Liputan6.com, Jakarta - Jajanan tradisional Indonesia, lemet singkong, digemari banyak orang berkat rasanya yang manis dan teksturnya yang pulen. Camilan ini menjadi pilihan pas untuk berbagai suasana, dan cara membuat lemet singkong tradisional yang pulen di rumah tidaklah rumit. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana, Anda bisa menghadirkan cita rasa otentik dari warisan kuliner Nusantara ini.
Kue lemet singkong merupakan bagian dari kekayaan kuliner Jawa yang memiliki sejarah panjang, erat kaitannya dengan budaya masyarakat pedesaan. Jajanan ini telah ada sejak zaman nenek moyang, memanfaatkan singkong sebagai bahan pangan utama pada masa kolonial. Lemet singkong sering disajikan dalam acara adat, hajatan, atau sebagai teman minum teh.
Membuat lemet singkong sendiri di rumah dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan. Dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan panduan yang jelas, Anda bisa menciptakan lemet singkong yang pulen dan lezat. Simak resep lengkapnya berikut ini, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (10/6/2026).
Advertisement
Mengenal Lemet Singkong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8220876/original/076477700_1781080668-Gemini_Generated_Image_23agli23agli23ag.jpg)
Lemet singkong adalah penganan tradisional yang terbuat dari singkong parut, gula merah, dan seringkali kelapa parut. Kue ini dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus hingga matang, menghasilkan tekstur yang khas.
Jajanan ini dikenal luas di berbagai daerah di Jawa, kadang disebut utri atau ketimus. Lemet singkong merupakan kue tradisional khas Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sejarah lemet singkong erat kaitannya dengan kebiasaan masyarakat pedesaan di Jawa yang memanfaatkan singkong sebagai bahan pangan utama. Kue ini bahkan telah didokumentasikan dalam Serat Centini yang terbit pada abad ke-18 M. Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus memberikan aroma khas dan meningkatkan cita rasa lemet.
Advertisement
Bahan-Bahan Esensial untuk Lemet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8217424/original/024865300_1781076981-17641575407701982208.jpeg)
Untuk membuat lemet singkong, bahan-bahan yang dibutuhkan cukup sederhana dan mudah didapatkan di pasar tradisional maupun supermarket. Kualitas singkong yang baik akan sangat memengaruhi tekstur akhir lemet yang pulen.
Berikut adalah bahan-bahan utama yang diperlukan untuk membuat lemet singkong tradisional:
- Singkong: 500 gram hingga 1,2 kg, diparut halus.
- Kelapa parut: 100 gram hingga 300 gram, pilih kelapa sedang tuanya atau kelapa muda.
- Gula merah: 100 gram hingga 500 gram, disisir halus.
- Gula pasir: 2 sendok makan hingga 100 gram (opsional, dapat disesuaikan selera).
- Garam: 1/2 sendok teh hingga 1 sendok teh.
- Daun pandan: 2-3 lembar, dipotong-potong (opsional, untuk aroma).
- Daun pisang: Secukupnya, untuk membungkus.
- Tepung tapioka: 3-4 sendok makan (opsional, untuk tekstur lebih kenyal).
- Santan kental: 65 ml (opsional, jika tidak menggunakan kelapa parut).
Langkah-Langkah Membuat Lemet Singkong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8217426/original/061902900_1781076981-665625322027713731.jpeg)
Proses pembuatan lemet singkong melibatkan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah dengan mudah. Kunci kelezatan lemet terletak pada pencampuran bahan yang rata dan pengukusan yang tepat untuk memastikan kematangan sempurna.
- Kupas dan cuci bersih singkong, lalu parut hingga halus. Peras sedikit jika singkong terlalu berair, tetapi jangan sampai terlalu kering.
- Masukkan singkong parut ke dalam wadah besar. Tambahkan kelapa parut, gula merah sisir, gula pasir (jika digunakan), garam, dan daun pandan yang telah dipotong-potong. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
- Jika menginginkan tekstur yang lebih kenyal, tambahkan tepung tapioka lalu aduk kembali hingga merata.
- Apabila tidak menggunakan kelapa parut, tambahkan santan kental sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan lembap dan mudah dibentuk.
- Siapkan daun pisang yang telah dibersihkan. Layukan sebentar di atas api agar tidak mudah sobek saat digunakan untuk membungkus.
- Ambil secukupnya adonan singkong, letakkan di atas daun pisang, lalu bungkus dan sematkan kedua ujungnya dengan lidi atau tusuk gigi.
- Susun bungkusan lemet dalam kukusan yang telah dipanaskan sebelumnya.
- Kukus selama 45-60 menit atau hingga lemet matang dan teksturnya menjadi pulen.
- Angkat dan biarkan sedikit hangat sebelum disajikan. Lemet singkong siap dinikmati sebagai camilan tradisional yang manis dan gurih.
Advertisement
Tips Menciptakan Lemet Singkong Pulen dan Tidak Hancur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528536/original/096728100_1773287360-Gemini_Generated_Image_23mxyf23mxyf23mx.jpeg)
Untuk mendapatkan lemet singkong dengan tekstur yang pulen dan tidak mudah hancur, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama proses pembuatan. Pemilihan bahan baku dan teknik pengolahan yang tepat berperan besar dalam hasil akhir.
- Pilih singkong yang segar dan tidak berserat agar tekstur lemet lebih lembut, pulen, dan mudah dikunyah.
- Gunakan gula merah berkualitas baik untuk menghasilkan rasa manis yang lebih legit serta aroma yang khas.
- Jangan memeras singkong terlalu kering karena kandungan air alami pada singkong membantu menjaga kelembutan lemet setelah matang.
- Layukan daun pisang sebelum digunakan agar tidak mudah sobek saat membungkus adonan dan aroma daun lebih keluar saat dikukus.
- Kukus hingga benar-benar matang selama 45-60 menit agar lemet memiliki tekstur yang pulen merata dan tidak terasa mentah di bagian tengah.
Pertanyaan Seputar Lemet Singkong
Apakah lemet singkong bisa dibuat tanpa kelapa parut?
Ya, lemet singkong bisa dibuat tanpa kelapa parut dengan menggantinya menggunakan santan kental.
Berapa lama lemet singkong bisa bertahan?
Dalam suhu ruang, lemet singkong dapat bertahan 1-2 hari, dan jika disimpan dalam lemari es bisa bertahan hingga 3-5 hari.
Bisakah lemet singkong dibuat tanpa dibungkus daun pisang?
Bisa, adonan dapat langsung dikukus dalam cetakan atau loyang, namun daun pisang memberikan aroma khas.
Apa bedanya lemet singkong dengan getuk?
Lemet singkong mempertahankan tekstur parutan singkong dan selalu dikukus dalam bungkusan daun pisang, sementara getuk biasanya ditumbuk halus.
Bagaimana cara menyimpan lemet singkong agar tetap segar?
Simpan lemet dalam wadah tertutup rapat setelah dingin, dan panaskan kembali dengan dikukus singkat jika ingin disajikan hangat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8220875/original/052802100_1781080668-Gemini_Generated_Image_7kwncg7kwncg7kwn.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306096/original/094510800_1784859881-Gemini_Generated_Image_l26v41l26v41l26v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306092/original/041197800_1784859164-HL_Ikan_goreng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306085/original/073609300_1784858509-Gemini_Generated_Image_tkpwydtkpwydtkpw.jpg)