Sukses

Menteri Anies: Curang Saat UN Identik dengan Mengkhianati Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan sejumlah pesan kepada para peserta ujian nasional (UN) dan orangtua siswa. Salah satunya adalah menghindarkan diri dari berbuat curang saat melaksanakan ujian.

Dalam pesan yang tersebar melalui media sosial itu, Anies berharap agar seluruh peserta UN percaya diri dan tidak melakukan cara-cara tidak terpuji. Ia mengajak semua pihak menegakkan integritas dengan berhenti membiarkan kecurangan dan berbuat curang.

"Mari kita tetapkan hati kita bahwa mereka yang berusaha mengotori proses pendidikan ini adalah pengkhianat bangsa," tulis Anies dalam pesan yang beredar itu, Senin (4/4/2016).

Anies mengingatkan kecurangan berarti mengkhianati jutaan siswa lain yang belajar dengan serius. Mencontek juga berarti mengkhianati ratusan ribu guru yang membimbing para siswa belajar dan bekerja dalam sunyi menyiapkan penyelenggaraan UN.

"Dari dunia pendidikan yang bersihlah kita membangun bangsa jauh ke depan. Melalui momen seperti UN ini, kita tunjukkan komitmen kita yang percaya diri," lanjut Anies.


Anies mengatakan, ia mengerti dengan perasaan para orangtua yang memiliki anak yang akan menjalani ujian nasional. Pasalnya, anak sulungnya juga akan menjalani ujian yang berlangsung mulai Senin (4/4/2016).

Untuk itu, ia mengajak agar para orangtua membangun suasana belajar yang tenang dan nyaman di rumah masing-masing. Ia juga berharap para orangtua menghindari hal-hal yang bisa mengganggu persiapan anak dalam menghadapi UN.

Pesan Anies juga disampaikan kepada para peserta UN. Ia mengingatkan agar para siswa tidak tegang karena hasil UN tidak lagi menentukan kelulusan.

"Tidak perlu khawatir berlebihan dalam menjalani UN, namun manfaatkan tantangan ini secara sungguh-sungguh sebagai kesempatan bercermin tentang apa yang sudah kita raih dan apa yang perlu kita lakukan ke depan," tutur Anies.

Ia juga membagi tip tetap tenang menghadapi UN. Di antaranya tidak memforsir diri untuk belajar, istirahat yang cukup dengan tidur malam selama delapan jam, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, persiapkan kebutuhan secara detail dan berangkat awal dari rumah menuju sekolah.