Liputan6.com, Jakarta - Dalam Global Passport Power Rank 2026 yang dirilis Passport Index, paspor Indonesia berada di peringkat ke-56 dengan Mobility Score 89. Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Kazakhstan yang berada di peringkat ke-55 dengan skor 90 dan di atas Bolivia yang menempati posisi ke-57 dengan skor 88.
Sementara itu, perubahan mencolok terlihat pada posisi Malaysia yang naik ke peringkat kedua dunia dan berbagi posisi dengan Singapura. Malaysia mencatat Mobility Score 175, hanya berada di bawah Uni Emirat Arab yang memimpin daftar dengan skor 182.
Perkembangan tersebut membuat Malaysia berada dalam kelompok negara dengan akses perjalanan paling luas pada pemeringkatan tahun ini, melansir Malay Mail, Rabu, 30Â September 2026.
Advertisement
Passport Index menggunakan Mobility Score untuk mengukur kemudahan perjalanan lintas negara berdasarkan akses yang tersedia bagi pemegang paspor. Perhitungan tersebut mencakup destinasi yang dapat dimasuki tanpa visa serta negara yang menyediakan fasilitas visa on arrival.
Skor tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan Global Passport Power Rank. Pemeringkatan ini memberikan gambaran mengenai luasnya pilihan perjalanan internasional yang tersedia bagi pemegang paspor dari masing-masing negara.
Perbedaan skor antarnegara mencerminkan variasi akses masuk yang dapat diperoleh pemegang paspor ketika melakukan perjalanan ke luar negeri. Kemudahan tersebut dapat mencakup perjalanan wisata maupun kunjungan singkat yang tidak memerlukan pengurusan visa sebelum keberangkatan.
Akses perjalanan dapat berubah mengikuti kebijakan imigrasi, aturan visa, maupun kesepakatan perjalanan antarnegara. Perubahan regulasi di negara tujuan juga dapat memengaruhi Mobility Score suatu paspor dari waktu ke waktu.
Akses Paspor Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362172/original/097567900_1790759816-yazid-n-5ZIa-CPzOPA-unsplash.jpg)
Pemegang paspor Indonesia memiliki beberapa pilihan akses perjalanan dengan ketentuan yang berbeda di setiap negara. Sebanyak 49 negara dapat dikunjungi tanpa visa, sedangkan 40 negara menyediakan fasilitas visa on arrival.
Bebas visa memungkinkan wisatawan Indonesia memasuki negara tujuan tertentu tanpa mengajukan visa sebelum keberangkatan. Meski demikian, aturan perjalanan tetap dapat menetapkan batas masa tinggal, tujuan kunjungan, serta dokumen pendukung yang perlu dipenuhi.
Sementara itu, visa on arrival memungkinkan pengurusan visa dilakukan setelah wisatawan tiba di negara tujuan. Prosedur ini berbeda dari visa yang harus diperoleh sebelum keberangkatan, dengan persyaratan dan biaya yang mengikuti kebijakan masing-masing negara.
Di sisi lain, 109 negara masih mensyaratkan visa sebelum perjalanan. Pemegang paspor Indonesia perlu mengajukan dan memperoleh dokumen tersebut sebelum memasuki negara tujuan. Ketentuan dapat berbeda berdasarkan kewarganegaraan, tujuan perjalanan, durasi kunjungan, serta kebijakan imigrasi yang berlaku.
Advertisement
Peta Kekuatan Paspor di Asia Tenggara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362173/original/064645500_1790759819-yazid-n-rpKuECE5cFA-unsplash.jpg)
Perbedaan akses perjalanan juga terlihat di antara negara-negara Asia Tenggara dalam Global Passport Power Rank 2026. Brunei menjadi salah satu negara dengan posisi tinggi, yakni peringkat ke-18 dengan Mobility Score 154.
Malaysia dan Singapura menempati peringkat kedua dunia dengan skor yang sama, yaitu 175. Posisi tersebut membuat keduanya berada di atas negara Asia Tenggara lainnya dalam daftar tahun ini.
Timor Leste berada di peringkat ke-46 dengan Mobility Score 102, sedangkan Thailand menempati posisi ke-53 dengan skor 93. Indonesia berada di peringkat ke-56 dengan skor 89 sebagaimana telah disebut di atas.
Filipina tercatat di posisi ke-65 dengan Mobility Score 78, disusul Vietnam pada peringkat ke-72 dengan skor 69. Kamboja berada di posisi ke-74 dengan skor 66. Laos menempati peringkat ke-79 dengan skor 61, sementara Myanmar berada di posisi ke-86 dengan Mobility Score 54.
UEA Memimpin Peringkat Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362174/original/088849700_1790759822-yazid-n-PGz4bK_g2xA-unsplash.jpg)
Uni Emirat Arab menempati posisi teratas Global Passport Power Rank 2026 dengan Mobility Score 182. Pemegang paspor UEA dapat bepergian ke 138 negara tanpa visa dan memperoleh visa on arrival di 44 negara, sementara 16 negara masih mensyaratkan visa.
Spanyol berada di peringkat ke-3Â dengan skor 174. Sejumlah negara seperti Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Swiss, Swedia, Denmark, dan Jepang mencatat Mobility Score 173.
Daftar 20 besar juga mencakup Korea Selatan, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Chile, serta Brunei. Brunei berada di peringkat ke-18 dengan skor 154.
Di bagian bawah daftar, Afghanistan menempati peringkat ke-99 dengan Mobility Score 35. Suriah berada di posisi ke-98 dengan skor 36, disusul Irak di peringkat ke-97 dengan skor 41 dan Pakistan pada posisi ke-96 dengan skor 42.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362823/original/015208400_1790831366-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-01T120806.334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326567/original/092602700_1787027929-Screenshot_2026-08-18_110108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362171/original/051974700_1790759814-yazid-n-n1fBcL74M5Y-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554209/original/004746900_1776063112-498990.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360801/original/035347400_1790665584-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362846/original/014172400_1790832397-1.jpg)