Sukses

Keluarga Zulfiqar Ali di Pakistan Syukuri Pembatalan Eksekusi

Liputan6.com, Jakarta - Istri terpidana mati Zulfiqar Ali, Siti Rohani, mengaku lega suaminya luput dari eksekusi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat dini hari.

"Lega Mbak, Alhamdulilah mendengarnya," kata Siti yang berada di Nusakambangan, Jumat (29/72016).

Siti mendengar kabar bawah suaminya tidak dieksekusi beberapa jam setelah pelaksanaan hukuman mati terhadap empat terpidana lainnya yang tetap dieksekusi.

Sebelumnya, nama warga negara Pakistan itu masuk dalam daftar eksekusi mati tahap III yang seluruhnya berjumlah 14 orang. Keluarga dan Kedutaan Besar Pakistan pun telah dikirimi surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi pada awal minggu ini. Namun, Kejaksaan Agung RI memutuskan menunda eksekusi 10 terpidana mati, termasuk Zulfiqar.

Tak hanya Siti, keluarga Zulfiqar yang ada di Lahore, Pakistan juga menyambut gembira pembatalan eksekusi. Keluarga Zulfiqar tak kuasa menahan kegembiraan begitu terdengar berita bahwa ia tak jadi berhadapan dengan tim eksekutor.

Dari sejumlah foto yang dilansir BBC, terlihat keluarga Zulfiqar menari di depan rumah diiringi alat musik tetabuhan tradisional.

Sementara itu, kerabat wanita Zulfiqar di Lahore memperlihatkan sukacita dengan menyantap makanan sembari membawa foto Zulfiqar dalam figura.

Saudara kandung Zulfiqar, Humaira Bibi menegaskan adiknya bukan pengedar narkoba. Pemerintah Indonesia dianggapnya telah menghukum mati orang yang salah.

"Adik saya bukan penyelundup narkoba. Saya bersumpah dia tak bersalah. Saya ingin adik saya tetap hidup," ujar saudara Zulfiqar lainnya, Sajida.