Sukses

Ketum Golkar Airlangga di Hari Raya Idul Adha: Partai Politik Harus Banyak Berkorban

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto merayakan hari raya Idul Adha dengan keluarga para kadernya, yang diawali dengan salat ied di Masjid Ainul Hikmah, DPP Partai Golkar, Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Airlangga Hartarto merayakan hari raya Idul Adha dengan keluarga para kadernya, yang diawali dengan salat ied di Masjid Ainul Hikmah, DPP Partai Golkar, Jakarta.

Turut hadir Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua Dewan Etik Partai Golkar Mohammad Hatta, Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, dan kader lainnya.

Dia pun mengatakan, momentum hari raya Idul Adha untuk mengingatkan juga peran partai politik untuk bisa berkorban demi tujuan masyarakat yang sejahtera.

"Tentu filosofi ini banyak dilakukan oleh partai politik bahwa kita harus berkorban untuk tujuan yang lebih besar. Tujuan lebih besar tadi disampaikan tentu masyarakat lebih sejahtera juga sesuai tadi pancasila ayat ke empat," kata Airlangga di DPP Golkar, Jakarta, Senin (17/6/2024).

Pria yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian ini menuturkan, di hari raya Idul Adha ini, Golkar sudah memberikan 38 sapi ke masing-masing dapil kadernya yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat.

"Hampir di setiap dapil di kabupaten kota rata-rata juga ada jumlah yang sama 20-30 di masing-masing di wilayah tentu ini menjadi hal yang wajib dilakukan oleh kader-kader partai golkar agar masyarakat merasakan keberadaan dari kader-kader partai," jelas dia.

Adapun hewan kurban berasal dari Airlangga sendiri, kemudian ada jajaran pengurus partai Golkar dan kader yang berada di DPR.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Menko Airlangga: Inflasi RI Lebih Baik Dibandingkan dengan Negara G20 Lainnya

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa tingkat inflasi Indonesia masih relatif lebih baik dibandingkan dengan tingkat inflasi di berbagai negara anggota G20 lainnya, seperti Rusia, India, Australia, dan Amerika Serikat.

“Inflasi (Indonesia) di bulan Mei ini 2,84 persen year-on-year (yoy). Dan dibandingkan dengan negara G20 lain, Rusia misalnya 7,84 persen yoy, India 4,75 persen, Australia 3,6 persen, dan Amerika Serikat 3,3 persen. Jadi Indonesia relatif lebih baik dari negara-negara tersebut,” ujar Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (14/5/2024).

Airlangga menyatakan bahwa inflasi dapat terkendali berkat kebijakan keterjangkauan harga, terjaganya ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif antar pemangku kepentingan, terutama terkait bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

“Stabilisasi harga untuk mengatasi kenaikan harga dalam jangka pendek melalui penyaluran beras SPHP (Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), bantuan pangan, serta gerakan pangan murah, telah berhasil menekan kenaikan harga,” katanya.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah peningkatan produksi pertanian dengan penambahan alokasi pupuk subsidi maupun akses pembiayaan untuk sektor pertanian melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian dengan porsi penyaluran sebesar 30,4 persen.

Airlangga mengatakan bahwa pihaknya juga berupaya untuk memastikan kelancaran distribusi, terutama untuk 10 komoditas pangan strategis, serta optimalisasi tol laut untuk distribusi ke daerah tertinggal, terpencil, dan terluar.

“(Dalam menjaga tingkat inflasi,) ada beberapa hal juga yang perlu ditekankan, yang pertama adalah kesinambungan pasokan domestik sebagai kunci utama untuk menjaga stabilitas pangan di seluruh daerah,” ucapnya. dilansir dari Antara.

3 dari 3 halaman

Pengembangan Neraca Pangan

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan neraca pangan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyediakan data pangan yang akuntabel sehingga stabilisasi harga di daerah dapat lebih termonitor

Ia menuturkan bahwa berbagai program pengendalian inflasi tersebut didukung dengan anggaran dari berbagai kementerian dan lembaga di tingkat pusat yang per 31 Mei 2024 realisasinya mencapai Rp39 triliun, atau 29 persen dari pagu Rp124,16 triliun.

Realisasi fiskal untuk berbagai program tersebut di tingkat daerah mencapai Rp13,56 triliun dari total pagu Rp92 ,87 triliun.

Airlangga mengatakan bahwa dengan terkendalinya inflasi, hal tersebut dapat mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional yang tahun lalu mencapai 5,11 persen, jauh lebih baik daripada pertumbuhan ekonomi global yang diprediksi Bank Dunia hanya sebesar 2,6 persen.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini