Sukses

Top 3 News: Tujuan Prabowo ke Brunei hingga Jokowi Menang Pilpres 2019

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 News, perjalanan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto ke Brunei Darussalam, pada 16 Mei 2019 sempat menggegerkan publik Tanah Air. Kenapa? Kabar yang beredar menyebutkan bahwa mantan Danjen Kopassus itu akan pergi melarikan diri ke luar Indonesia.

Berita tersebut belakangan dibantah keras oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil menyatakan, kedatangan Prabowo ke sana karena ingin bersilaturahim dengan Sultan Brunei.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merampungkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Dari hasil akhir rekapitulasi KPU tersebut, pasangan calon nomor urut 01 unggul di 21 provinsi, sedangkan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi unggul di 13 provinsi.

Sebelum hasil akhir rekapitulasi suara nasional selesai, penjagaan ketat dilakukan di luar Gedung KPU dimulai sejak Senin sore. Polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga di sepanjang Jalan Imam Bonjol.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Senin 20 Mei 2019:

2 dari 5 halaman

1. Menguak Kunjungan Prabowo Subianto ke Brunei

Dengan setelan jas berdasi dan songkok hitam, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tertangkap kamera berada di Bandara Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham Sam Fernando membenarkan Prabowo terbang ke Brunei pada 16 Mei 2019.

"Berdasarkan informasi yang beredar Pak Prabowo pergi ke Bandar Sri Begawan dari Halim Perdanakusuma pada 16 Mei kemarin," kata Sam Fernando kepada Liputan6.com, Sabtu 18 Mei 2019.

Menurut Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo Subianto ke Brunei Darussalam pada 16 Mei 2019, hanyalah silaturahmi biasa.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Detik-Detik Rekapitulasi Nasional Rampung, Begini Suasana di KPU

Rekapitulasi suara nasional yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hampir rampung, Senin (20/5/2019) malam. Rekapitulasi 33 provinsi telah dirampungkan.

Hanya satu provinsi yang tersisa, yakni Papua. Rapat pleno rekapitulasinya pun masih berjalan hingga pukul 23.22 WIB.

Pantauan Liputan6.com, rekapitulasi diawali dengan petugas KPPS Papua yang membacakan seluruh hasil rekap data pemilu, pileg dan pilpres di semua distrik mana di provinsi paling timur Indonesia tersebut.

Detik-detik rampungnya rekapitulasi suara nasional, Gedung KPU juga mulai dijaga ketat. Polisi mulai Senin (20/5/2019) sore mulai terlihat menutup jalan di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni Jalan Iman Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Ferdinand Demokrat Mundur Dukung Paslon 02, Sandiaga: Terima Kasih

Politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean menyatakan mundur dalam mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan berhenti mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Keputusan itu diambil setelah Ani Yudhoyono di-bully di media sosial.

"Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI," cuit Ferdinand di akun Twitternya @FerdinandHaean2, Minggu (19/5/2019).

Setidaknya ada empat cuitan Ferdinand terkait buzzer setan gundul yang disebut telah merundung istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu. Namun, Ferdinand tidak menyebut akun buzzer yang dimaksud.

 

Selengkapnya...

  

* Ikuti perkembangan Real Count Pilpres 2019 yang dihitung KPU di tautan ini

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Beredar SPDP Atas Nama Prabowo Subianto Terkait Kasus Dugaan Makar
Artikel Selanjutnya
Sandiaga Uno Mengaku Tidak Diajak Prabowo ke Brunei