Sukses

Soal Koalisi Demokrat-PKS, NasDem: Penjajakan Sudah Dilakukan, Komunikasi Mulai Insentif

Liputan6.com, Jakarta - Partai NasDem tengah membangun komunikasi intensif dengan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Komunikasi ini untuk membahas platform yang sama dalam menghadapi Pemilu 2024.

"Ya ini yang sedang dibangun," ujar Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada wartawan dikutip Senin (4/7/2022).

Komunikasi yang dibangun NasDem dengan Demokrat dan PKS masih sebatas kesepahaman. Belum ada kesepakatan apapun yang dibuat.

"Tapi sudah melakukan penjajakan, komunikasinya sudah mulai insentif," kata Willy.

Wakil Ketua Baleg DPR RI ini bilang, pihaknya tidak menargetkan kapan akan deklarasi koalisi bersama PKS dan Demokrat. NasDem menunggu arahan ketua umum Surya Paloh.

"Kita tunggu arahan berikutnya dari Pak Surya Paloh. Yang penting komunikasi gak putus. Komunikasi menjadi modal dasar yang harus kita jaga," jelas Willy.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani sebelumnya mengatakan, komunikasi antara SBY dan JK memberikan pengaruh terhadap pertemuan Demokrat dengan NasDem dan PKS. Karena kedua tokoh bangsa ini memiliki relasi dan hubungan baik lintas partai.

Namun perihal titik temu untuk membangun koalisi dengan NasDem dan PKS, Kamhar menyebut masih dalam proses pembicaraan.

"Koalisi ini sedang diikhtiarkan. Kita tentu berharap tak ada aral melintang," kata Kamhar, saat dihubungi merdeka.com, Senin (27/6/2022).

Akan tetapi, Kamhar tak menampik jika poros koalisi antara Partai Demokrat, NasDem, dan PKS jika resmi terbentuk karena adanya pengaruh dari SBY dan JK.

"Tentunya ada pengaruh dari komunikasi Pak SBY dan Pak JK, namun setiap partai politik memiliki otonomi dan independensi. Semangat inilah yang dikedepankan dalam membangun komunikasi politik dan ikhtiar kerja sama agar terjalin hubungan yang setara," ucapnya.

 

 

2 dari 2 halaman

Tak Mau Bur-Buru

Lebih lanjut, Kamhar mengungkapkan, bahwa saat ini Partai Demokrat masih terus melakukan komunikasi intens dengan semua partai politik guna menjajaki koalisi menjelang Pemilu 2024.

"Dengan ketum parpol sendiri telah terealisasi antara lain dengan Golkar, PKS, PAN, PKB, PPP, PKP dan NasDem. Dengan PDIP pun juga sudah pernah kala itu Mas Ketum AHY bersama Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR-RI Mas Ibas dan Sekjen Partai Demokrat Bang Teuku Riefky Harsjah diterima oleh Ibu Puan Maharani Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR-RI," ungkapnya.

Namun, Kamhar mengaku jika Demkorat tidak akan terburu-buru untuk menentukan arah koalisinya di 2024 mendatang.

"Kita tak ingin terburu-buru, namun kita menikmati dan optimis dengan proses yang berjalan," imbuhnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com