Sukses

Duka Pedagang Pantura Pendapatan Terus Menyusut karena Tol Cipali

Liputan6.com, Cikopo - Jalan utama Pantai Utara (Pantura) jadi primadona pemudik menuju Jawa Sebelum adanya tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Label primadona jalur Pantura memudar setelah tol Cipali resmi beroperasi sejak Juni 2015 lalu.

Dampak beralihnya pemudik menggunakan jalan berbayar memang bisa mengurai kemacetan. Tetapi di sisi lain bagi mereka yang menjadikan jalur pantura untuk mendulang rezeki, kini terasa sepi. Para pedagang oleh-oleh atau buah tangan khas Panturaan kehilangan sejumlah besar pelanggannya.

Salah satu contohnya adalah para pedagang oleh-oleh di Jalur Pantura Kaliasin, Karawang. Mereka mengaku penghasilannya turun drastis jika dibanding tahun sebelum adanya jalan tol.

Jika semula dalam per hari setiap pedagang bisa meraih untung antara Rp 1 juta hingga 4 juta terutama saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran. Kini justru sebaliknya keberadaan tempat oleh-oleh sepi pembeli, berbalik 180 derajat.

"Kalau dulu sih keuntungan mencapai Rp 2 juta sampai 3 juta bahkan Rp 4 juta dalam sehari mulai arus mudik hingga puncak arus mudik," kata Suhaeti (40) pedagang oleh-oleh khas Jawa Barat, Sabtu (16/6/2018).

Kerugian pun dialami pedagang oleh-oleh di Pantura, yang menjajakan makanan khas Jawa Barat, mulai dari tape dan makanan ringan lainnya seperti dodol, ubi bakar Cilembu serta berbagai macam manisan serta kripik beraneka warna termasuk kerupuk khas pantura, yaitu kerupuk melarat.

"Kerasa banget banget perbedaannya pas belum ada tol Cipali sama sesudah. Sekarang karyawan saja dikurangi karena enggak kebayar gajinya," kata Suhaeti.

2 dari 2 halaman

Tetap Jualan

Pedagang lainnya, Barnas (50), mengakui hal yang sama bahkan kini ia harus berjualan sendiri lantaran sudah tidak lagi memiliki pegawai.

Namun ia tetap berharap jika arus balik Lebaran tahun ini akan ada peningkatan pengunjung untuk mampir membeli oleh-oleh khas Pantura Karawang.

"Harapannya sih pada arus balik Lebaran tahun ini. Mudah mudahan ada peningkatan penghasilan dari tahun sebelumnya," papar Barnas.

Barnas menuturkan, empat tahun beroperasinya Tol Cipali yang menghubungkan Cikopo dengan Palimanan Cirebon, banyak mengubah segalanya. Mulai jalan Pantura yang kini relatif sepi dan tak jadi langgganan macet. Akan tetapi, hal yang membuat mereka miris keberadaan tol justru telah membuat para pelaku usaha kehilangan pendapatan.

"Sejak adanya Tol Cipali, mulai sepi pembeli, pada arus balik tahun kemarin, tiap hari dari pagi sampai sore. Hanya sekitar 500 ribu jauh dibanding dengan empat tahun lalu bisa mencapai Rp 3 jutaan dalam sehari " ungkap Barnas.

Walaupun keuntungan menurun, Barnas tetap menyediakan stok oleh-oleh sehingga pembeli bisa lebih leluasa memilih untuk oleh-oleh dibawa pulang," pungkasnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading