Resep Tempe Bacem Khas Jogja yang Manisnya Pas, Gurih dan Bumbunya Meresap

Tempe bacem khas Jogja menawarkan perpaduan manis dan gurih yang pas. Kunci kelezatannya terletak pada bumbu rempah dan proses memasak perlahan.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 10:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tempe bacem merupakan salah satu hidangan Jawa yang lekat dengan cita rasa manis dan gurih. Resep tempe bacem khas Jogja yang manisnya pas bisa menjadi pilihan lauk sederhana untuk melengkapi nasi hangat, terutama bagi pencinta masakan dengan aroma rempah yang kuat tetapi rasa manisnya tetap seimbang.

Popularitas tempe bacem tidak terlepas dari cara memasaknya yang membuat bumbu meresap hingga ke bagian dalam tempe. Proses perebusan atau pembacemannya dilakukan secara perlahan menggunakan gula merah, rempah, dan cairan hingga tempe menjadi empuk serta berwarna kecokelatan.

Di Yogyakarta dan berbagai daerah Jawa Tengah, tempe bacem dapat ditemukan sebagai menu rumahan maupun hidangan pendamping di warung makan. Teksturnya cenderung lembut dan sedikit basah di bagian dalam, sementara permukaannya bisa dibuat lebih kering setelah digoreng sebentar. Berikut resep lengkapnya dari Liputan6.com, Minggu (9/8/2026).

Resep Tempe Bacem Khas Jogja yang Manisnya Pas

Tempe bacem pada dasarnya tidak membutuhkan bahan yang rumit. Kunci utamanya terletak pada keseimbangan gula merah, garam, rempah, serta waktu memasak. Penggunaan air kelapa juga dapat memberikan rasa gurih dan legit yang lebih dalam, sebagaimana dikenal dalam berbagai resep tempe bacem tradisional.

Pada resep ini, gula merah digunakan secukupnya agar karakter manis khas bacem tetap terasa tanpa membuat rasa keseluruhan menjadi terlalu dominan. Asam jawa juga ditambahkan dalam jumlah kecil untuk memberikan sentuhan rasa yang sedikit segar sehingga rasa manis dan gurih menjadi lebih seimbang.

Bahan-bahan

Untuk sekitar 4 porsi, siapkan:

  • 500 gram tempe
  • 400 ml air kelapa
  • 100 gram gula merah, sisir halus
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 2 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh asam jawa
  • Minyak goreng secukupnya

Tempe sebaiknya dipotong dengan ketebalan sekitar 1–1,5 cm. Ukuran ini cukup untuk membuat bumbu lebih mudah meresap tanpa membuat tempe gampang hancur selama proses memasak.

Cara Membuat

1. Potong dan siapkan tempe

Potong tempe sesuai selera dengan ketebalan yang tidak terlalu tipis. Jika ingin bumbu lebih mudah masuk, permukaan tempe dapat disayat tipis secara perlahan. Hindari membuat sayatan terlalu dalam agar potongan tempe tetap utuh ketika dimasak.

2. Haluskan bumbu

Haluskan bawang merah, bawang putih, dan ketumbar hingga cukup lembut. Tidak perlu sampai benar-benar menjadi pasta karena sedikit tekstur bumbu masih dapat memberikan aroma yang lebih kuat ketika dimasak.

3. Susun bahan dalam wajan

Masukkan tempe ke dalam wajan. Tambahkan bumbu halus, daun salam, lengkuas, gula merah, garam, dan asam jawa. Tuangkan air kelapa hingga bumbu dan cairan dapat menjangkau sebagian besar permukaan tempe.

Air kelapa menjadi salah satu bahan yang menarik dalam pembuatan bacem karena memberikan rasa gurih dan sedikit legit pada hasil akhirnya. Jika tidak tersedia, air biasa tetap dapat digunakan, tetapi karakter rasanya akan sedikit berbeda.

4. Masak dengan api kecil

Nyalakan api kecil hingga sedang. Masak tempe secara perlahan agar cairan bumbu dapat meresap secara bertahap. Sesekali balik tempe dengan hati-hati supaya kedua sisinya mendapatkan bumbu secara merata.

Proses ini tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru. Ketika cairan berkurang secara perlahan, gula merah dan rempah akan semakin melekat pada permukaan tempe. Aroma daun salam, lengkuas, bawang, dan ketumbar pun akan semakin terasa.

5. Masak hingga bumbu menyusut

Lanjutkan memasak sampai cairan hampir habis dan tempe terlihat berwarna lebih gelap. Sebaiknya jangan menunggu sampai wajan benar-benar kering karena bumbu yang mengandung gula mudah menempel dan berpotensi gosong.

Angkat tempe ketika bumbu sudah meresap dan masih menyisakan sedikit kelembapan. Diamkan beberapa saat agar panasnya turun dan bumbu semakin meresap ke dalam tempe.

6. Goreng sebentar

Panaskan minyak secukupnya. Goreng tempe bacem dalam waktu singkat sampai permukaannya berubah menjadi cokelat keemasan. Tidak perlu menggoreng terlalu lama karena tempe bacem yang terlalu kering justru dapat kehilangan tekstur lembut yang menjadi salah satu cirinya.

Setelah permukaannya cukup kecokelatan, segera angkat dan tiriskan. Tempe bacem siap disajikan bersama nasi putih hangat, sambal, lalapan, atau sayuran berkuah.

Rahasia Tempe Bacem agar Manisnya Tidak Berlebihan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membuat bacem adalah penggunaan gula merah. Bahan ini memang menjadi karakter penting dalam masakan bacem, tetapi jumlahnya perlu disesuaikan agar rasa manis tidak menutupi gurih dan aroma rempah.

Untuk mendapatkan resep tempe bacem khas Jogja yang manisnya pas, gunakan gula merah secara bertahap. Jika menggunakan gula merah dengan rasa yang sangat kuat, jumlahnya dapat dikurangi. Sebaliknya, gula merah yang rasanya lebih ringan mungkin membutuhkan sedikit tambahan untuk menghasilkan warna dan rasa yang sesuai.

Keseimbangan juga dapat dibantu oleh garam dan sedikit asam jawa. Garam memperkuat rasa gurih, sedangkan asam jawa memberikan sentuhan asam yang membuat rasa manis terasa lebih ringan di lidah.

Air kelapa juga bisa menjadi pilihan untuk menghasilkan bacem yang lebih gurih. Dalam sejumlah resep tradisional, air kelapa digunakan sebagai cairan untuk memasak tempe bersama gula merah dan rempah. Cairan tersebut kemudian dibiarkan menyusut sehingga cita rasanya semakin terkonsentrasi.

Jangan Menggoreng Tempe Bacem Terlalu Lama

Tahap penggorengan sebenarnya bukan proses utama dalam membuat tempe bacem. Tempe sudah matang dan berbumbu setelah proses pembacemannya selesai. Penggorengan hanya bertujuan memberikan aroma yang lebih harum serta permukaan yang sedikit kering dan kecokelatan.

Tempe bacem yang digoreng terlalu lama berisiko menjadi keras. Kandungan gula pada bumbu juga dapat membuat permukaan tempe cepat berubah warna dan bahkan gosong sebelum bagian luarnya mendapatkan tekstur yang diinginkan.

Karena itu, gunakan minyak yang sudah cukup panas dan goreng sebentar saja. Setelah permukaannya berubah menjadi cokelat keemasan, segera angkat.

Mengapa Bumbu Bacem Harus Dimasak Perlahan?

Proses memasak dengan api kecil menjadi bagian penting dalam menghasilkan tempe bacem yang lezat. Tempe membutuhkan waktu untuk menyerap cairan yang mengandung gula, garam, bawang, ketumbar, daun salam, dan lengkuas.

Api yang terlalu besar dapat membuat air cepat menguap sementara bumbu belum meresap dengan baik. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko gula merah menempel dan gosong di dasar wajan.

Memasak perlahan membuat cairan berkurang secara bertahap. Bumbu memiliki waktu lebih panjang untuk masuk ke pori-pori tempe sehingga rasa tidak hanya berada di permukaan.

Tempe Bacem Cocok Disajikan dengan Apa?

Tempe bacem sudah memiliki cita rasa yang cukup kuat sehingga cocok dipadukan dengan makanan pendamping yang sederhana. Nasi putih hangat menjadi pasangan paling praktis karena rasa gurih dan manis dari bacem dapat menjadi lauk utama.

Sambal juga dapat memberikan kontras rasa yang menarik. Rasa pedas membuat sensasi manis dari bacem terasa lebih seimbang. Lalapan seperti mentimun, kemangi, atau kol dapat ditambahkan untuk memberikan tekstur segar.

Tempe bacem juga dapat disajikan bersama tahu bacem. Kombinasi keduanya cukup populer dalam masakan rumahan Jawa karena menggunakan bumbu dasar yang serupa dan dapat dimasak secara bersamaan.

Tips Menyimpan Tempe Bacem

Jika membuat dalam jumlah cukup banyak, tempe bacem sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum disimpan. Letakkan dalam wadah tertutup agar aroma makanan lain di dalam lemari pendingin tidak mudah terserap.

Tempe yang sudah dibacem dapat disimpan untuk kemudian digoreng ketika akan disantap. Cara ini justru praktis karena proses memasak utama sudah selesai. Ketika ingin disajikan, tempe tinggal digoreng sebentar sampai permukaannya hangat dan kecokelatan.

Hindari menyimpan tempe bacem dalam kondisi masih sangat panas. Biarkan suhunya turun terlebih dahulu sebelum wadah ditutup dan dimasukkan ke lemari pendingin.

Tanya Jawab Seputar Tempe Bacem

1. Apa yang membuat tempe bacem khas Jogja memiliki rasa manis?

Rasa manis tempe bacem terutama berasal dari gula merah. Dalam masakan Jawa, gula merah sering dipadukan dengan rempah dan garam sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis, gurih, dan aromatik. Jumlah gula dapat disesuaikan agar hasil akhirnya tidak terlalu manis.

2. Apakah membuat tempe bacem harus menggunakan air kelapa?

Tidak harus. Air biasa tetap dapat digunakan untuk membacem tempe. Namun, air kelapa dapat memberikan rasa gurih dan legit yang lebih kuat sehingga banyak digunakan dalam resep tempe bacem tradisional.

3. Mengapa tempe bacem sebaiknya dimasak dengan api kecil?

Api kecil membantu cairan bumbu menyusut secara perlahan sehingga tempe memiliki cukup waktu untuk menyerap rasa. Selain itu, cara ini mengurangi risiko gula merah cepat gosong sebelum bumbu meresap.

4. Apakah tempe bacem harus digoreng setelah direbus?

Tidak selalu. Tempe yang sudah dibacem sebenarnya sudah matang dan bisa langsung disantap. Penggorengan hanya menjadi tahap tambahan untuk membuat bagian luar tempe lebih harum, kecokelatan, dan sedikit kering.

5. Bagaimana agar tempe bacem tidak terlalu manis?

Gunakan gula merah secukupnya dan seimbangkan dengan garam serta sedikit asam jawa. Penggunaan air kelapa juga dapat membantu memperkaya rasa gurih sehingga rasa manis tidak terasa terlalu dominan. Jangan lupa mencicipi kuah bumbu sebelum cairan benar-benar menyusut agar rasa masih dapat dikoreksi.

Â