Liputan6.com, Jakarta Penguasaan lahan RSUD Tangerang Selatan (Tangsel) oleh ormas Pemuda Pancasila (PP) sudah terjadi sejak 2017. Sementara itu, ormas Triga Nusantara (Trinusa) sudah menduduki lahan Sentra Grosir Cikarang (SGC) dan memeras pedagang sejak tahun 2020.
Namun, baru kali ini polisi mengungkap aksi premanisme ormas tersebut. Terkait hal itu, Polda Metro Jaya berdalih harus hati-hati saat menyelidiki kasus penguasaan lahan oleh ormas meresahkan.
Selain itu, polisi juga membutuhkan laporan dari masyarakat soal adanya aksi premanisme mengatasnamakan ormas.
Advertisement
"Perlu kami sampaikan bahwa laporan ini kita juga harus menggalinya cukup hati-hati. Keberanian masyarakat untuk melapor ini," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra saat konferensi pers, Senin (26/5/2025).
Pada kasus yang melibatkan LSM Trinusa, diketahui ada 150 pedagang mengaku diperas dengan dalih uang keamanan. Ormas itu juga kerap melakukan intimidasi dan ancaman kekerasan berkali-kali kepada para pedagang jika menolak membayar.
Sementara itu, pada kasus di Tangsel, ormas PP menduduki lahan parkir RSUD Tangsel, padahal PT BCI selaku pemenang tender yang seharusnya mengelola lahan parkir tersebut. Parahnya, karyawan PT BCI justru dianiaya oleh kelompok ormas tersebut.
Wira mengklaim bahwa anak buahnya di lapangan sampai harus bersusah payah menyamar untuk menangkap para pelaku pemerasan.
"Apalagi yang di Bekasi, kemarin kita menggalinya cukup susah payah. Bahkan kita mencoba untuk melakukan penyamaran juga kemarin agak susah. Kemudian yang di Tangsel pun demikian," ujar Wira.
Saat ini, sebanyak lima orang telah diamankan dan ditetapkan menjadi tersangka dari ormas Trinusa. Lalu 30 tersangka dari ormas Pemuda Pancasila. Satu orang yakni ketua ormas PP wilayah Tangsel berinisial MYT saat ini menjadi buron polisi.
Baca juga Ramai-ramai Minta Pemerintah Bubarkan Ormas Meresahkan
Ormas Trinusa Raup Miliaran Rupiah Selama Memeras Para Pedagang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5232801/original/060134700_1748249258-IMG_1216.jpeg)
Kepolisian berhasil menangkap lima orang LSM Trinusa. Mereka saling berbagi peran. Penarik uang dilakukan oleh J dan CR. Uang iu kemudian dihimpun oleh MRAM atas perintah ketua umum, RG, melalui panglima ormas atas nama AR.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, menyebut uang hasil pungutan ke para pedagang itu kemudian dibagi-bagi kepada beberapa anggota dan ketua LSM Trinusa.
Dalam kasus ini, polisi juga menyita catatan setoran harian, kuitansi palsu, dan uang tunai hasil pungli.
"Kegiatan pemerasan ini dilakukan secara terorganisir. Kenapa terorganisir, karena ini tersusun rapi. Berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan fakta bahwa para pelaku melakukan pemerasan dengan cara melakukan pengutipan uang kepada para pedagang dari tahun 2020 sampai dengan kemarin pada saat ditangkap," jelas Wira.
Wira menjelaskan, ormas Trinusa ini menarik uang keamanan dari ratusan pedagang. Nilainya beragam. Rata-rata para pelaku mendapatkan uang Rp4.000.000 sampai Rp4.200.000 dalam satu hari. Dari hasil penyelidikan, mereka beraksi sejak pukul 23.00 WIB sampai 05.00 WIB.
"Di mana dalam pembagiannya, untuk ketua umum mendapatkan pembagian antara Rp1.200.000 sampai dengan Rp1.600.000. Ini untuk ketua umumnya. Kemudian untuk pengurus dan anggota mendapatkan Rp50.000 sampai dengan Rp200.000 per hari," ujar Wira.
"Apabila dihitung dari tahun 2020 sampai dengan 2025, kami mencoba hitung khususnya yang di Pasar SGC, sekarang mencapai angka Rp5,8 miliar," sambung dia.
Baca juga Polisi Bongkar Paksa Bangunan Ormas GRIB Jaya di Lahan Milik BMKG
Advertisement
Ormas PP Kuasai Lahan RSU Kota Tangsel Selama 8 Tahun
Ormas Pemuda Pancasila (PP) diduga menguasai lahan milik pemerintah daerah Tangsel yang terletak di kawasan RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selama delapan tahun.
Hal itu diketahui setelah polisi turun tangan menyelidiki keributan yang terjadi buntut pelarangan pemenang tender pengelolaan parkir RSU Kota Tangsel sejak 2 Agustus 2023 mulai membangun fasilitas.
"Sudah sekian tahun menguasai lokasi, sudah 8 tahun menurut versi pelapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (23/5/2025).
Dia menerangkan anggota dari ormas PP tidak hanya menduduki lahan, tapi juga melakukan intimidasi, pengeroyokan, dan perusakan palang parkir ketika mau membangun mulai membangun fasilitas.
Awalnya, lima orang datang mengadang pekerja saat alat berat dan palang parkir hendak diturunkan. Tak lama, jumlah bertambah menjadi 30 orang.
"Jadi oknum ormas ini melarang dan mengintimidasi para karyawan dari mitra sewa ini. Diintimidasi, dilarang untuk menurunkan alat kerja hingga tidak bisa bekerja selama beberapa jam," ujar Ade Ary.
"Aktivitas terhambat dalam pembuatan pondasi gate parkir. Kemudian saat menurunkan boks serta palang parkir terus mendapatkan intimidasi. Kemudian secara bertahap oknum anggota ormas lainnya berdatangan. Kemudian merobohkan juga palang gate yang baru saja dibuat oleh mitra sewa RSUD Tangerang," sambung dia.
Terkait hal ini, polisi bergerak cepat menangkap 30 orang yang diduga melakukan pengancaman, pemaksaan dengan kekerasan, serta pengeroyokan. Mereka diduga menghalangi pekerjaan mitra sewa resmi dengan cara intimidasi dan perusakan.
"Setelah kami mendapatkan laporan dari masyarakat, dalam waktu singkat tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan jajaran Polres Tangsel langsung mendatangi TKP. Kemudian mengamankan setidaknya ada 30 orang yang diduga melakukan kegiatan yang mengganggu aktivitas dari mitra sewa," ujar dia.
Hasil pemeriksaan, mereka semua berasal dari ormas Pemuda Pancasila. Bahkan, delapan di antaranya pengurus mulai dari Ketua PAC, Sekretaris, sampai Komandan Koti. Sedangkan sisanya, 22 orang lain merupakan anggota ormas PP.
Â
Reporter: Rahmat Baihaqi
Sumber: Merdeka.com
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5212348/original/054136700_1746610046-1080x1080_02__1_.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5232632/original/033448200_1748243392-IMG_1181.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373271/original/062549400_1476380984-bekasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672508/original/081307600_1782712065-Jepretan_Layar_2026-06-26_pukul_12.46.14.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8669810/original/074257300_1782706469-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_11.12.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8617445/original/033996100_1782605274-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_07.04.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472908/original/097434900_1782379232-Pengamen_Bakar_Rumah_Warga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1475547/original/058199200_1484711525-Perampokan7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3245895/original/034449900_1600779706-PENANGKAPAN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4377042/original/022257900_1680153407-ilustrasi_mayat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6457631/original/068146100_1779321247-dosen-unair-tewas-lompat-dari-tower.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258023/original/054010700_1781283747-6f707ab0-843d-4b2a-a3fe-59c6a3f53277.jpg)