Self Reward Bukan Melulu soal Belanja, Ada Cara Sederhana Memanjakan Diri

Self reward bisa dilakukan setelah melalui tekanan kegiatan padat atau mencapai sesuatu yang berharga dengan hal-hal sederhana yang bisa memanjakan diri.

Diterbitkan 02 September 2026, 22:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Self reward merupakan cara seseorang memberikan penghargaan pada diri sendiri setelah melewati aktivitas, menyelesaikan pekerjaan, atau mencapai sesuatu yang dianggap penting.

Bentuknya tidak harus selalu berupa hadiah besar. Membeli makanan yang sedang diinginkan, menikmati minuman favorit, menghabiskan waktu sendirian di kafe, atau sekadar mengambil jeda dari rutinitas juga dapat menjadi bentuk sederhana untuk memanjakan diri.

Melansir Healthline, Rabu (2/9/2026), menyediakan waktu untuk diri sendiri dapat menjadi salah satu cara untuk menghadapi tekanan dan memberikan ruang bagi seseorang untuk melepaskan diri dari kesibukan.

Pentingnya memiliki waktu untuk diri sendiri juga tercermin dalam survei nasional Wexner Medical Center, Ohio State University. Sebanyak 46 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengaku tidak memiliki cukup waktu untuk diri sendiri selama masa liburan.

Temuan ini menunjukkan bahwa kesibukan dan tuntutan sosial dapat membuat seseorang sulit mengambil jeda, bahkan ketika memiliki kesempatan untuk beristirahat.

Di sisi lain, self reward tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang berlebihan. SELF menyoroti konsep little treat, yakni memberikan kesenangan kecil pada diri sendiri sebagai bentuk penghargaan dalam keseharian.

Namun, di sinilah makna penting dari melihat self reward sebagai secara lebih bijak. Memberikan hadiah pada diri sendiri memang dapat menjadi pelipur setelah melewati hari yang melelahkan, tapi kebiasaan tersebut juga perlu diperhatikan agar tidak berubah menjadi cara untuk terus-menerus mengkompensasi stres.

Konsep Little Thing

Tren little thing mulai ramai di media sosial sejak 2024, menggambarkan kebiasaan memberikan kesenangan sederhana pada diri sendiri setelah menuntaskan tanggung jawab sehari-hari.

Bagi sebagian orang, cara ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari mencuci pakaian hingga menuntaskan pekerjaan yang menumpuk.

Kebiasaan tersebut ternyata juga berkaitan dengan kondisi psikologis. Studi pada 2022 menemukan bahwa orang yang mengalami stres dapat merasa lebih rileks dan bahagia ketika memberikan hadiah kecil pada diri sendiri atau menikmati kesenangan sesaat. Mereka juga cenderung merasa tidak terlalu terbebani oleh keterbatasan waktu.

Little thing tidak harus berupa barang atau menguras pengeluaran. Menikmati makanan favorit, menonton film, berjalan santai, atau sekadar meluangkan waktu untuk diri sendiri juga bisa menjadi bentuk apresiasi sederhana.

Prioritaskan Self-Care

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu, keluarga, serta masyarakat untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan, mencegah penyakit, juga menangani kondisi kesehatan, baik dengan maupun tanpa dukungan tenaga kesehatan.

Konsep ini menunjukkan bahwa merawat diri berkaitan dengan menjaga kesejahteraan secara berkelanjutan. Sebuah studi pada 2020 menunjukkan bahwa praktik perawatan diri berpotensi membantu meredakan perasaan depresi dan kecemasan.

Bentuknya pun beragam, mulai dari pijat, yoga, meditasi, hingga mendengarkan musik yang menenangkan. Self-care juga tidak selalu membutuhkan biaya besar. Seseorang dapat memilih aktivitas sederhana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Jika ingin mencoba layanan tertentu, pilihan dengan biaya lebih terjangkau juga dapat ditemukan, seperti klinik pijat yang dikelola mahasiswa, layanan kesehatan komunitas, atau fasilitas lain yang menawarkan tarif fleksibel dan diskon.

Mengungkap Rasa Syukur

Self reward tidak selalu harus diwujudkan dengan membeli sesuatu. Mengungkap rasa syukur atas hal-hal yang telah berhasil dilewati bisa menjadi cara sederhana untuk menghargai diri sendiri. Kebiasaan ini membantu seseorang menyadari kembali pencapaian dan pengalaman positif yang kerap luput di tengah kesibukan.

Manfaatnya juga didukung penelitian. Meta-analisis pada 2023 terhadap 64 uji klinis menemukan bahwa praktik rasa syukur dapat meningkatkan perasaan positif pada masyarakat umum.

Intervensi berbasis rasa syukur juga berpotensi menjadi pelengkap dalam penanganan kecemasan dan depresi. Mengungkapkan apresiasi pada orang lain pun dapat memberikan dampak positif.

Karena itu, self reward tidak harus berfokus pada sesuatu yang bisa dibeli. Mengakui usaha, menghargai proses, serta berterima kasih pada orang-orang yang telah mendukung dapat menjadi cara sederhana untuk menciptakan momen positif.