Sukses

Cuaca Besok Selasa 28 Maret 2023: Jakarta Pagi Berkabut, Siang Cerah Berawan

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca berkabut menyelimuti sejumlah wilayah Ibu Kota, pada Selasa pagi, 28 Maret 2023. Langit mendung pun diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membayangi sebagian titik di Jakarta. Sedangkan siang hari, cuaca berawan bakal mendominasi.

Lewat peringatan dininya, BMKG juga mengunkap potensi hujan dibarengi petir dan angin kencang pada Selasa siang. 

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jaksel dan Jaktim pada siang hari," info BMKG diperingatan dini cuaca besok, Selasa. 

Potensi yang sama juga terjadi untuk wilayah Depok, Bogor serta Bekasi. Ketiga kota penyangga Ibu Kota ini dilaporkan berpotensi hujan lebat hingga malam disusul petir dan angin kencang. 

"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan terjadinya angin kencang pada rentang waktu antara menjelang siang hingga malam hari disebagian wilayah Kab dan Kota Bogor, Kab dan Kota Bekasi, Kota Depok," kata BMKG terkait kondisi cuaca di tiga daerah penyangga Jakarta

Sementara, cuaca besok pagi diselimuti langit berawan, terkecuali Tangerang bakal cerah berawan.  

Berikut informasi prakiraan cuaca untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG:

 Kota   Pagi  Siang  Malam
 Jakarta Barat   Kabut  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat  Berawan  Cerah Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Selatan   Kabut  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Timur  Kabut  Berawan  Cerah Berawan
 Jakarta Utara  Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
Kepulauan Seribu  Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Bekasi  Berawan  Hujan Sedang   Hujan Ringan
 Depok  Berawan  Hujan Sedang   Hujan Ringan
Bogor Berawan Hujan Sedang Hujan Ringan
 Tangerang  Cerah Berawan  Berawan  Berawan
2 dari 3 halaman

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2023 Lebih Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprakirakan musim kemarau 2023 lebih kering apabila dibandingkan dengan tiga tahun terakhir. Terlebih, ada potensi El Nino atau fenomena pemanasan suhu muka laut hingga 60 persen.

"Apalagi ada potensi El Nino 50-60 persen, seandainya tidak ada El Nino pun ada wilayah yang musim kemaraunya lebih kering dari normalnya. Apalagi plus ada potensi El Nino," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi daring, Senin (6/3/2023).

Dwikorita menyampaikan bahwa pada 2023 ini puncak musim kemarau di Indonesia tidak terjadi secara bersamaan. Awal musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada April dan menyebar di seluruh wilayah pada Mei-Agustus 2023.

Beberapa wilayah yang awal kemaraunya diprediksi maju meliputi sebagian wilayah Sumatera Utara, sebagian wilayah Jawa, sebagian kecil Bali, sebagian Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan sebagian Sulawesi.

Adapun wilayah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal atau jadi lebih kering yaitu di Aceh bagian utara, sebagian sumut, Riau bagian utara, Sumatera bagian selatan.

Lalu, sebagian besar Jawa, Bali, sebagian Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan, sebagian Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

"Ini perlu diantisipasi wilayah tersebut yang diprediksi lebih kering dari normalnya dikhawatirkan akan mengalami resiko bencana kekeringan metereologis, kebakaran hutan dan lahan, dan kekurangan air bersih," kata dia.

3 dari 3 halaman

BMKG Minta Pemda Mamanen Air Hujan

Pemerintah daerah diminta untuk melakukan pemanenan air hujan di saat musim hujan masih berlangsung. Air hujan dapat dialirkan untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya melalui gerakan memanen air hujan.

Dwikorita menjelaskan jika dibandingkan rata-rata klimatologis secara umum musim kemarau 2023 diprediksi normal dan di bawah normal. Di mana masing-masing ada sebanyak 337 zom yang normal dan di bawah normal atau sekitar 46,78 persen dari zona musim (zom).

Kemudian, 45 zona musim atau 6,44 persen diprediksi akan bersifat di atas normal yaitu musim kemarau lebih basah atau memiliki curah hujan lebih tinggi dari rata-ratanya.

"Wilayah meliputi Aceh bagian selatan, Sumatera Utara bagian tengah, Sumatera Barat bagian selatan, sebagian kecil Jawa, sebagian kecil NTT, sebagian Kalimantan Utara, dan Sulawesi barat bagian utara," kata dia.

Sebagian besar wilayah Indonesia sebanyak 321 zom 45,92 persen akan akan mengalami pucak musim kemarau pada Agustus 2023 yaitu meliputi Sumatera Selatan bagian timur, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, sebagian Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, sebagian Pulau Sulawesi, sebagian Papua.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.