Polisi Periksa Sopir Truk Boks Pemicu Kecelakaan Maut di Puncak Cianjur

Kecelakaan diduga kuat dipicu kegagalan fungsi pengereman saat truk melintasi jalur menurun.

Diterbitkan 25 Agustus 2026, 05:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengamankan dan memeriksa pengemudi truk boks yang diduga menjadi pemicu kecelakaan beruntun di jalur Puncak, kawasan Ciloto, Kabupaten Cianjur. Kecelakaan tersebut menewaskan empat orang dan menyebabkan delapan lainnya luka-luka.

Kecelakaan diduga kuat dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman saat truk melintasi jalur menurun. Pengemudi truk yang diketahui berusia 62 tahun dan berdomisili di Pamulang Timur, Tangerang, selamat dalam insiden tersebut dan hanya mengalami luka ringan.

"Untuk saat ini, yang bersangkutan sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan. Belum ada penetapan," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ahmad Prio Gunawan, dikutip Selasa (25/8/2026).

 

 

Penyidik Satlantas Polres Cianjur masih mendalami dugaan kelalaian dalam kecelakaan tersebut. Pemeriksaan juga mencakup dokumen kendaraan serta riwayat perawatan dan kelayakan armada.

"Prosesnya cukup panjang karena kami juga meminta surat KIR kendaraan, mengecek kapan terakhir kali kendaraan diservis, serta memeriksa aspek kendaraan lainnya," kata Prio.

Untuk memastikan kelayakan kendaraan melintas di jalan raya, polisi berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kondisi pengemudi untuk memastikan tidak berada di bawah pengaruh zat terlarang.

"Kami juga telah melakukan pemeriksaan urine terhadap sopir. Hasilnya negatif," terang dia.

Dugaan Rem Blong

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyatakan truk boks tersebut tidak membawa muatan melebihi kapasitas. Kendaraan itu mengangkut perabotan rumah tangga untuk keperluan pindahan.

"Untuk tonase, berdasarkan hasil pemeriksaan dari Dishub, aman dan tidak melebihi kapasitas kendaraan. Muatannya berupa barang pindahan, hanya perabotan yang sifatnya ringan," tutur dia.

Dugaan rem blong juga diperkuat hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal. Petugas tidak menemukan bekas pengereman roda di sepanjang rute sebelum titik benturan.

Temuan tersebut menjadi salah satu bagian yang masih didalami penyidik untuk memastikan penyebab kecelakaan maut yang melibatkan sejumlah kendaraan tersebut.