Esensi Tenniscore yang Ciptakan Keanggunan Gaya Sehari-Hari dari Lapangan Tenis

Tenniscore adalah tren mode yang memadukan gaya preppy dan atletik dengan kemewahan tenang, membawa kecanggihan tenis ke gaya sehari-hari melalui pakaian dan ak

Diterbitkan 25 Agustus 2026, 20:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Estetika tenniscore kini menjadi sorotan utama dalam dunia mode, memadukan gaya preppy yang rapi dengan nuansa atletik yang energik. Tren ini secara apik menggabungkan keanggunan khas country club dengan fungsionalitas pakaian olahraga modern. Dicirikan oleh perpaduan pakaian olahraga yang ramping dengan sentuhan kemewahan yang tenang (quiet luxury), tenniscore menawarkan gaya yang halus namun santai, berakar pada warisan tenis dan diperkaya dengan gerakan mode kontemporer.

Lebih dari sekadar busana untuk bermain tenis, estetika ini bertujuan menyalurkan kecanggihan olahraga tersebut ke dalam gaya berbusana sehari-hari. Ini membawa kesan kemewahan yang mudah diakses dan diaplikasikan, di mana detail-detail halus serta kualitas pengerjaan berbicara lebih lantang daripada sekadar logo merek.

Popularitas tenniscore semakin meroket berkat pengaruh budaya pop. Film-film seperti Challengers yang dibintangi Zendaya, kolaborasi dengan selebriti, hingga gaya di pinggir lapangan turnamen Grand Slam, semuanya berkontribusi menjaga tren ini tetap terlihat dan aspiratif. Selain itu, platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Pinterest menjadi wadah bagi para influencer dan penggemar mode untuk memamerkan interpretasi mereka terhadap gaya ini, terbukti dengan jutaan tampilan pada tagar #tenniscore di TikTok.

Elemen Kunci Gaya Tenniscore yang Ikonik

Estetika tenniscore berpusat pada siluet ikonik dan palet warna klasik yang bersih, menjadikannya mudah dikenali dan diterapkan. Pakaian utama yang menjadi ciri khas meliputi rok lipit (pleated skirts) dan skorts yang menawarkan gerakan dan keanggunan, seringkali didominasi warna putih sebelum variasi warna lainnya. Kemeja polo (collared polo shirts) klasik juga merupakan elemen abadi, kerap menampilkan warna cerah, garis-garis preppy, dan nuansa Ivy League. Kemeja polo memiliki akar yang kuat dalam budaya tenis dan masyarakat kelas atas, membawa kecanggihan ke lapangan dan gaya athleisure ke dalam mode.

Selain itu, gaun tenis ringan menjadi bagian penting dari tampilan ini. Untuk cuaca lebih dingin, sweater rajut kabel (cable-knit) yang disampirkan di bahu memberikan keanggunan ala Wimbledon, sementara sweater kebesaran bergaya retro juga masuk dalam estetika ini. Celana pendek berpotongan lima inci direkomendasikan untuk meniru gaya bintang tenis, dengan celana pendek putih klasik menjaga tampilan tetap tajam. Celana track yang disesuaikan dengan potongan atletis yang ramping, garis samping, dan branding minimal juga cocok untuk pemanasan atau sentuhan atletis pada streetwear.

Palet warna tenniscore tetap bersih dan klasik, didominasi warna putih optik, krem, hijau kelly, dan biru navy. Warna putih melambangkan kemurnian dan rasa hormat terhadap permainan, sekaligus membantu menyamarkan noda keringat. Warna-warna cerah dan pastel juga dapat ditemukan. Bahan-bahan yang digunakan untuk menghidupkan estetika ini meliputi piqué, rajutan halus, dan nilon teknis, dengan kain yang menyerap kelembapan dan cepat kering menjadi esensial untuk kenyamanan.

Aksesori melengkapi tampilan tenniscore dengan sentuhan fungsional dan gaya. Sepatu kets putih bersih adalah aksesori penting, seringkali dipadukan dengan kaus kaki panjang kru bergaris yang menambahkan sentuhan warna pada pakaian monokrom. Visor dan ikat kepala tidak hanya praktis tetapi juga bergaya. Perhiasan dalam tenniscore bersifat halus namun penting, seperti kalung tenis, gelang tenis, dan anting-anting stud kecil. Untuk tas, pilihan yang tepat adalah tas jinjing dan tas mini yang terinspirasi tenis dengan warna netral.

Evolusi Tenniscore dari Warisan ke Tren Modern

Tenniscore bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah gerakan mode yang berakar pada warisan, kinerja, dan keanggunan abadi. Tren ini selaras dengan gerakan quiet luxury dan kode gaya old-money, di mana siluet bersih, kain halus, dan branding yang halus selaras sempurna dengan konsumen yang mencari kecanggihan yang bersahaja. Berbeda dengan athleisure yang berfokus pada kinerja dan kenyamanan, tenniscore lebih menekankan penyempurnaan dan warisan.

Sejarah mode tenis telah lama menjadi sumber inspirasi di luar lapangan. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, tenis adalah olahraga untuk kaum elit, dan pakaiannya mencerminkan standar formal dan elegan saat itu, dengan pakaian serba putih melambangkan kemurnian. Kemudian, pada tahun 1920-an dan 1930-an, pemain seperti Suzanne Lenglen merevolusi mode dengan memperkenalkan rok yang lebih pendek dan atasan tanpa lengan.

Perkembangan berlanjut pada tahun 1960-an dan 1970-an, ketika warna dan pola mulai muncul di lapangan, dengan bintang tenis seperti Billie Jean King dan John McEnroe dikenal karena pilihan pakaian mereka yang berani. Pada tahun 1980-an dan 1990-an, mode tenis mencapai keseimbangan antara gaya dan fungsionalitas, didorong oleh merek-merek besar seperti Nike, Adidas, dan Reebok yang mengembangkan lini pakaian tenis khusus.

Pengaruh Budaya Pop dan Pandangan Para Ahli

Pengaruh budaya pop dan media sosial telah mempercepat kebangkitan tenniscore. Selebriti seperti Zendaya, Bella Hadid, dan Hailey Bieber telah terlihat mengenakan rok tenis lipit, polo bersih, dan sepatu kets bergaya retro, semakin mempopulerkan estetika ini. Film Challengers juga turut mendorong visibilitas tren ini secara massal.

Bintang tenis muda Ben Shelton mengungkapkan apresiasinya terhadap tren ini. “Saya suka bagaimana perlengkapan tenis dapat menyatu dengan pakaian sehari-hari,” kata Ben Shelton. Ia menambahkan, “Sepatu kets yang bagus atau jaket bersih dapat digunakan dari latihan hingga nongkrong bersama teman-teman.” Shelton juga menyoroti perubahan positif dalam mode tenis, “Mode tenis jauh lebih menyenangkan sekarang. Ini bukan hanya tentang kinerja – ini tentang kepribadian. Anda melihat warna yang lebih cerah, desain yang lebih berani.”

Dennis Weiß, Manajer Produk Pakaian Tenis On, merekomendasikan celana pendek lima inci untuk meniru gaya bintang tenis seperti Shelton. Sementara itu, Noemie Voyer, Fashion Expertise Lead di Heuritech, menjelaskan bahwa tenniscore tetap relevan karena berada di persimpangan mode, budaya pop, dan gaya hidup. Menurut Voyer, tren ini menyeimbangkan penyempurnaan dengan aksesibilitas, menarik konsumen yang mencari kualitas, kecanggihan, dan gaya hidup berorientasi kesehatan.

Ragam Merek Pengusung Estetika Tenniscore

Banyak merek, mulai dari yang berakar pada olahraga hingga rumah mode mewah, telah merangkul estetika tenniscore. Merek warisan dan mewah seperti Lacoste mendefinisikan kode lapangan abadi melalui polo dan lapisan rajut. Gucci menempatkan tenis dalam sorotan global dengan Jannik Sinner sebagai duta merek, menawarkan koleksi yang terinspirasi tenis. 

Dior dan Miu Miu membawa polesan runway yang menyaring ke dalam editan sehari-hari, dengan Miu Miu memberikan sentuhan playful pada rok lipit klasik dan gaun tenis. Tory Sport (Tory Burch) memiliki pilihan terbaik untuk athleisure yang terinspirasi tahun 70-an, terus menafsirkan ulang rok lipit dan gaun midi bergaya vintage

Sporty & Rich menyalurkan gaya prep atletik retro, sementara Casablanca dikenal dengan kemeja polo khasnya yang terinspirasi tenis. Stella McCartney menawarkan koleksi yang terinspirasi tenis, dan Burberry menyediakan gaun tenis off-court serta jaket tenis dengan pola khas merek. Ralph Lauren juga telah memengaruhi tenniscore melalui kampanye dan tampilan preppy tahun 80-an dan 90-an.

Di kategori merek olahraga dan athleisure, Adidas bersandar pada detail olahraga arsip, sementara On membawa garis-garis teknis yang bersih dari lari ke lapangan. Lululemon dan Alo menawarkan set yang nyaman yang bergerak dari studio ke jalan. Nike, dengan rok skort-nya, adalah contoh item tenniscore. Merek ikonik seperti Fred Perry dan Sergio Tacchini, serta Fila Vintage, juga berakar kuat pada tenis. New Balance menawarkan sepatu kets yang terinspirasi dari sepatu lari klasik tahun 70-an.