Top 3: Penegasan dan Bantahan Mario Teguh untuk Kiswinar

Mario Teguh mengatakan, sejak dulu dia sudah berkali-kali meminta tes DNA, tapi dilarang oleh sang mantan istri.

Liputan6.com, Jakarta - Motivator kondang Mario Teguh menegaskan bahwa dia tidak pernah membantah bahwa Ario Kiswinar Teguh adalah anak dari perkawinannya dengan Aryani Soenaryo. Kabar ini menjadi berita yang paling sering dibaca sepanjang Senin malam hingga pagi ini di Kanal News Liputan6.com.

Disusul oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Ahmad Basarah yang menilai usulan PPP tentang amandemen UUD 1945 yang mengatur soal syarat menjadi Presiden RI harus WNI asli sebagai bentuk diskriminasi. Demikian pula dengan harapan yang tersirat dari Jessica Kumala Wongso saat merayakan ulang tahunnya di Rutan Pondok Bambu.

Top 3 News Selengkapnya:

1. Mario Teguh: Saya Tidak Pernah Tak Mengakui Kiswinar sebagai Anak

Mario Teguh memberikan keterangan terkait perseteruan dengan Ario Kiswinar Teguh, Jakarta, Senin (10/10). Mario Teguh menyatakan dirinya tidak pernah mengelak bahwa Kiswinar adalah anaknya saat menikah dengan Aryani. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Motivator kondang Mario Teguh menegaskan bahwa dia tidak pernah membantah bahwa Ario Kiswinar Teguh adalah anak dari perkawinannya dengan Aryani Soenaryo. Terlebih, hal itu tertulis jelas di akta kelahiran sang anak yang legal dikeluarkan oleh negara.

"Saya Mario Teguh tidak pernah tidak mengakui Kiswinar sebagai anak yang dilahirkan di dalam pernikahan saya dulu dengan Ibu Aryani. Akte kelahiran adalah dokumen sah negara yang menyatakan hal itu, dan saya tidak pernah menolaknya sampai saat ini," tutur Mario Teguh di Kantor Elza Syarief Law Office, Jalan Laturharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016).

Dengan mata berkaca-kaca, Mario sendiri mengaku sempat kaget saat sang anak yang saat itu berusia 17 tahun, menyebut bahwa dia bukanlah ayahnya. Padahal sejak dulu dia sudah berkali-kali meminta tes DNA tapi dilarang oleh sang mantan istri.

Selengkapnya...

2. Fraksi PDIP: Usulan PPP Presiden Harus WNI Asli Diskriminatif

Presiden Joko Widodo (kanan) bersalaman dengan Mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono usai peresmian gedung baru KPK di Jakarta, Selasa (29/12). Penggunaan gedung ini baru bisa digunakan pada Maret mendatang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Ahmad Basarah menilai usulan PPP tentang amandemen UUD 1945 yang mengatur soal syarat menjadi Presiden RI harus WNI asli tidak sesuai dengan politik hukum negara.

"Usulan PPP untuk mengubah ketentuan Pasal 6 ayat (1) UUD 1945 setelah perubahan agar berubah menjadi Presiden Indonesia ialah orang Indonesia Asli, di mana makna Indonesia asli yang dimaksudkan adalah pribumi merupakan usulan yang ahistoris dan tidak sesuai dengan politik hukum negara yang ingin menghapuskan diskriminasi dalam segala bentuk utamanya karena SARA," kata Ahmad Basarah di Jakarta seperti dikutip Antara, Minggu (9/10/2016).

Menurut dia, dikatakan ahistoris karena sejatinya Pasal 6 ayat (1) UUD 1945 sebelum perubahan, yang menyebutkan Presiden Indonesia ialah orang Indonesia asli juga tidak pernah dimaksudkan untuk membedakan hanya warga negara Indonesia pribumi yang dapat menjadi Presiden dan warga negara Indonesia non-pribumi (peranakan) dibatasi tidak dapat menjadi calon Presiden.

Selengkapnya...

3. Harapan di Ultah Jessica Jelang Pembacaan Nota Pembelaan

Empat hari berselang, wajahnya kembali semringah. Karena pada 9 Oktober kemarin, Jessica merayakan ulang tahunnya yang yang ke-28

Jessica Kumala Wongso merayakan ulang tahun di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu 9 Oktober 2016. Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu genap berusia 28 tahun.

Sang Ibu, yakni Imelda Wongso bersama tim pengacara datang membesuk Jessica di Rutan Pondok Bambu. Dia membawa ayam bakar untuk anak bungsunya itu.

Salah satu pengacara Jessica, Hidayat Boestam, mengatakan, tidak ada permintaan khusus dari kliennya itu. Keluarga pun tidak menyiapkan bawaan tertentu untuk perayaan ulang tahun Jessica.

"Ibu enggak bawa apa-apa. Tidak ada permintaan khusus kepada keluarga. Hanya simpatisan yang bawa kue dan kado. Tidak ada tiup lilin," kata Hidayat di Rutan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu.

Selengkapnya...

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6