Kolaborasi Internasional Dorong Transformasi Kesehatan Komunitas di Banten

Program yang berlangsung sejak 2023 ini melibatkan 926 kader kesehatan di daerah Serang dan Tangerang.

Diperbarui 15 Mei 2025, 14:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah studi kolaboratif lintas negara antara reach52, Universitas Serang Raya (Unsera), National University of Singapore (NUS), dan Hong Kong Metropolitan University (HKMU) menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi mobile health (mHealth) mampu meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil di Indonesia.

Program yang berlangsung sejak 2023 ini melibatkan 926 kader kesehatan di daerah Serang dan Tangerang, yang dilatih menggunakan aplikasi reach52.

Hasil analisis yang selesai pada awal 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi kesehatan masyarakat, akses ke layanan medis, serta keterlibatan aktif warga dalam program edukasi preventif.

Dengan teknologi ini, bisa langsung mencatat dan memberi informasi ke warga tanpa harus menulis manual. Lebih cepat dan efektif.

Menurut Dr. Sheena Ramazanu dari HKMU, keberhasilan program ini sejalan dengan pendekatan Health Belief Model, yang terbukti mampu meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif masyarakat.

 

Pemerataan Akses Kesehatan

Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi internasional dan pemanfaatan teknologi sederhana dapat menjadi solusi nyata bagi pemerataan akses kesehatan di daerah 3T.

Ketua LPPM Universitas Serang Raya, Dr. Ing. Farid Wajdi, menyatakan bahwa program ini merupakan contoh nyata bagaimana hasil riset dan kolaborasi lintas negara dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan nyatamasyarakat.

“Kami percaya bahwa riset tidak boleh berhenti di jurnal. Intervensi ini membuktikan bahwa teknologi, bila disertai pendekatan komunitas, mampu mendorong perubahan perilakudan sistem pelayanan kesehatan dari tingkat akar rumput,” ujar Dr. Farid.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6