Banjir Jakarta: 46 Jiwa di Kelurahan Joglo Mengungsi Akibat Hujan Deras dan Luapan Kali

Kondisi paling parah terjadi di Kelurahan Joglo, Jakarta Barat. Di wilayah ini, banjir memaksa 11 Kepala Keluarga (KK) atau 46 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Diperbarui 14 Mei 2025, 11:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Selasa (13/5/2025) malam hingga Rabu (14/5/2025) dini hari menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Bahkan, sebanyak 46 warga terpaksa mengungsi setelah permukiman mereka terdampak luapan air yang cukup tinggi.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Rabu pagi, tercatat genangan air terjadi di 3 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Data Wilayah Terdampak Banjir Jakarta Hari Ini:

Jakarta Barat:

  • Kelurahan Joglo
  • Terdampak: 1 RT
  • Ketinggian air: Sekitar 50 cm
  • Penyebab: Curah hujan tinggi

Jakarta Selatan:

  • Kelurahan Kuningan Barat
  • Terdampak: 2 RT
  • Ketinggian air: 30–50 cm
  • Penyebab: Curah hujan tinggi, luapan Kali Mampang dan Kali Krukut

 

Sebanyak 46 Jiwa Mengungsi ke Masjid

Kondisi paling parah terjadi di Kelurahan Joglo, Jakarta Barat. Di wilayah ini, banjir memaksa 11 Kepala Keluarga (KK) atau 46 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Para pengungsi saat ini ditampung sementara di Masjid Jami Attaufiq, RT 01 RW 002, dengan pengawasan dari petugas terkait.

Tingginya intensitas hujan juga menyebabkan peningkatan status ketinggian air di sejumlah pos pemantau sungai:

  1. Pos Angke Hulu naik menjadi Siaga 3 (Waspada) pada pukul 20.00 WIB.
  2. Pos Sunter Hulu juga menyentuh level Siaga 3 (Waspada) pada pukul 22.00 WIB.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir lanjutan apabila curah hujan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

 

Penanganan Banjir

BPBD DKI Jakarta mengerahkan tim gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal. Personel juga dikerahkan untuk terus memantau perkembangan banjir serta menyalurkan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

BPBD menargetkan seluruh genangan dapat surut dalam waktu cepat agar aktivitas warga dapat kembali normal.

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah rawan banjir. Jika menghadapi situasi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi nomor darurat 112 yang tersedia gratis 24 jam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6