Sadar Jabatan Ada Batasnya, Luhut Bocorkan Rencana Setelah 2029

Luhut membocorkan rencana jika dia sudah tidak di pemerintahan.

Diterbitkan 28 September 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dirinya tidak ingin selamanya berada di lingkaran pemerintahan. Ia membuka peluang untuk terus berkontribusi di luar jalur birokrasi setelah masa tugasnya usai.

Luhut menyadari bahwa jabatan dan kekuasaan memiliki batas waktu. Oleh karena itu, proses regenerasi harus terus berjalan agar generasi muda memperoleh ruang untuk memegang tampuk kepemimpinan.

"Di bawah langit ini kan semua ada waktunya. Tidak akan selamanya kita berkuasa. Tidak akan selamanya kita jadi komandan," ujar Luhut dalam perayaan 25 tahun Yayasan Del di Sopo Del Tower, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Meski kelak tak lagi menjabat di pemerintahan, Luhut menekankan niatnya untuk tetap memberi manfaat. Pengalaman panjang selama puluhan tahun ingin ia dedikasikan untuk mendidik dan membangun generasi penerus.

"Saya pikir saya masih bisa berbuat banyak yang lain di luar pemerintahan," tutur Luhut.

Luhut juga berpesan kepada para pemuda yang bekerja bersamanya agar terus mengasah karakter. Menurutnya, kombinasi pengalaman dan karakter kuat merupakan modal utama untuk menjadi pemimpin masa depan.

"Saya kan dengan pengalaman saya sekian puluh tahun. Anda punya karakter yang bisa jadi pemimpin. You can be ini, can be ini, can be macam-macam. Mungkin menteri, mungkin ini,” kata Luhut.

Rencana Setelah 2029

Lebih lanjut, Luhut membeberkan rencananya usai 2029. Ia berniat mengalihkan fokus dari urusan pemerintahan ke bidang genome sequencing, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pertanian, riset, hingga pendidikan.

Luhut sadar diri akan batas kemampuan dan usianya dalam mengemban tugas negara, sehingga ia ingin mencurahkan perhatian pada sektor-sektor strategis tersebut setelah purna tugas.

"Saya menyelesaikan term saya ini. Kalau Tuhan memberi (kesempatan), saya mau fokus ngurusin genome sequencing, AI, ngurus-ngurus pertanian itu di Toba, ungkapnya.

Proyek pengembangan genome sequencing sendiri kini telah melibatkan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Bidang riset dan pendidikan pun menjadi prioritas utama yang ingin ia kembangkan selepas dari pemerintahan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6