3,5 Jam Penyelamatan Kernet Truk di Semarang

Tim harus bekerja extra keras karena posisi kernet terjepit.

Diterbitkan 29 Oktober 2015, 09:38 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Semarang - Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan Semarang. Sebuah truk fuso H 1996 BF yang mengangkut multiplex terguling dan menabrak sebuah warung makan setelah melewati turunan Silayur pada Rabu 28 Oktober 2015 malam sekitar jam 19.30 WIB.

"Truk sempat belok ke kanan, namun karena ramai akhirnya truk banting stir ke kiri. Sempat terlihat percikan api di roda truk," kata Antonius, saksi mata di warung yang terhantam truk.

Setelah terguling, truk kemudian menabrak pohon trembesi dan warung makan. Sopir truk mampu keluar dari kabin, namun kernet truk, Karsudi (30) tak mampu keluar karena kedua kakinya terjepit di antara pohon dan kabin truk.

Warga yag berupaya menolong mengalami kesulitan sehingga proses evakuasi Karsudi menunggu petugas SAR. Setelah Tim Sar dari  Basarnas Kantor SAR Semarang bersama tim medis dari RS. Permata Medika datang, Karsudi segera dievakuasi.

Namun ternyata petugas SAR juga kesulitan sehingga proses berjalan cukup lama. Tim harus bekerja extra keras karena posisi kernet terjepit.

Menurut petugas rescue Kantor SAR Semarang Nyoto Purwanto, hal itu disebabkan kaki kiri korban terjepit.

"Lukanya cukup parah dan mengalami pendarahan. Tim juga harus bekerja di ruang yang sempit untuk melepaskan kaki korban, itu yang membuat proses berjalan cukup lama," kata Nyoto kepada Liputan6.com.

Setelah 3,5 jam berlangsung, akhirnya kernet berhasil dievakuasi dengan selamat. Selanjutnya dia langsung dibawa oleh tim medis dari RS Permata Medika yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi kejadian kecelakaan. (Mvi/Mut)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6