Kemenhut: Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Transformasi Kehutanan

Menurut Indra, SMK Kehutanan dan perguruan tinggi seperti UWG memiliki peran strategis dalam melahirkan tenaga teknis dan profesional yang siap bekerja di lapangan.

Diperbarui 21 Juni 2025, 16:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Generasi muda motor transformasi sektor kehutanan Indonesia Emas 2045.
  • SMK Kehutanan garda terdepan transformasi sektor kehutanan Indonesia.
  • Pendidikan kehutanan berorientasi kebutuhan masa depan dan inklusif.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan Indra Exploitasia Semiawan menyatakan, generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak transformasi sektor kehutanan menuju Indonesia Emas 2045.

Indra menyampaikan perwujudan Asta Cita dalam Program Kehutanan 2025. Asta Cita ke-4 adalah Memperkuat Pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, Pendidikan, Kesehatan, prestasi olahraga, Kesehatan gender, serta penguatan peran Perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

Asta Cita tersebut diwujudkan dengan menyiapkan SDM kehutanan yang siap kerja dan terserap di sektor usaha kehutanan, serta menjadikan SMK Kehutanan sebagai pusat unggulan. “Generasi muda, terutama melalui SMK Kehutanan, merupakan garda terdepan transformasi sektor kehutanan,” ujarnya dikutip Sabtu (21/6/2025).

Indra menambahkan bahwa Asta Cita juga diwujudkan dengan penyediaan kawasan hutan untuk cadangan pangan, energi dan air; Meningkatkan produktivitas Perhutanan Sosial untuk mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG); Menjaga hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia & berkomitmen dalam mempercepat proses perdagangan karbon secara sukarela atau volunteer.

 

SMK Kehutanan Punya Peran Strategis

Ia mengapresiasi peran pendidikan kehutanan dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menurutnya, SMK Kehutanan dan perguruan tinggi seperti UWG memiliki peran strategis dalam melahirkan tenaga teknis dan profesional yang siap bekerja di lapangan.

“Pendidikan kehutanan harus berorientasi pada kebutuhan masa depan, termasuk penguasaan teknologi dan pemahaman tentang tata kelola hutan yang inklusif,” tambahnya.

Acara ini digelar dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Universitas Widyagama (IKAWIGA) VI di Kampus II Universitas Widya Gama (UWG) Malang. Munas juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring alumni dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Rektor UWG, Anwar menyatakan bahwa universitas siap mendukung Kemenhut melalui penelitian dan pengembangan SDM di bidang kehutanan.

“Kami bangga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pengelolaan hutan yang lestari,” katanya.

Moh Supriyadi, Ketua IKAWIGA dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Kemenhut dan berharap akan ada tindak lanjut dalam bentuk program dan kegiatan.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6