Sukses

Ratusan Ribu Siswa SMA Jateng Diminta Senang Hadapi UN

Liputan6.com, Semarang - Ratusan ribu siswa SMA/SMK di Jawa Tengah diminta senang menghadapi Ujian Nasional (UN) yang dimulai pada hari ini. Ketua Komisi E DPRD Jateng, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi, menyampaikan hal itu agar para siswa tidak stres.

Menurut Yoyok, peringatan "Harap Tenang Ada Ujian" sudah saatnya diganti. Peringatan itu justru menimbulkan rasa takut pada para siswa.

"Kita tahu, ketenangan memang dibutuhkan. Namun, lebih penting lagi rasa senang," kata Yoyok kepada Liputan6.com, Senin (4/4/2016).

Yoyok mengusulkan sekolah-sekolah untuk mulai mengenalkan Ujian Nasional sebagai sesuatu yang menyenangkan. "Serius mempersiapkan diri bukan berarti meninggalkan rasa senang dan gembira," tutur Yoyok.

Ia setuju saat dilontarkan adanya dua peringatan. Peringatan "Harap Tenang Ada Ujian Nasional" lebih pas disampaikan kepada masyarakat umum. Sedangkan, peringatan "Harap Senang Ada Ujian Nasional" semestinya lebih banyak disosialisasikan kepada para pelajar.


Sementara itu, Ketua Penyelenggara UN Tingkat Jateng Tri Handoyo menyebutkan jumlah peserta UN di Jateng untuk SMA/SMK tahun 2016 mencapai 392.019 siswa. Sementara, peserta UN tingkat Madrasah Aliyah sebanyak 46.580.

"Naskah soal yang dicetak disesuaikan jumlah siswa yang ikut ujian, ditambah cadangan. Sebelum dicetak dilakukan pemeriksaan dan verifikasi oleh tim," kata Tri Handoyo.

Dinas Pendidikan Provinsi Jateng sudah mendistribusikan naskah soal UN sejak Minggu, 3 April 2016. Naskah diambil dari gudang penyimpanan di lingkungan PT Pura Barutama Kudus ke masing-masing wilayah di 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah.

"Pendistribusian menggunakan 35 armada truk boks milik PT Pos," kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng Nur Hadi Amiyanto.

Menurut Nur Hadi, khusus Kecamatan (Kepulauan) Karimunjawa, Jepara, yang terpisah lautan sejauh 45 mil dari ibu kota kabupaten dikirim lebih awal pada Jumat (1/4/2016).

Dijamin PLN

Pelaksanaan UN dengan sistem online mengharuskan pasokan listrik juga lancar. PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY menjamin pasokan listrik ke semua gedung instansi sekolah di wilayahnya tetap lancar.

Menurut General Manager PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Dwi Kusnanto, saat ini perseroan punya daya listrik maksimal 4500 VA untuk menopang seluruh kegiatan di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah ditambah memback-up listrik hingga ke Yogyakarta dan sekitarnya.

"Beban puncak pemakaian listrik hanya 3300 VA, sehingga masih ada sisa pasokan listrik cukup banyak sebagai cadangan bila sewaktu-waktu dibutuhkan saat pelaksanaan UN," kata Dwi.

Ditambahkan, proses pemadaman selama ini hanya terjadi bila ada masalah teknis pada jaringan listrik di tiap rayon. Selain itu, pemadaman dilakukan sebentar untuk perbaikan.

Loading