Liputan6.com, Jakarta - Ada sesuatu yang menarik ketika daging wagyu A5 halal dari Miyazaki, Jepang, hadir berdampingan dengan ragam makanan Indonesia. Dua tradisi kuliner yang tumbuh dari tanah dan sejarah berbeda seolah menemukan bahasa yang sama di atas meja makan.
Lemak yang perlahan meleleh, aroma rempah yang menguar, hingga sentuhan sambal menghadirkan pengalaman yang tidak sekadar berbicara tentang kemewahan bahan.
"Bagi kami, wagyu bukan sekadar mengejar tingkat marbling tertinggi," kata Yonemasu Arita, CEO Arita Farm and SE Meat, dalam jamuan makan siang eksklusif yang digelar Arita Wagyu Farm dari Miyazaki bersama Alpha Agro Indonesia di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Advertisement
"Kami percaya kualitas sejati lahir dari cara kami merawat setiap sapi dengan penuh perhatian, menjaga kesehatannya, serta menghasilkan daging yang memiliki keseimbangan rasa dan karakter alami. Di balik setiap potongan wagyu, ada filosofi, dedikasi, dan nilai-nilai yang kami bangun selama puluhan tahun," ia menambahkan.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/9319841/original/071101700_1786288810-IMG_7348.jpg)
Sambil menunggu acara dimulai, tamu undangan disajikan nigiri beef dan watermelon feta cheese sebagai canape. Melalui dua hidangan itu, kami bisa mencicipi rasa alami daging wagyu yang sedikit manis dan bertekstur lembut, tapi tidak langsung "mencair" di dalam mulut.
Agenda selanjutnya memperlihatkan demo yang memungkinkan kami melihat proses pemotongan tiga jenis daging sebelum dipanggang di atas pan. Ketiganya disajikan sebagai saikoro yang memakai potongan zabuton, finger dengan striplon beef, dan yakiniku dengan chuck eye roll.
Favorit saya jatuh pada saikoro karena meat juice-nya terasa seperti "meledak" di dalam mulut. Finger dan yakiniku juga tak kalah lezat, dengan karakter rasa yang lebih soft.
Cita Rasa Indonesia X Jepang
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/9319843/original/007920800_1786288854-IMG_7353.jpg)
Setelah berkenalan, pengalaman bersantap masuk ke inti acara, dimulai dengan appetizer berupa bose dan pamelo. Keduanya disajikan dalam takir, wadah alami lipat tradisional yang terbuat dari daun pisang. Takir melambangkan kerendahan hati, ketulusan, dan penghormatan dalam budaya Indonesia.
Rasa keduanya kontras, namun saling melengkapi. Karena rasa kacang sangat kuat di bose, saya bisa langsung segera menyegarkan mulut dengan pamelo yang asam nan segar.
Setelahnya, kami dihidangkan main course pertama berupa striploin beef fingers yang disajikan dengan mashed cassave khas Nusa Tenggara Timur, asparagus, dan heirloom tomatoes. Saya sudah pernah makan daging bersama ubi, tapi baru kali ini menyantapnya dengan singkong.
Tidak disangka, rasanya sangat cocok. Singkong halusnya menambah rasa creamy saat disantap dengan daging juicy yang didominasi rasa gurih.
Â
Advertisement
Sate Madura Pakai Daging Wagyu
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9319844/original/078178700_1786288906-IMG_7364.jpg)
Main course kedua yang dihidangkan adalah nasi goreng nyonya, sate madura berdaging boneless short rib, lengkap dengan saus kacang, dan sambal matah. Nasi goreng nyonya disajikan di dalam potongan bambu.
"Bambu yang kami gunakan berasal dari Jepang dan Indonesia," begitu bunyi keterangan menu di atas meja. Di Indonesia, bambu betung berkualitas tinggi dikenal berasal dari Garut, Jawa Barat.
Nasi goreng Nyonya, resep klasik warisan masyarakat Peranakan di Jakarta, terasa semakin istimewa ketika dipadukan dengan sate Madura berbahan wagyu. Manis alami dari daging berpadu harmonis dengan kekayaan rasa rempah, manis kecap, dan aroma bawang yang khas, menghadirkan rasa yang akrab sekaligus terasa lebih mewah.
Hingga akhirnya matcha panna cotta disajikan sebagai dessert. Rasa matcha yang sedikit pahit berpadu tekstur panna cotta yang halus, ringan, dan creamy jadi penutup santapan yang sempurna.
Â
Filosofi di Baliknya
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-square-new.png,45,565,0)/kly-media-production/medias/9319845/original/005575900_1786288939-IMG_7370.jpg)
Arita Wagyu membawa pengalaman lebih dari 70 tahun dalam menghasilkan Japanese Black dengan sistem terintegrasi, dari pembiakan hingga distribusi. Peternakan ini juga meraih Large Producer Award pada World Steak Challenge 2025.
Filosofinya terangkum dalam "Not Everything is BMS," yakni kualitas wagyu tidak hanya ditentukan marbling, tapi juga kesehatan sapi, pemeliharaan, keseimbangan rasa, dan karakter daging. Pendekatan Earth Medicine Zero (EMO) turut menekankan kesejahteraan hewan dan lingkungan minim stres.
Kehadiran Arita Wagyu di Indonesia menjadi langkah untuk memperkenalkan lebih dari sekadar Japanese Black berkualitas. Melalui kolaborasi bersama Alpha Agro Indonesia, Arita Wagyu ingin memperluas pemahaman tentang wagyu, sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman menikmati daging premium dapat dimulai dari cerita di balik proses produksinya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/9319840/original/081909000_1786288774-IMG_7333.jpg)