Liputan6.com, Jakarta - Renyah, gurih, dan pas disantap bersama nasi hangat, itulah daya tarik resep peyek kacang yang tak pernah lekang oleh waktu. Melansir dari The Star, Malaysia, nama peyek berasal dari bunyi kerupuk ini saat digigit, yaitu tiruan bunyi dalam bahasa Jawa.
Camilan tradisional ini populer karena bahannya sederhana dan mudah didapat. Portal Garuda (garuda.kemdikbud.go.id) mencatat rempeyek sebagai penganan dari tepung dan kacang yang digoreng, lazim dijumpai di pasar tradisional.
Agar hasilnya kriuk dan tidak melempem, bahan serta teknik menggoreng perlu diperhatikan sejak awal. Berikut adalah resep peyek kacang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (30/9/2026).
Advertisement
Â
Bahan Utama Peyek Kacang dan Fungsinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361865/original/080283300_1790751149-2.jpg)
Peyek atau rempeyek adalah kerupuk gurih khas Jawa yang digoreng dari adonan tepung, umumnya tepung beras. Melansir dari Wikipedia, jenis yang paling umum adalah peyek kacang, sedangkan isian lain seperti teri, rebon, dan ebi juga lazim digunakan. Karena itu, peyek kacang sering dianggap versi paling klasik yang mudah dibuat di dapur rumah.
Di meja makan Indonesia, peyek kerap hadir sebagai pendamping nasi pecel. Melansir dari What To Cook Today, peyek di Indonesia biasa digoreng dengan menuang adonan encer ke sisi wajan sehingga menghasilkan keping besar dan tidak beraturan. Hasilnya tipis, lebar, dan renyah saat dipatahkan.
Setiap bahan punya peran sendiri dalam menentukan kerenyahan. Berikut penjelasan singkatnya.
| Bahan | Fungsi | Tips Memilih |
|---|---|---|
| Tepung beras | Dasar adonan yang memberi tekstur renyah | Pilih yang halus dan kering |
| Tepung sagu atau kanji | Membuat keping lebih tipis dan ringan | Bersifat opsional |
| Santan encer | Memberi rasa gurih pada adonan | Boleh santan segar atau instan |
| Kacang tanah | Isian utama yang gurih | Pilih yang utuh, kering, dan tidak berjamur |
| Bawang putih, ketumbar, kemiri | Bumbu dasar peyek | Sangrai ketumbar dan kemiri agar lebih harum |
| Daun jeruk | Menambah aroma segar | Buang tulang daun, iris tipis |
| Minyak goreng | Media menggoreng | Gunakan cukup banyak dan masih bersih |
Soal kacang, ada catatan penting dari pemerintah. Dokumen Teknologi Tepat Guna Pengolahan Pangan dari Kantor Deputi Menteri Negara Riset dan Teknologi menyebut kacang tanah mengandung protein 17 hingga 29 persen dan lemak 44 hingga 56 persen. Dokumen itu juga mengingatkan bahwa kacang tanah bisa mengandung aflatoksin, terutama bila disimpan di tempat lembap, sehingga hanya kacang yang utuh dan baik yang layak diolah.
Â
Advertisement
Resep Peyek Kacang Klasik yang Renyah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566496/original/081897800_1631178310-Peyek_Kacang.jpg)
Resep dasar ini cocok bagi pemula karena bumbunya sederhana. Hasilnya gurih dengan aroma bawang putih dan ketumbar.
Bahan:
- 250 gram kacang tanah, pilih yang utuh dan kering
- 200 gram tepung beras
- 2 sendok makan tepung sagu atau tepung kanji
- 300 mililiter santan encer
- Minyak goreng secukupnya, sekitar 3 gelas
Bumbu yang dihaluskan:
- 5 siung bawang putih
- 1½ sendok teh ketumbar sangrai
- 3 butir kemiri sangrai
- 1½ sendok teh garam
Cara membuat:
- Pilah kacang tanah, buang yang keriput, berjamur, atau berwarna tidak normal.
- Jemur atau sangrai singkat kacang yang terasa lembap hingga benar-benar kering.
- Campur tepung beras dan tepung sagu dalam wadah, lalu tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk agar tidak menggumpal.
- Masukkan bumbu halus dan aduk rata hingga adonan encer seperti cairan kental, bukan seperti adonan kue.
- Masukkan kacang tanah dan aduk sampai semua kacang terbalut adonan tipis.
- Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak dengan api sedang.
- Ambil satu sendok makan adonan berisi kacang, lalu tuang perlahan ke tepi wajan sambil disiram minyak panas agar adonan melebar tipis.
- Goreng hingga kuning keemasan dan gelembung minyak mulai berkurang, lalu angkat dan tiriskan.
- Ulangi sampai adonan habis. Sesekali singkirkan sisa kacang yang gosong dari minyak, sebab chef Safura Atan dalam The Star menyarankan hal itu agar gorengan berikutnya tidak pahit.
Dinginkan peyek sepenuhnya sebelum disimpan.
Resep Peyek Kacang Kencur Daun Jeruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361866/original/071898100_1790751150-3.jpg)
Tambahan kencur dan daun jeruk membuat aroma peyek lebih tajam dan segar. Telur membantu adonan lebih mudah diatur.
Bahan:
- 250 gram kacang tanah, belah dua bila suka
- 225 gram tepung beras
- 25 gram tepung maizena
- 1 butir telur, kocok lepas
- 300 mililiter santan encer
- 5 lembar daun jeruk, buang tulang daun lalu iris sangat halus
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu yang dihaluskan:
- 4 siung bawang putih
- 3 butir kemiri sangrai
- 1 sendok teh ketumbar sangrai
- 2 sentimeter kencur
- ½ ruas jari kunyit
- 1 sendok teh garam
Cara membuat:
- Campur tepung beras dan maizena, lalu tuang santan sambil diaduk hingga halus.
- Masukkan telur dan bumbu halus, kemudian aduk rata.
- Tambahkan daun jeruk iris dan aduk kembali.
- Bagi adonan menjadi dua. Campurkan separuh kacang ke separuh adonan pertama.
- Panaskan minyak dengan api sedang cenderung kecil.
- Tuang satu sendok sayur adonan di tepi wajan, lalu siram-siram dengan minyak hingga adonan terlepas dan meluncur ke dalam minyak.
- Goreng hingga kering dan berwarna keemasan, lalu tiriskan.
- Masukkan sisa kacang ke sisa adonan, kemudian goreng dengan cara yang sama.
Advertisement
Resep Peyek Kacang Bumbu Kari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361867/original/065307500_1790751151-4.jpg)
Variasi ini memberi aroma rempah yang berbeda dan cocok untuk camilan keluarga. Gunakan bumbu kari bubuk siap pakai agar praktis.
Bahan:
- 300 gram kacang tanah berukuran kecil
- 200 gram tepung beras
- 50 gram tepung sagu
- 1 butir telur, kocok lepas
- 350 mililiter santan encer
- 5 lembar daun jeruk, iris halus
- 1 sendok teh bumbu kari bubuk
- Minyak goreng secukupnya
Bumbu yang dihaluskan:
- 4 siung bawang putih
- 1 sendok teh ketumbar sangrai
- 1 sendok teh garam
Cara membuat:
- Keringkan kacang tanah di tampah atau nampan hingga benar-benar kering.
- Campur tepung beras, sagu, telur, dan santan hingga tidak bergumpal.
- Masukkan bumbu halus, daun jeruk, dan bumbu kari bubuk, lalu aduk rata.
- Pisahkan setengah adonan, lalu campurkan separuh kacang ke dalamnya.
- Panaskan minyak dalam jumlah cukup banyak dengan api sedang.
- Tuang satu sendok sayur adonan berkacang ke tepi wajan, lalu siram minyak hingga adonan meluncur ke dalam minyak.
- Goreng hingga matang merata dan kuning kecokelatan, lalu tiriskan.
- Ulangi dengan sisa adonan dan kacang, kemudian biarkan dingin sebelum disimpan.
Tips Agar Peyek Kacang Renyah dan Tahan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288327/original/003632800_1783312338-Untitled3.jpg)
Buat adonan encer. Adonan yang terlalu kental menghasilkan keping tebal dan keras. Adonan yang encer akan melebar tipis di minyak sehingga lebih renyah.
Pastikan kacang kering. Kacang yang lembap membuat peyek cepat melempem dan berisiko cepat tengik. Sangrai singkat bila perlu.
Gunakan minyak cukup banyak. Keping peyek harus bisa mengapung dan matang merata. Api yang terlalu besar membuat luarnya cepat cokelat, sementara bagian dalamnya masih basah.
Tiriskan dan dinginkan. Letakkan peyek di atas tisu dapur atau rak kawat hingga benar-benar dingin. Peyek yang masih hangat lalu ditutup rapat akan menghasilkan uap sehingga mudah melempem.
Simpan kedap udara. Masukkan peyek ke toples bertutup rapat dan jauhkan dari tempat lembap. Bila peyek mulai melempem, panaskan sebentar di wajan kering dengan api kecil. Dengan penyimpanan yang baik, peyek bisa bertahan beberapa hari hingga sekitar dua pekan, tergantung kelembapan udara.
Kandungan Gizi dan Catatan Konsumsi
Kacang tanah kaya protein dan lemak, sehingga peyek terasa mengenyangkan. Namun, proses penggorengan menambah kalori, jadi nikmati sebagai camilan dalam porsi wajar. Orang dengan alergi kacang sebaiknya menghindari peyek kacang sama sekali.
Selain itu, selalu periksa kondisi kacang sebelum diolah. Kacang berjamur, berbau apek, atau berwarna gelap sebaiknya dibuang, sesuai peringatan tentang aflatoksin dalam dokumen pemerintah di atas.
Variasi Isian Peyek Selain Kacang Tanah
Bila ingin variasi, Anda dapat mengganti kacang tanah dengan isian lain. Selain teri, rebon, dan ebi seperti yang dicatat Wikipedia, kacang hijau juga populer sebagai isian peyek. Prinsip adonan dan cara menggorengnya tetap sama, hanya perlu menyesuaikan waktu agar isian matang merata.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Resep Peyek
1. Mengapa peyek cepat melempem?
Penyebab utamanya adalah kacang atau peyek yang belum benar-benar kering serta penyimpanan di wadah yang tidak kedap udara. Dinginkan peyek sepenuhnya sebelum dimasukkan ke toples.
2. Apakah adonan peyek harus memakai telur?
Tidak wajib. Resep klasik bisa dibuat tanpa telur, sedangkan telur biasanya ditambahkan untuk membantu adonan lebih mudah diatur.
3. Apakah kacang tanah harus digoreng dulu?
Tidak perlu. Kacang cukup dikeringkan, lalu dimasukkan mentah ke adonan dan matang bersama peyek saat digoreng.
4. Api seperti apa yang tepat untuk menggoreng peyek?
Gunakan api sedang. Api terlalu besar membuat peyek cepat gosong di luar dan kurang matang di dalam, sedangkan api terlalu kecil membuatnya menyerap banyak minyak.
5. Berapa lama peyek kacang bisa disimpan?
Bila kering sempurna dan disimpan di toples kedap udara, peyek bisa bertahan beberapa hari hingga sekitar dua pekan, tergantung kelembapan ruangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362040/original/020203500_1790756057-Cek_fakta_gubernur_papua.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361803/original/099544000_1790748121-Cek_fakta_Bantuan_sembako.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361864/original/099588400_1790751148-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294188/original/061134000_1783821740-ChatGPT_Image_Jul_12__2026__09_01_21_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5759232/original/039616600_1778662123-rempeyek_kacang_hijau.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7897508/original/028780000_1780726950-Untitledq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361914/original/052161500_1790753545-HL_Capcay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361868/original/009720300_1790751227-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361858/original/038593300_1790751023-saraba_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357245/original/052055600_1790238446-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361954/original/002378700_1790754865-1644c81a-fbda-4f6a-8abd-2040c6a07418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361196/original/066382900_1790682287-_PR__Sociolla_100_Hotlist_-_5_Grouping__Fragrance__Body__Haircare_.jpeg)