6 Fakta Terkait Pesawat Saudi Airlines Bawa Ratusan Jemaah Haji Sempat Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu Medan

Pesawat Saudi Airlines harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa 17 Juni 2025 usai diduga sempat menerima ancaman bom saat tengah terbang membawa ratusan jemaah haji kembali ke tanah air.

Diterbitkan 19 Juni 2025, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pesawat Saudi Airlines diduga sempat menerima ancaman bom saat tengah terbang kembali ke tanah air. Akibatnya, pesawat tersebut harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa 17 Juni 2025.

Menanggapi kabar tersebut, Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengaku, langsung menjalankan prosedur kontingensi dalam penanganan ancaman keamanan dan keselamatan terhadap pesawat Saudia SV-5726.

"Pesawat tersebut berangkat dari Jeddah, Arab Saudi, dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang," ujar PGS. Corporate Secretary Group Head Anak Agung Ngurah Pranajaya, Selasa 17 Juni 2025.

Informasi diperoleh Liputan6.com, seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat. Mereka ditempatkan di ruang tunggu internasional terminal Bandara Kualanamu.

Kemudian, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Dirjenhub Kemenhub) mengatakan, bila ancaman bom pesawat Saudi Airlines yang mengangkut 442 jemaah haji asal Jakarta, diterima melalui email perusahaan maskapai.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan dari PT. Angkasa Pura Indonesia terkait adanya ancaman bom yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal melalui surat elektronik atau email pada pukul 07.30 WIB.

"Email tersebut berisikan ancaman orang yang tidak dikenal yang akan meledakkan pesawat milik Saudia Airlines SV 5276, dengan rute Jeddah – Jakarta atau Bandar Udara Soekarno Hatta," ujar Lukman dalam siaran resmi tertulisnya.

Dan pada Rabu 18 Juni 2025, sebanyak 442 jemaah haji Debarkasi Jakarta Kloter 12, penumpang Saudi Airlines SV-5276 sudah diberangkatkan dari Bandara Kualanamu ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Berikut sederet fakta terkait pesawat Saudi Airlines yang membawa jemaah haji kembali ke Tanah Air di Bandara Kualanamu Medan mendarat darurat usai ada ancaman bom dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Pesawat Mendarat Darurat dan Kondisi Penumpang Semua Aman

Pesawat Saudi Airlines diduga terima ancaman bom saat tengah terbang kembali ke tanah air. Akibatnya, pesawat tersebut harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu Medan, Selasa 17 Juni 2025.

Menanggapi kabar tersebut, Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengaku, langsung menjalankan prosedur kontingensi dalam penanganan ancaman keamanan dan keselamatan terhadap pesawat Saudia SV-5726.

"Pesawat tersebut berangkat dari Jeddah, Arab Saudi, dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang," ujar PGS Corporate Secretary Group Head, Anak Agung Ngurah Pranajaya.

Saat diketahui terdapat ancaman keamanan dan keselamatan, pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat.

“Seluruh bandara InJourney Airports siap menangani keadaan darurat keamanan atau emergency. Bandara terdekat saat Saudia SV-5726 melintas adalah Bandara Kualanamu," ujarnya.

Pesawat tersebut kemudian melakukan pendaratan di Bandara Kualanamu sekitar pukul 10.44 WIB, untuk menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan.

Di saat bersamaan, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC), terdiri dari unsur Komite Keamanan Bandar Udara (Airport Security Committee) untuk memastikan prosedur Airport Contingency Plan berjalan baik dan sesuai ketentuan.

"Fokus utama setiap saat adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh penumpang dan juga pengguna jasa bandara," ujar Anak Agung Ngurah Pranajaya.

Sementara, Asisten Deputy Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, M. Holik Muwardi mengungkapkan, bila pesawat tersebut mengangkut kepulangan jemaah haji asal Indonesia.

"Iya (jemaah haji), dari Bandara Soekarno Hatta," katanya.

Sementara itu, informasi diperoleh Liputan6.com, seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat. Mereka ditempatkan di ruang tunggu internasional terminal Bandara Kualanamu.

Meski seluruh penumpang dan awak sudah dievakuasi, namun saat ini pesawat masih terus dijaga. Tim Gegana Brimob Polda Sumut menjaga dan memantau pesawat dari jarak jauh. Sementara 3 unit mobil pemadam kebakaran tampak disiagakan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, Tim Penjinak Bom memeriksa secara rinci menggunakan alat detektor benda berbahaya di dalam pesawat Saudi Airlines dan bagian luar.

"Tim penjinak bom melakukan sterilisasi, screening," kata Ferry Walintukan.

 

2. Pemprov Sumut dan Kanwil Kemenag Jabar Turun Tangan

Pesawat Saudi Airlines yang mengangkut Kloter 12 JKS dengan total 422 Jemaah haji asal Depok sempat menerima ancaman bom. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok menegaskan bahwa seluruh Jemaah dalam kloter tersebut dalam kondisi aman.

Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, Enjat Mujiat, membenarkan bahwa pesawat yang mendapat ancaman tersebut membawa Jemaah haji asal Depok. Ia memastikan seluruh Jemaah dalam keadaan sehat dan selamat.

"Betul itu pesawat yang membawa Jemaah kloter 12 JKS Kota Depok. Dengan jumlah 422 jemaah," ujar Enjat saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa 17 Juni 2025.

Enjat menjelaskan, keberadaan Jemaah haji asal Depok telah dibawa ke sebuah hotel di Medan. Jemaah akan berada di hotel hingga esok hari untuk dipulangkan ke Depok.

"Saat ini Jemaah sedang didorong menuju hotel atau asrama haji Sumatera Utara untuk istirahat," ucap Enjat.

Rencananya Jemaah haji asal Depok akan dipulangkan esok hari menuju asrama haji Bekasi dan Pemerintah Daerah Kota Depok. Namun belum diketahui jam kepulangan Jemaah haji dari Medan menuju Depok.

"Jam nya belum ada info," kata Enjat.

Enjat menuturkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kanwil Kemenag Jawa Barat, telah turun langsung ke bandara menenangkan Jemaah. Pihaknya telah menyampaikan kondisi Jemaah haji kepada Pemerintah Kota Depok.

"Berita ini sudah saya sampaikan juga ke Bapak Wali Kota Depok," tutur Enjat.

Enjat tidak memungkiri, sejumlah Jemaah haji asal Depok sempat terkejut atas peristiwa adanya teror bom terhadap pesawat yang digunakan Jemaah. Namun demikian, pihaknya telah memberikan penjelasan terhadap Jemaah haji asal Depok.

"Alhamdulillah sehat semua," tutup Enjat.

 

3. Saudi Airlines yang Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu Dinyatakan Aman dari Ancaman Bom

Pesawat Saudi Airlines yang sempat mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), dari Jeddah tujuan Jakarta dinyatakan aman dari ancaman bom.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto. Kapolda menyampaikan hal tersebut setelah dilakukan deteksi secara mendalam oleh petugas gabungan.

Selanjutnya penumpang pesawat merupakan jemaah haji sekitar 442 dari Depok dan Bekasi, akan diberangkatkan ke Jakarta pada penerbangan Rabu, 18 Juni 2025 sekitar 08.00 WIB.

"Setelah mendapat laporan adanya ancaman bom pesawat haji, kami bersama dengan Pangdam I BB dan Danlanud serta intansi terkait langsung melakukan SOP yang ada," kata Kapolda didampingi Pangdam I BB Mayjen TNI Rio Firdianto, Danlanud Suwondo Kolonel Nav Benny Simanjuntak, Ka Otban Wilayah II Medan, Asri Santosa, saat memberikan keterangan pers di Bandara Kualanamu, Selasa 17 Juni 2025.

Diterangkannya, SOP pertama yang dilakukan adalah mengamankan para penumpang. Kemudian melakukan pengamanan pada pesawat.

"Nah, hasil sementara dari kegiatan pengecekan Jibom Brimob Polda Sumut, Kodam I BB dan Phaskas AU, dinyatakan pesawat saat ini aman. Tim keamanan terus melakukan pendalaman," terangnya.

Disebutkan Kapolda, terkait latar belakang dan kronologis kejadian, pihaknya masih mendalami. Karena juga masih dalam pendalaman informasi dari Jakarta dan Jeddah.

 

4. Ancaman Bom Dikirim Orang Tak Dikenal via Email

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan, bila ancaman bom pesawat Saudi Airlines yang mengangkut 442 jemaah haji asal Jakarta, diterima melalui email perusahaan maskapai.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan dari PT. Angkasa Pura Indonesia terkait adanya ancaman bom yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal melalui surat elektronik atau email pada pukul 07.30 WIB.

"Email tersebut berisikan ancaman orang yang tidak dikenal yang akan meledakkan pesawat milik Saudia Airlines SV 5276, dengan rute Jeddah – Jakarta atau Bandar Udara Soekarno Hatta," ujar Lukman dalam siaran resmi tertulisnya, Selasa 17 Juni 2025.

Pesawat tersebut membawa 442 jemaah Haji Kloter 12 JKS, dengan rincian penumpang laki-laki sebanyak 207 orang, dan penumpang perempuan sebanyak 235 orang.

Karena adanya ancaman tersebut, pihak Bandara Udara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Ruang EOC atau Emergency Operation Center, yang merupakan pusat komando dan pengendalian penanggulangan keadaan darurat di bandar udara dan menghubungi anggota Komite Keamanan Bandar Udara Soekarno Hatta, untuk segera berkumpul di ruang EOC.

"Selanjutnya akan mengambil langkah-langkah penanganan terhadap adanya ancaman bom di dalam pesawat udara," katanya.

 

5. Sosok Pengirim Email Ancaman Bom Disebut dari India

Penumpang pesawat Saudi Airlines rute Jeddah-Cengkareng yang menerima ancaman bom pada Selasa 17 Juni 2025, telah diberangkatkan Rabu 18 Juni 2025, pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, pihak Polda Sumut memastikan pesawat tersebut aman dari ancaman bom.

"Setelah mendapat laporan adanya ancaman bom pesawat haji, kami bersama dengan Pangdam I BB dan Danlanud serta intansi terkait langsung melakukan SOP yang ada," kata Kapolda didampingi Pangdam I BB Mayjen TNI Rio Firdianto, Danlanud Suwondo Kolonel Nav Benny Simanjuntak, Ka Otban Wilayah II Medan, Asri Santosa, saat memberikan keterangan pers di Bandara Kualanamu, Selasa (17/6/2025).

Diterangkannya, SOP pertama yang dilakukan adalah mengamankan para penumpang. Kemudian melakukan pengamanan pada pesawat.

"Nah, hasil sementara dari kegiatan pengecekan Jibom Brimob Polda Sumut, Kodam I BB dan Phaskas AU, dinyatakan pesawat saat ini aman. Tim keamanan terus melakukan pendalaman," terangnya.

Disebutkan Kapolda, terkait latar belakang dan kronologi kejadian, pihaknya masih mendalami. Karena juga masih dalam pendalaman informasi dari Jakarta dan Jeddah.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Medan, Asri Santosa menjelaskan, informasi ancaman bom diperoleh sekitar pukul 07.30 WIB.

"Ada sebuah email masuk ke Kementerian Perhubungan, Jakarta. Di situ ada ancaman bom. Dalam email dijelaskan pesawat akan diledakkan setelah landing di Jakarta," bebernya.

Mendapat ancaman tersebut, langsung diaktifkan penanganan gawat darurat untuk melakukan pengamanan. Pilot selanjutnya mendarat darurat di Bandara Kualanamu.

"Ancaman bom dari luar negeri melalu email. Asalnya dari Bombay, India. Isinya, detailnya, dari Kementerian Perhubungan, karena mereka yang menerima email," ungkapnya.

Pangdam I BB, Mayjen TNI Rio Firdianto menjelaskan, petugas sudah melakukan SOP terkait penanganan pesawat yang mendapat teror bom.

"Sejauh ini dinyatakan clear. Pesawat akan kita geser ke daerah yang lebih aman. Penumpang saat ini diistirahatkan di hotel, dan dipastikan sampai saat ini semua penumpang terlayani dengan baik," pungkasnya.

 

6. Sempat Dapat Teror Bom, 442 Jemaah Haji Telah Diberangkatkan dari Bandara Kualanamu

Sebanyak 442 jemaah haji Debarkasi Jakarta Kloter 12, penumpang Saudi Airlines SV-5276 sudah diberangkatkan dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Mereka diberangkatkan Rabu 18 Juni 2025. Dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani, proses penjemputan penumpang dari hotel diantarkan ke Bandara Kualanamu dilakukan oleh perusahaan Groundhandling PT JAS Bandara Kualanamu.

Selanjutnya para penumpang diarahkan menuju Ruang Tunggu Keberangkatan Bandara Kualanamu dan bersiap di Area Pintu 5 dan 6.

"Pengamanan dilakukan Polresta Deliserdang sebanyak 45 orang, di-backup personel Kodim 0204 DS," Siti menuturkan.

Selanjutnya pada pukul 06.40 WIB, kru Saudi Airlines SV-5276 tiba di Bandara Kualanamu dan bersiap di Area Pintu 6. Lalu pukul 07.24 WIB kru masuk menuju pesawat melalui Pintu 5.

Pada pukul 07.40 WIB penumpang boarding menuju pesawat melalui Pintu 5. Pukul 08.30 WIB, pesawat push back dan bergerak menuju landasan pacu. Pukul 08.45 WIB pesawat berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Bandara Soekarno Hatta.

Sesuai data penumpang dan kru pesawat, yakni jemaah/penumpang yang diberangkatkan 442 orang, terdiri dari 207 orang laki-laki, 235 orang perempuan. Sedangkan kru pesawat berjumlah 18 orang, terdiri dari perempuan 11 dan laki-laki 7 orang.

Sedangkan Warga Negara Asing (WNA) berjumlah 7 orang, yakni 6 orang WNA Arab Saudi, dan 1 WNA India.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6