Sukses


Hidayat Nur Wahid Ajak Masyarakat Bersatu Tolak PKI

Liputan6.com, Jakarta - Acara terakhir kunjungan kerja Wakil Ketua MPR, DR. Hidayat Nur Wahid di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sepanjang Hari Jum'at, 27 Mei 2016, adalah menghadiri Tablik Akbar menyambut Ramadan di Desa Kebondalem, Kecamatan Prambanan.

Dalam acara Tablik Akbar di desa tempat kelahirannya itu, Hidayat Nur Wahid menjadi pemberi tausiyah bersama ustad Subkhi Al Bughuri. Tablik akbar diselenggarakan Jumat malam (27/5) di lahan yang dipersiapkan pembangunan masjid dan Islamic Centre di desa tersebut.

Ustad Hidayat Nur Wahid, begitu masyarakat memanggil Wakil Ketua MPR hanya memberikan tausiyah singkat, sekitar 15 menit, karena malam itu ia harus segera kembali ke Jakarta. "Maaf saya tidak bicara lama-lama, lain kali bicara lebih lama lagi," ujar Hidayat Nur Wahid.

Politisi mengawali tausiyah singkat mengenang 10 tahun gempa bumi yang melanda daerah Bantul, Jogja, dan Klaten. Dalam peristiwa itu, menurut Hidayat, Budenya (Sri) wafat tertimpa kayu rangka bangunan.

Menghadapi peristiwa seperti ini, kata Hidayat, ada hikmah yang bisa dipetik. Kita harus mengambil sisi positifnya. Kita harus memperbanyak amal saleh. "Nanti kalau sewaktu-waktu kita dipanggil, kita sudah siap. Kita sudah ada bekal," katanya.

Dalam kesempatan itu, Hidayat juga mengingatkan bahwa kehidupan kita sering terjadi di luar perhitungan kita. Mudah-mudahan, kata Hidayat, kita tidak diganggu oleh ideologi yang menyimpang, Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Kita tidak ingin terjadi pemberontakan seperti di tahun 1965. Lalu, Hidayat menceritakan, bagaimana dia yang waktu itu masih kelas 2 SD dan keluarganya mendapat ancaman dari PKI. Akibatnya, Hidayat harus diungsikan ke kekecamatan, kantor polisi, karena ada ancaman.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kita menolak PKI. Karena mereka tidak ber-Tuhan."Dan, mari kita bersatu padu dengan TNI, dengan Kepolisian untuk menolak PKI," ajak Hidayat Nur Wahid.

Apalagi kita sekarang berada dalam darurat narkoba, darurat kejahatan seksual anak, lalu ditambah lagi adanya PKI. "Bagaimana jadinya negara kita ini," ujar Hidayat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.