Liputan6.com, Jakarta - Memasuki pertengahan pekan, Rabu (4/6/2025), kebijakan ganjil genap di Jakarta kembali diterapkan sesuai jadwal reguler.
Kebijakan ini tetap dijalankan sebagai bagian dari pengendalian lalu lintas harian di tengah tingginya aktivitas kendaraan pribadi, terutama pada jam-jam sibuk.
Penerapan ganjil genap mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 yang mengatur pembatasan lalu lintas berdasarkan pelat nomor kendaraan, yang memperbarui Pergub Nomor 155 Tahun 2018.
Advertisement
Pelanggaran terhadap kebijakan ganjil genap dapat dikenai sanksi berdasarkan Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ancaman hukuman berupa denda maksimal Rp500.000 atau kurungan paling lama dua bulan tetap berlaku, termasuk bila pelanggaran terdeteksi oleh kamera pengawas yang tersebar di sejumlah titik.
Selain itu, juga terdapat acuan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 26 Tahun 2022 dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 46 Tahun 2022, yang semuanya menjadi dasar hukum pelaksanaan pengendalian lalu lintas di wilayah Jakarta.
Jangan lupa, aturan ganjil genap Jakarta hanya berlaku di hari kerja, dari Senin hingga Jumat dan ditiadakan pada hari Sabtu, Minggu, serta tanggal merah hari libur nasional.
Kemudian, mengingat hari ini, Rabu (4/6/2025) tanggal genap, maka kendaraan dengan pelat nomor akhir genap yaitu 0, 2, 4, 6, dan 8 diperbolehkan melintas di jalur yang termasuk aturan tersebut. Sedangkan ganjil yaitu 1, 3, 5, 7, dan 9 dilarang.
Waktu pemberlakuan ganjil genap tetap terbagi dalam dua periode, yakni pukul 06.00–10.00 WIB dan pukul 16.00–21.00 WIB. Pengawasan dilakukan menggunakan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sehingga pengendara tetap bisa dikenai sanksi tanpa harus dihentikan langsung oleh petugas.
Pengemudi yang tidak sesuai dengan ketentuan dianjurkan menggunakan alternatif transportasi umum yang disediakan pemerintah. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan jadwal dan rute perjalanan guna menghindari pelanggaran serta keterlambatan aktivitas harian.
Dengan kesiapan dan kedisiplinan dalam berkendara, diharapkan lalu lintas Jakarta tetap terkendali dan efisien, meski berada di tengah tingginya mobilitas warga selama hari kerja.
26 Titik Ganjil Genap Jakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3561716/original/013363800_1630814606-20210905-Akhir-pekan-ganjil-genap-di-jakarta-tetap-berlaku-selama-PPKM-ANGGA-12.jpg)
Berikut lokasi 26 ruas ganjil genap di Jakarta:
1. Jalan Pintu Besar
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan MH Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan Jenderal S Parman
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan MT Haryono
18. Jalan HR Rasuna Said
19. Jalan D.I Pandjaitan
20. Jalan Jenderal A. Yani
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi Barat
23. Jalan Salemba Raya sisi Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai Jalan Diponegoro
24. Jalan Kramat Raya
25. Jalan Stasiun Senen
26. Jalan Gunung Sahari
Advertisement
Pengecualian Ganjil Genap di Jakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891209/original/066614900_1720941457-WhatsApp_Image_2024-07-14_at_14.11.04_a5af6696.jpg)
Ada ketentuan pengecualian bagi kendaraan bermotor yang diperbolehkan memasuki kawasan ganjil genap Jakarta.
1. Kendaraan bertanda khusus yang membawa masyarakat disabilitas
2. Kendaraan ambulans
3. Kendaraan pemadam kebakaran
4. Kendaraan angkutan umum (pelat kuning)
5. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik
6. Sepeda motor
7. Kendaraan angkutan barang khusus bahan bakar minyak dan gas
8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI
9. Kendaraan dinas operasional berpelat merah, TNI dan Polri
10. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
11. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
12. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri seperti kendaraan pengangkut uang
13. Kendaraan petugas kesehatan penanganan Covid-19, selama masa penanggulangan bencana yang diakibatkan oleh penyebaran Covid-19.
14. Kendaraan mobilisasi pasien Covid-19
15. Kendaraan mobilisasi vaksin Covid-19
16. Kendaraan pengangkut tabung oksigen
17. Kendaraan angkutan barang pengangkut logistik
Tips Berkendara Saat Ganjil Genap Berlaku di Jakarta, Rabu 4 Juni 2025
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4896578/original/087387400_1721451860-WhatsApp_Image_2024-07-20_at_11.48.03_e84d464d.jpg)
Menghadapi aturan ganjil genap di tengah pekan seperti hari ini memerlukan strategi yang tidak hanya sekadar menyesuaikan pelat nomor kendaraan.
Tingginya aktivitas warga pada hari kerja membuat kondisi lalu lintas bisa tidak terduga, sehingga penting untuk mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang. Berikut sejumlah tips yang dapat diterapkan untuk menghindari pelanggaran sekaligus menjaga kenyamanan di jalan:
1. Cek kalender dan pastikan nomor pelat kendaraan sesuai dengan tanggal
Hari ini, Rabu (4/6/2025) yang berarti kendaraan dengan pelat nomor genap dapat melintas di jam dan jalur ganjil genap. Pengecekan sederhana ini bisa menghindarkan dari sanksi tilang.
2. Gunakan fitur pengingat di ponsel
Buat pengingat harian untuk mengecek jadwal ganjil genap. Ini berguna terutama bagi yang sering berganti kendaraan atau terburu-buru di pagi hari.
3. Pantau kondisi lalu lintas secara real-time
Akses informasi lalu lintas lewat aplikasi atau media sosial untuk mengetahui kepadatan atau penyesuaian rute di area terdampak ganjil genap.
4. Siapkan rencana perjalanan cadangan
Selalu punya rute alternatif, baik melalui jalan bebas ganjil genap maupun menggunakan kombinasi transportasi umum dan ojek online.
5. Manfaatkan moda transportasi kombinasi
Park and ride bisa menjadi solusi: berkendara ke stasiun atau halte terdekat, lalu lanjutkan perjalanan dengan MRT, LRT, atau TransJakarta.
6. Kurangi perjalanan yang tidak mendesak
Jika tidak mendesak untuk bepergian dengan kendaraan pribadi, pertimbangkan menjadwal ulang perjalanan atau menggunakan sarana lain.
7. Berangkat lebih awal atau lebih lambat dari jam ganjil genap
Hindari waktu operasional ganjil genap dengan mengatur jadwal keberangkatan sebelum pukul 06.00 WIB atau sesudah pukul 10.00 WIB di pagi hari, dan setelah pukul 21.00 WIB di malam hari.
8. Jaga kondisi kendaraan dan kelengkapan dokumen
Walaupun sudah sesuai aturan, kondisi kendaraan dan dokumen seperti SIM dan STNK tetap wajib lengkap dan berlaku.
Menghadapi ganjil genap bukan hanya soal menghindari sanksi, tetapi juga bagian dari kesadaran berlalu lintas yang lebih luas. Dengan kesiapan dan sikap disiplin, mobilitas di tengah padatnya aktivitas harian bisa tetap berjalan lancar dan efisien.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4041871/original/088417400_1654259420-Infografis_SQ_17_Kategori_Kendaraan_Pengecualian_di_Ganjil_Genap_Jakarta.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4913514/original/065004600_1723189049-WhatsApp_Image_2024-08-09_at_14.32.26_c5c44b56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331563/original/075556600_1787550521-IMG-20260824-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331155/original/097089800_1787493287-kodaline_di_jakarta_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264223/original/049215800_1782099834-IMG_1416_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519380/original/050878100_1782446120-Apple_Store_di_Taiwan_01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377232/original/027954900_1760081964-IMG_0592.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328900/original/006053000_1787213140-IMG_4022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328860/original/084945100_1787211240-IMG_4023.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328296/original/070514400_1787159940-potensi_hujan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938376/original/004974400_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-7.jpg)