Perkuat Keamanan dan Fasilitasi Perdagangan, Bea Cukai Serahkan Sertifikat AEO kepada 23 Perusahaan

AEO merupakan skema internasional yang diadopsi Indonesia untuk meningkatkan keamanan rantai pasok dan efisiensi perdagangan global.

Diperbarui 28 Mei 2025, 15:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyerahkan Sertifikat Authorized Economic Operator (AEO) kepada 23 perusahaan dalam upaya memperkuat keamanan dan kelancaran arus perdagangan internasional. Dari jumlah tersebut, 18 perusahaan merupakan eksportir dan importir, sedangkan lima lainnya bergerak di bidang jasa logistik.

Dengan penambahan tersebut, total perusahaan bersertifikat AEO di Indonesia saat ini mencapai 179 perusahaan, yang terdiri dari 152 perusahaan manufaktur/eksportir/importir dan 27 perusahaan penyedia jasa logistik.

AEO merupakan skema internasional yang diadopsi Indonesia untuk meningkatkan keamanan rantai pasok dan efisiensi perdagangan global. Perusahaan yang memperoleh status AEO dinilai sebagai mitra terpercaya dan patuh terhadap ketentuan kepabeanan serta perpajakan setelah melalui proses verifikasi dan pembinaan dari Bea Cukai.

“Dengan status ini, perusahaan memperoleh berbagai kemudahan dan percepatan layanan, sekaligus berperan aktif menjaga keamanan rantai logistik internasional,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo.

Penyerahan sertifikat dilakukan pada 20 Mei 2025 sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Bea Cukai sebagai trade facilitator, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 137 Tahun 2023 tentang Perlakuan Kepabeanan terhadap Operator Ekonomi Bersertifikat.

Budi menjelaskan, sertifikasi AEO bertujuan meningkatkan daya saing ekonomi nasional, memperkuat kinerja logistik, dan mendukung keamanan rantai pasok dunia, selaras dengan World Customs Organization SAFE Framework of Standards (WCO SAFE FoS).

“Pencapaian para perusahaan penerima AEO tidak hanya mencerminkan kepatuhan dan integritas dalam menjalankan bisnis, tetapi juga kontribusi nyata terhadap kelancaran arus barang lintas negara,” kata Budi.

Ia menyebutkan bahwa kontribusi perusahaan AEO terhadap perekonomian nasional cukup signifikan. Hingga Mei 2025, terdapat 152 perusahaan AEO jenis manufaktur, eksportir, dan importir, yang mewakili 0,24 persen dari sekitar 62 ribu perusahaan yang tercatat dalam sistem CEISA sebagai pelaku ekspor-impor.

Pada tahun 2024, perusahaan AEO mencatat nilai impor CIF sebesar 37 miliar dolar AS, atau 8,01 persen dari total nilai impor nasional. Di sisi ekspor, nilai transaksi mencapai 41 miliar dolar AS, atau 13,65 persen dari total ekspor nasional. Kontribusi terhadap penerimaan bea masuk juga signifikan, yakni sebesar Rp2,5 triliun atau 6,03 persen.

“Meskipun jumlah perusahaan AEO hanya sebagian kecil dari total pelaku ekspor dan impor nasional, peran mereka sangat besar dan strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia. Mereka bukan hanya pelaku usaha yang patuh, tetapi juga mitra utama negara dalam menjaga stabilitas dan keamanan rantai pasok internasional,” ujarnya.

 

Perkuat sinergi Antarinstansi

Perusahaan AEO dari sektor logistik, menurut Budi, juga memiliki peran penting tidak hanya dalam pelayanan jasa, tetapi juga sebagai agen edukasi bagi pelaku usaha lainnya.

“Dengan edukasi dari AEO Logistik, keamanan dan kelancaran rantai pasok secara menyeluruh—end to end—dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bea Cukai menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan rantai pasok global. Kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain menjadi kunci dalam pengawasan, pemrosesan data, serta perlindungan perbatasan.

“Dengan bertambahnya jumlah perusahaan bersertifikat AEO, kami berharap dapat memperluas jangkauan pengawasan yang efektif tanpa menghambat kelancaran arus barang. Upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menciptakan sistem perdagangan yang aman, efisien, dan berdaya saing tinggi di kancah global,” pungkas Budi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6