pindahkan tepung ke wadah kedap udara yang bersih dan kering. Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung. Jika memiliki beberapa jenis tepung, gunakan label agar lebih mudah mengetahui jenis dan masa penyimpanannya.

 

9. Menjaga Kesegaran Bawang Bombay

Bawang bombay utuh sering disimpan di dalam kulkas karena dianggap dapat membuatnya lebih awet. Namun, kondisi yang terlalu lembap dapat membuat bawang lebih cepat lembek, terutama jika disimpan dalam kantong atau wadah yang tidak memiliki sirkulasi udara.

Bawang bombay juga sebaiknya tidak disimpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau berdekatan dengan sumber panas. Kondisi tersebut dapat mempercepat perubahan tekstur dan membuat bawang lebih cepat kehilangan kesegarannya.

Bawang bombay utuh sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Setelah dipotong, simpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas dan gunakan dalam beberapa hari agar kualitas serta aromanya tetap terjaga.

Pertanyaan Seputar Barang Dapur yang Sering Salah Disimpan

Q: Bagaimana cara menyimpan telur agar awet?

A: Telur sebaiknya disimpan di kulkas pada suhu 4°C atau kurang, di rak bagian dalam yang suhunya lebih stabil, dan tetap dalam karton aslinya untuk menjaga kelembapan serta melindungi dari aroma makanan lain.

Q: Bagaimana cara menyimpan alpukat yang sudah dipotong?

A: Alpukat yang sudah dipotong dapat disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas. Menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis pada permukaannya juga dapat menghambat oksidasi.

Q: Apakah bumbu dapur harus disimpan di kulkas?

A: Bumbu dapur kering sebaiknya disimpan di tempat kering, gelap, dan kedap udara, jauh dari sinar matahari dan sumber panas. Sementara itu, bumbu basah atau pasta bumbu tertentu dapat disimpan di kulkas.

Q: Berapa lama roti bisa bertahan di suhu ruangan?

A: Roti umumnya bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari pada suhu ruangan setelah kemasan dibuka, asalkan disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung.

Q: Mengapa kopi tidak boleh disimpan di kulkas?

A: Kopi tidak boleh disimpan di kulkas karena kelembapan tinggi di dalamnya dapat menyebabkan kopi menyerap bau dari makanan lain dan kehilangan rasa aslinya. Suhu kulkas yang tidak stabil juga mempercepat kerusakan kopi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6