Sukses

Hari Pertama PSBB Transisi, 3 Perusahaan Ditutup hingga Penerbangan Meningkat

Liputan6.com, Jakarta - Usai mengalami pengetatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberi kelonggaran pada sejumlah aktivitas publik di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi kali ini.

Ada sejumlah indikator mengapa Pemprov DKI kembali menerapkan PSBB transisi. Yaitu dilihat dari laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS rujukan Covid-19.

"Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap," kata Anies dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 Oktober 2020. 

Tercatat ada 13 usaha pariwisata yang boleh beroperasi pada masa PSBB transisi yang akan berlangsung hingga 25 Oktober nanti. Salah satunya taman rekreasi atau margasatwa.

Terhitung sejak 12 Oktober kemarin Taman Margasatwa Ragunan dan Taman Impian Jaya Ancol kembali membuka wahananya dengan menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya dengan membatasi kapasaitas pengunjung sebanyak 25 persen. 

Namun, ada pula sejumlah perusahaan yang malah diitutup lantaran tidak mematuhui protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan.

Lantas, seperi apa pergerakan di Bandara Soekarno Hatta di hari pertama PSBB transisi kali ini? 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 7 halaman

3 Perusahaan Ditutup Sementara Pemprov DKI

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan pihaknya telah menutup sejumlah perusahaan saat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi hari pertama.

Dia menyatakan penutupan tersebut hasil dari sidak pengawasan protokol kesehatan Covid-19 ke 41 perusahaan di Ibu Kota.

"Sebanyak tiga perusahaan ditutup sementara pada Senin (12/10/2020)," kata Andri saat dihubungi, Selasa (13/10/2020).

Dia menjelaskan satu di antaranya ditutup karena terdapat karyawan yang terpapar Covid-19. Perusahaan tersebut berlokasi di Jakarta Pusat.

Sedangkan dua perusahaan ditutup sementara karena tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan.

3 dari 7 halaman

13 Usaha Pariwisata Diizinkan Beroperasi

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta menentukan 13 usaha pariwisata yang boleh beroperasi pada masa PSBB Transisi.

Usaha pariwisata tersebut mencakup, rumah makan/restoran/cafe/bar, pertunjukan di ruang terbuka (drive in), salon/barbershop, golf/driving range, meeting/seminar/workshop, kawasan pariwisata, taman rekreasi/taman margasatwa.

Usaha pariwisata lainnya yakni museum dan galeri, wisata tirta, produksi video/visual, pusat kesegaran jasmani/gym/fitness center, lapangan tenis/bulutangkis (outdoor), dan akad nikah/pemberkatan/upacara pernikahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya mengatakan, khusus untuk jenis usaha pertunjukan di ruang terbuka (drive in), produksi video/visual, meeting/seminar/workshop, dan akad nikah/pemberkatan/upacara pernikahan diharuskan mengajukan persetujuan teknis kepada Dinas Parekraf DKI Jakarta.

"Untuk usaha pariwisata yang harus mengajukan persetujuan teknis akan dilakukan review oleh Tim Gabungan yang akan memutuskan dapat atau tidaknya beroperasi kembali dan akan ditetapkan dalam surat keputusan Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta," ungkap Gumi, Senin, 12 Oktober 2020. 

Dia menjelaskan, khusus bagi bioskop yang sudah mengajukan pembukaan kembali akan tetap diproses berdasarkan urutan pengajuan permohonan.

"Apabila terjadi peningkatan kasus baru secara signifikan berdasarkan pemantauan dan hasil evaluasi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, maka usaha pariwisata yang diperbolehkan beroperasi dapat ditinjau ulang," ujarnya seperti dikutip BeritaJakarta.id.

4 dari 7 halaman

Ragunan Batasi Jumlah Pengunjung hingga 25 Persen

Kepala Satuan Pelaksana Promosi TMR Ragunan, Ketut Widarsana mengatakan, dibukanya kembali lokasi wisata ini seiring dengan diterapkannya aturan PSBB Transisi oleh Pemprov DKI Jakarta, mulai 11 hingga 25 Oktober 2020.

"Untuk penerapan protokol kesehatan, kami akan siagakan 50 petugas," ujarnya, Senin (12/10/2020).

Ketut menjabarkan, 50 petugas itu terdiri dari personel keamanan, bagian cek protokol kesehatan, dan bagian layanan pembelian tiket.

"Jam operasional mulai pukul 07.30 sampai pukul 14.00," jelasnya seperti dikutip BeritaJakarta.id.

Sesuai aturan PSBB Transisi, ungkap Ketut, setiap harinya hanya boleh menerima 25 persen dari kapasitas atau sekitar 2.000 pengunjung. Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada pagi dan sore hari.

"Untuk anak usia sembilan tahun, ibu hamil dan manula di atas 60 tahun serta yang memiliki penyakit bawaan belum diperbolehkan untuk berkunjung," pungkasnya.

5 dari 7 halaman

Ancol Dibuka Lagi

Sementara itu, Departement Head Corporate Communication PT Taman Impian Jaya Ancol, Rika Lestari menuturkan, pembukaan kembali kawasan wisata Ancol mulai berlaku seiring penerapan perpanjangan PSBB Masa Transisi oleh Pemprov DKI Jakarta.

Dia pun membeberkan sejumlah wahana yang bisa dikunjungi para wisatawan terhitung mulai Senin, 12 Oktober kemarin. 

"Masyarakat sudah bisa mengunjungi Ancol. Wahana yang dibuka selain taman dan pantai adalah Dunia Fantasi, Sea World Ancol, Ocean Dream Samudra, Allianz Ecopark, Pasar Seni, Putri Duyung Ancol, dan juga sejumlah restoran dan mitra yang berada di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol," ujar Rika, Senin (12/10/2020).

Bahkan menurut Ria, bagi masyarakat yang ber-KTP non DKI Jakarta kini juga sudah bisa mengunjungi kawasan wisata Ancol.

6 dari 7 halaman

Lantas, Seperti Apa Kondisi Bandara Soetta?

Pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta) pada hari pertama PSBB Transisi Senin 12 Oktober 2020 tercatat naik 5 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Berdasarkan pantauan livedata dari Airport Operator Control Center (AOCC), jumlah pergerakan pesawat di Bandara Soetta pada Senin 12 Oktober pukul 19.00 WIB mencapai 454 penerbangan, sementara pada Minggu 11 Oktober pukul 19.00 WIB mencapai 430 penerbangan.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, tren peningkatan ini sangat jarang terjadi karena biasanya jumlah penerbangan pada hari pertama di awal minggu lebih rendah dibandingkan dengan akhir minggu.

"Minggu adalah waktu sibuk di bandara, di mana lalu lintas penerbangan cukup tinggi. Namun, pada hari pertama PSBB Transisi DKI Jakarta ini, lalu lintas penerbangan pada Senin justru lebih tinggi 5 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya," kata Awaluddin dalam keterangannya, Selasa (13/10/2020).

Adapun secara total, jumlah penerbangan di 19 bandara PT Angkasa Pura II pada Senin diperkirakan juga meningkat sekitar 5 persen. Salah satunya dipicu karena cukup ramainya penerbangan di Bandara Soetta, pada hari pertama PSBB Transisi ini.

Menurutnya, peningkatan penerbangan sejalan dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan nasional.

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: