Liputan6.com, Semarang- Pohon asam Jawa berukuran besar tiba-tiba tumbang di Jalan Pandanaran, Semarang, Jumat 4 September 2026 siang.
Pohon itu roboh melintang ke badan jalan dan menimpa sejumlah pengendara yang sedang melintas.
Susiana (46) dan Christiawan Purbowo (49) tengah berboncengan sepeda motor saat pohon asam Jawa tiba-tiba ambruk di Jalan Pandanaran, Semarang. Keduanya menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Advertisement
Susiana merupakan warga Semarang Timur, sedangkan Christiawan warga Pedurungan. Warga yang melihat kejadian langsung mengevakuasi keduanya ke RS Hermina Pandanaran. Namun, nyawa mereka tak tertolong.
Sementara Ary Setiawan (44), pengemudi ojol yang turut tertimpa pohon, selamat meski mengalami luka ringan dan mendapat perawatan di rumah sakit.
Detik-detik pohon tumbang itu disaksikan Agus Riyanto (47), juru parkir yang sedang bekerja tak jauh dari lokasi.
Agus mengatakan pohon tersebut roboh secara tiba-tiba. Tak ada angin kencang saat kejadian yang menurutnya bisa menjadi tanda pohon akan tumbang.
"Kejadian sekitar jam 12-an, tiba-tiba pohon langsung ambruk dan menimpa pengemudi ojek online dan pemotor lainnya yang berboncengan," cerita dia.
Menurut Agus, posisi pohon membuat pengemudi ojol relatif beruntung. Bagian pohon yang melengkung mengenai tubuhnya, sehingga luka yang dialaminya tak separah dua korban lainnya.
"Sedangkan dua orang yang berboncengan terluka parah dan tidak bergerak sama sekali," katanya.
Â
Polisi Bergegas
Pohon yang melintang di jalan sempat membuat arus kendaraan dari Tugu Muda menuju Alun-alun Simpang Lima macet total. Petugas Polsek Semarang Tengah langsung mengamankan lokasi dan melakukan pemeriksaan di TKP setelah menerima laporan.
"Kami mengamankan TKP, mengevakuasi korban, mendata saksi dan berkoordinasi dengan pihak terkait," tutur Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito.
Di sisi lain, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang menerjunkan tim untuk memeriksa kondisi pohon dan mencari penyebab tumbangnya.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan, investigasi awal menemukan masalahnya.Â
"Hasil investigasi awal menunjukkan pohon tumbang dipicu oleh kondisi struktur tanah di bawah pedestrian yang melemahkan perakaran," jelas dia.
Murni menjelaskan, persoalan pada struktur tanah di bawah permukaan tersebut tidak dapat diketahui hanya melalui pengamatan visual biasa.
Padahal, Disperkim sebelumnya telah melakukan pemangkasan pohon di kawasan tersebut. "Pemangkasan terakhir dilakukan pada 30 April 2026, sebagai bagian dari deteksi dini pohon berisiko," jelasnya.
Murni menegaskan, Disperkim terus melakukan perempelan dan pemotongan pohon yang dinilai rawan tumbang di berbagai wilayah Kota Semarang.
Jika ditemukan pohon dalam kondisi rusak dan memiliki potensi tinggi untuk tumbang, petugas akan langsung melakukan tindakan.
"Pohon rusak yang berpotensi tinggi tumbang langsung kami eksekusi dengan pemotongan hingga ke pangkalnya," imbuhnya.
Sementara untuk pohon yang masih dapat dipertahankan, perempelan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341296/original/064671000_1788597555-IMG-20260905-WA0047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372368/original/086063200_1476327060-semarang.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340638/original/030175500_1788513140-IMG_20260904_151448.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339849/original/030610500_1788430615-IMG-20260903-WA0029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4212793/original/040051600_1667440842-jonas-leupe-NmVC9Le16eo-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328506/original/076333600_1787196612-3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324415/original/008099900_1786703321-IMG_20260814_103322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320361/original/001674800_1786346859-stasiun_poncol_wikipedia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315019/original/003892200_1785822850-Potongan_video_penganiayaan_karyawan_toko_roti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314041/original/086025500_1785731459-upscalemedia-transformed-5.jpeg)