Seniman Indonesia Siap Unjuk Karya di Panggung Asia Tenggara

Pemenang kategori Umum, serta Pelajar dan Mahasiswa MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 akan jadi wakil Indoneaia di kompetisi tingkat Asia Tenggara.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seniman Indonesia mendapat kesempatan memperluas eksposur ke tingkat Asia Tenggara melalui MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026. Para pemenang kategori Umum, serta Pelajar dan Mahasiswa akan mewakili Indonesia dalam kompetisi regional bersama talenta seni dari Malaysia dan Thailand.

Kesempatan tersebut hadir setelah MR.D.I.Y. Indonesia menggelar kompetisi seni untuk kedua kalinya dengan mengusung tema "Strength & Resilience." Ajang tahun ini menerima lebih dari 1.500 karya yang berasal dari 32 provinsi di Indonesia.

"Bagi kami, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition bukan sekadar kompetisi. Ini adalah bukti bahwa semangat berkarya masyarakat Indonesia terus tumbuh, dari kota besar hingga daerah dengan jangkauan platform seni yang belum optimal," kata Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Selasa, 11 Agustus 2026.

Proses kurasi melibatkan sejumlah profesional di bidang seni, yakni R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta Edwin Cheah. Para juri menilai karya berdasarkan ide, kreativitas, komposisi, dan teknik yang digunakan peserta.

"Tahun ini, kami melihat perkembangan yang sangat menarik dari kualitas karya para peserta. Tema 'Strength & Resilience' diterjemahkan melalui pendekatan yang sangat beragam, mulai dari pengalaman personal, isu sosial, hingga refleksi terhadap budaya dan lingkungan sekitar," kata Hartanto, seniman sekaligus dewan juri.

Ia menilai, perkembangan peserta tidak hanya terlihat dari kemampuan teknis. Para seniman juga mampu membangun narasi yang kuat melalui pemilihan medium, visual, konsep, serta riset artistik yang mereka lakukan.

 

Para Pemenang

Kategori Professional menempatkan Ari Bayuaji sebagai penerima Grand Prize melalui karya The Storms that Unified Us, 2026. Kategori Umum memberikan Grand Prize pada Veronica Liana melalui Rupa Tan Matra #3, 2026.

Haidar Ammar meraih Judge’s Award lewat Holding the Self Together, 2026, sedangkan Angela Sunaryo memperoleh President’s Director Award untuk XELOTEXAN, 2026. Kategori Pelajar dan Mahasiswa juga melahirkan sejumlah penerima penghargaan.

Muhammad Ragib Noer Khasyi meraih Grand Prize melalui Yang Tersisa Sepulang Kerja (1), 2026. M. Nashrul Rizqil Akbar memperoleh Judge's Award lewat Tjap TANGGOEH, 2026, sementara Nadiva Nuriftitah menerima President’s Director Award melalui The Doorframe, 2026.

Para pemenang kategori Umum, serta Pelajar dan Mahasiswa selanjutnya akan membawa nama Indonesia dalam MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026. Mereka akan berkompetisi dalam ajang regional yang tahun ini berlangsung di Indonesia.

 

Pameran Gratis

Para pemenang juga memperoleh bagian dari total hadiah senilai Rp 370 juta.

"Tahun ini menjadi momen yang membanggakan karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi tingkat regional. Kami berharap momentum ini tidak hanya membuka panggung yang lebih luas bagi seniman Indonesia, tapi juga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat talenta seni di Asia Tenggara," ujar Edwin.

Dukungan terhadap peserta juga berlanjut melalui pameran publik. Seluruh karya pemenang MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 dapat dilihat di MR.D.I.Y. Indonesia Art Exhibition yang berlangsung pada 7–23 Agustus 2026 di MR.D.I.Y. Store, Lotte Mall Jakarta.

Pameran tersebut terbuka untuk masyarakat secara gratis dan bisa dilihat selama jam operasional mal.

 

Memperluas Jangkauan Karya

Pendiri IndoArtNow, Tom Tandio, menilai penyelenggaraan MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026 di Indonesia dapat menjadi ruang bagi talenta seni Tanah Air untuk memperluas jangkauan karya.

"Penyelenggaraan kompetisi tingkat regional di Indonesia menjadi momentum yang sangat baik untuk memberi kesempatan sekaligus memperkenalkan kualitas talenta seni Tanah Air di kawasan Asia Tenggara," ujar Tom.

Ia berharap kompetisi ini terus berkembang sebagai wadah yang membantu seniman Indonesia memperoleh pengalaman, apresiasi, dan eksposur lebih luas di tingkat regional.