Kronologi Hilangnya 3 Jemaah Haji Indonesia di Arab Saudi, Proses Pencarian Belum Buahkan Hasil

Ketiga jemaah haji Indonesia yang hilang bernama Nurimah Mentajim dari Kloter PLM 19, Sukardi bin Jakim dari Kloter SUB 79, dan Hasbullah dari Kloter BDJ 07.

Diterbitkan 23 Juni 2025, 15:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabid Pelindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Harun Arrasyid menyatakan bahwa tiga jemaah haji Indonesia hilang di Arab Saudi. Ketiganya adalah Nurimah Mentajim (80) dari Kloter PLM 19 (Palembang), Sukardi bin Jakim (67) dari Kloter SUB 79 (Surabaya), dan terakhir Hasbullah (73) dari Kloter BDJ 07 (Banda Aceh).

Harun menyatakan ketiga jemaah haji lansia itu diketahui memiliki riwayat demensia. Kemungkinan akibat penyakitnya, ketiganya tak tahu jalan pulang ke hotelnya masing-masing. Kronologi hilangnya ketiga jemaah haji tersebut hampir mirip.

Nurimah yang menginap di Hotel 614 di Al Farabi terlepas dari rombongan saat baru tiga hari sampai di Makkah, yakni pada 28 Mei 2025. Ia hilang dari pantauan saat mengunjungi Masjidil Haram.

Sementara, Sukardi bin Jakim hilang dari pantauan saat berada di Hotel 813, tempatnya menginap. Sukardi terakhir kali terlihat berada di Hotel Tala’ea Al-Khair, Makkah, saat hilang pada 29 Mei 2025. 

"Yang melaporkan ke kami dari pihak kloter dan pembimbing ibadahnya bahwa Pak Sukardi terpisah dari rombongan atau belum kembali ke kloternya," kata Harun dalam jumpa pers di Makkah, Minggu, 22 Juni 2025.

Kasus jemaah haji hilang ketiga menimpa Hasbullah. Keluarganya, yakni putrinya, melaporkan bahwa ia meninggalkan hotel pada Selasa dinihari, 17 Juni 2025, pukul 03.00 WAS. Ia keluar kamar dan sempat diantarkan seseorang ke lobi hotel karena Hasbullah tidak ingat nomor kamarnya. Begitu dicari, ia tak ada lagi di lobi hotel.

 

Upaya Pencarian Jemaah Haji yang Hilang

Proses pencarian dilakukan PPIH Arab Saudi dengan membentuk dua tim pencarian, yakni Tim A dan Tim B. Koordinasi juga digencarkan dengan berbagai pihak, seperti syarikah, Konjen RI, dan Konsul Haji (Kantor Urusan Haji) di Jeddah.

Tak ketinggalan, proses pencarian juga melibatkan petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah untuk menyisir setiap rumah sakit yang ada di Makkah serta Jeddah.

"Tadi pagi, kami sama-sama menuju Muaisyim atau Tsalajah Muaisyim, kami juga lihat di sana dan kami laporkan dengan membawa data-data jemaah tersebut. Namun, belum kita temukan titik terang yang kita harapkan," kata Harun lagi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak syarikah sudah melaporkan kasus jemaah hilang ke kepolisian Makkah. Di sisi lain, penyisiran terus dilakukan dengan mendatangi setiap hotel yang sudah ditinggalkan jemaah haji Indonesia, baik karena harus pulang ke Tanah Air maupun harus berpindah ke Madinah. "Namun sampai detik ini, kami belum menemukan titik terang," imbuhnya.

Tenggat Waktu Pencarian Jemaah yang Hilang

Harun menyatakan proses pencarian terus dilakukan hingga operasional penyelenggaraan haji oleh PPIH Arab Saudi berakhir pada 12 Juli 2025. Kalau pun belum ditemukan nanti, proses pencarian jemaah haji hilang akan dilanjutkan oleh Konsul Haji maupun KJRI di Jeddah.

"Kami mohon doa restu kepada masyarakat Indonesia maupun kepada seluruh jemaah yang ada di Tanah Suci ini, semoga dalam waktu dekat, Bapak Hasbullah, Bapak Sukardi, dan Ibu Nurimah dapat kita temukan," kata Harun.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sekaligus Ketua Amirul Hajj menyatakan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia sudah menunaikan ibadah haji. "Tidak ada satu orang pun yang tidak melaksanakan ibadah haji," katanya ditemui seusai menggelar rapat evaluasi di Kantor Urusan Haji, Jeddah, Arab Saudi, Senin, 16 Juni 2025.

Itu termasuk dua jemaah haji lansia yang hilang dan masih dicari hingga saat ini. "Tapi, itu sudah dibadalkan," sambungnya. Dua jemaah haji itu hilang sebelum penyelenggaraan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6