Liputan6.com, Jakarta: Dengan empat juta pengguna narkotik serta obat-obatan berbahaya, Indonesia menjadi salah satu pasar narkoba terbesar di dunia. Namun itu dulu. Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia tak hanya sebagai pasar tapi sekaligus negara penghasil narkoba. Di sana-sini muncul laboratorium gelap. Tingginya angka kasus penyalahgunaan narkoba dianggap sebagai kegagalan aparat di negeri ini memerangi sindikat narkoba.
Mafia pembuat narkoba kerap mengakali pembuatan shabu atau yang dikenal dengan nama ilmiah metampethamin dengan mereduksi efedrin bahan kimia yang kerap dipakai sebagai obat batuk, flu, atau asma. Proses yang gampang dan tersedianya pasokan prekursor ilegal di lapangan membuat klandestin narkoba tumbuh subur. Bahkan ada situs yang terang-terangan diperuntukkan untuk para pecandu narkotika yang ingin membuat sendiri obat-obatnya.
Dari tahun ke tahun, kasus penyalahgunaan narkoba di negeri ini terus meningkat. Terbongkar di satu kota muncul di kota lain. Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) mencatat omzet bisnis narkoba di Indonesia mencapai hampir Rp 300 triliun atau hampir sepertiga nilai APBN 2009. Data Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri menyebut dalam dua tahun terakhir tercatat setidaknya 20 ribu kasus penyalahgunaan narkoba per tahunnya.
Dari data itu Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi sebagai zona merah bisnis narkoba. Disusul Jakarta dan Jawa Barat. Tekad menjadikan Indonesia bebas dari narkoba pada tahun 2015 harus terus diupayakan. Dengan berbagai cara dan dengan cara-cara luar biasa. Penegakan hukum harus bisa membuat jera mulai dari pembuat, bandar, hingga pemakai narkoba. Saksikan selengkapnya dalam video Sigi edisi 5 Maret 2009.(JUM/Tim Sigi)
Mafia pembuat narkoba kerap mengakali pembuatan shabu atau yang dikenal dengan nama ilmiah metampethamin dengan mereduksi efedrin bahan kimia yang kerap dipakai sebagai obat batuk, flu, atau asma. Proses yang gampang dan tersedianya pasokan prekursor ilegal di lapangan membuat klandestin narkoba tumbuh subur. Bahkan ada situs yang terang-terangan diperuntukkan untuk para pecandu narkotika yang ingin membuat sendiri obat-obatnya.
Dari tahun ke tahun, kasus penyalahgunaan narkoba di negeri ini terus meningkat. Terbongkar di satu kota muncul di kota lain. Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) mencatat omzet bisnis narkoba di Indonesia mencapai hampir Rp 300 triliun atau hampir sepertiga nilai APBN 2009. Data Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri menyebut dalam dua tahun terakhir tercatat setidaknya 20 ribu kasus penyalahgunaan narkoba per tahunnya.
Dari data itu Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi sebagai zona merah bisnis narkoba. Disusul Jakarta dan Jawa Barat. Tekad menjadikan Indonesia bebas dari narkoba pada tahun 2015 harus terus diupayakan. Dengan berbagai cara dan dengan cara-cara luar biasa. Penegakan hukum harus bisa membuat jera mulai dari pembuat, bandar, hingga pemakai narkoba. Saksikan selengkapnya dalam video Sigi edisi 5 Maret 2009.(JUM/Tim Sigi)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/245483/original/090304csigi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289073/original/046291600_1783391105-bel6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238313/original/043635800_1783129470-mes4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476394/original/056758700_1768741971-trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289269/original/089484000_1783396770-000_B9C94LX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289662/original/002196700_1783411861-Portugal_s_Bruno_Fernandes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289279/original/026350400_1783397376-063_2282982710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289611/original/039931600_1783410397-Belgium_s_Hans_Vanaken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)