Korban Tewas Akibat Flu Burung Menjadi 18

Yedi Heru Guntara adalah korban ke-18 meninggal dunia akibat virus H5N1. Dinas Peternakan Kabupaten Bandung mengambil sampel darah serta kotoran unggas di sekitar rumah korban di Kampung Kertajaya, Bandung, Jabar.

Diterbitkan 02 Februari 2006, 02:10 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Bandung: Yedi Heru Guntara, pasien flu burung yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, meninggal dunia, Rabu (1/2) pagi. Neni Rocheni, ibu Yedi tidak bisa menahan tangis atas kepergian anak semata wayangnya itu. Sedangkan Sriyono, ayah Yedi jatuh pingsan.

Yedi dikuburkan di tempat pemakaman umum di Kampung Kertajaya, Padalarang, Kabupaten Bandung, hari itu juga. Ratusan teman sekolah korban tampak turut mengantarkan jenazah korban ke pemakaman.

Pascakematian Yedi, petugas Dinas Peternakan Kabupaten Bandung mengambil sampel darah serta kotoran unggas di lingkungan tempat tinggal korban di Kampung Kertajaya. Diduga, almarhum terserang virus avian influenza dari unggas yang mati mendadak di lingkungan itu.

Yedi adalah korban ke-18 yang meninggal akibat virus avian influenza subtipe H5N1. Korban sebelumnya yang meninggal bernama Jasinto, warga Pemalang, Jawa Tengah. Jasinto mengembuskan napas terakhir saat dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara [baca: Jasinto, Korban Tewas Ke-17 Akibat Flu Burung].(DNP/Patria Hidayat dan Taufik Hidayat)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6