Liputan6.com, Jakarta - Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) akhirnya angkat bicara menanggapi kekhawatiran publik terkait penyajian makanan halal dalam penerbangan Singapore Airlines. Isu ini mencuat setelah sebuah unggahan di platform Threads pada 20 April 2026 menjadi viral dan memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial.
Melansir Asia One, Rabu, 29 April 2026, unggahan tersebut mempertanyakan kemungkinan awak kabin memanaskan makanan halal bersamaan dengan hidangan non-halal, termasuk yang mengandung daging babi, dalam oven yang sama di dalam pesawat. Kekhawatiran itu kemudian memicu diskusi lebih luas mengenai standar penanganan makanan halal selama penerbangan.
Menanggapi hal tersebut, MUIS pada 22 April 2026 bersuara. Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menyebut telah memantau perkembangan diskusi tersebut sejak awal sebelum akhirnya memberikan tanggapan kepada publik. MUIS menegaskan bahwa isu ini menjadi perhatian serius, mengingat pentingnya kepastian kehalalan bagi umat Muslim.
Advertisement
MUIS menyatakan bahwa penyediaan makanan halal di maskapai penerbangan, khususnya Singapore Airlines, telah melalui proses yang sesuai dengan standar halal. Klarifikasi ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat serta memastikan bahwa kebutuhan penumpang Muslim tetap menjadi prioritas dalam layanan penerbangan.
"Kami tentu memantau situasi ini, kami tidak sedang dalam mode pesawat," tulis MUIS dalam pernyataannya. Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa umat Muslim tidak perlu khawatir saat memesan Makanan Muslim (MOML) selama penerbangan. MUIS memastikan bahwa prosedur penyiapan makanan telah memenuhi standar halal yang berlaku.
Proses Penyiapan MOML dan Jaminan Kehalalan di Penerbangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3277146/original/035980700_1603541844-20201024-Makan-Mewah-di-Kabin-A380-Singapore-Airlines-AFP-7.jpg)
Dijelaskan pula bahwa makanan halal yang disajikan di Singapore Airlines, serta pada penerbangan lain yang berangkat dari Singapura, diproduksi di fasilitas katering khusus yang telah bersertifikasi halal. Seluruh proses dilakukan sebelum makanan dimuat ke dalam pesawat, guna menjamin kualitas dan kehalalannya tetap terjaga hingga disajikan kepada penumpang.
"Meskipun oven mungkin digunakan secara bersama, maskapai penerbangan umumnya memiliki prosedur ketat untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang, seperti penggunaan kemasan tertutup rapat serta penanganan yang sesuai standar," jelas MUIS.
Dalam pernyataannya, MUIS juga menegaskan bahwa ketiadaan sertifikasi halal pada suatu produk tidak serta-merta berarti makanan tersebut tidak halal. Penilaian kehalalan tetap bergantung pada bahan, proses, serta cara penanganannya secara keseluruhan.
Badan keagamaan tersebut juga menyarankan para pelancong Muslim untuk mengikuti pedoman sederhana sebelum memutuskan apakah suatu makanan aman untuk dikonsumsi.
Advertisement
Panduan MUIS bagi Penumpang Muslim dalam Memilih Makanan di Pesawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3277142/original/009891700_1603541841-20201024-Makan-Mewah-di-Kabin-A380-Singapore-Airlines-AFP-3.jpg)
1. Periksa bahan-bahan yang digunakan. Pastikan tidak ada kandungan berisiko tinggi atau meragukan. Jika terdapat keraguan, sebaiknya makanan tersebut dihindari.
2. Tanyakan langsung kepada pihak maskapai. Penumpang disarankan untuk menghubungi maskapai sebelum keberangkatan guna memastikan informasi terkait makanan yang akan disajikan, daripada menunggu hingga berada di dalam pesawat.
3. Putuskan dengan bijak. Jika setelah memeriksa dan bertanya masih terdapat keraguan, langkah paling aman adalah tidak mengonsumsinya.
MUIS menambahkan bahwa persiapan ekstra tetap diperlukan, terutama bagi penumpang yang memiliki kekhawatiran lebih terhadap kehalalan makanan. "Tidak ada istilah terlalu banyak persiapan. Jika masih ragu dengan kehalalan makanan dalam penerbangan, membawa makanan sendiri bisa menjadi alternatif yang aman," demikian imbauan tersebut.
Respons Singapore Airlines soal Makanan Halal di Pesawatnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5118269/original/047799200_1738500185-000_36WF8Y2.jpg)
Singapore Airlines turut menanggapi kekhawatiran publik melalui pernyataan resmi. Maskapai tersebut mengklarifikasi bahwa menu Makanan Muslim (MOML) disiapkan tanpa menggunakan daging babi, lemak babi, maupun alkohol, serta menggunakan bahan baku dari pemasok yang telah bersertifikasi halal.
Namun demikian, pihak maskapai menjelaskan bahwa makanan tersebut tidak memiliki sertifikasi halal secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan peralatan makan yang digunakan tidak dipisahkan berdasarkan jenis makanan, serta proses pemanasan kembali dilakukan menggunakan oven yang sama dengan hidangan lain di dalam pesawat. Penjelasan ini disampaikan untuk memberikan transparansi kepada penumpang, sekaligus membantu mereka membuat keputusan yang sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan masing-masing.
Terpisah, mengutip kanal Bisnis Liputan6.com, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan menegaskan seluruh produk makanan dan minuman wajib mengantongi sertifikat halal pada 18 Oktober 2026. Ketentuan ini pun berlaku untuk produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tenggat waktu 18 Oktober 2026 itu sebetulnya mundur dari ketetapan awal. Saat ini, pihaknya masih terus gencar melakukan sosialisasi.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569281/original/023590700_1777436375-WhatsApp_Image_2026-04-29_at_11.01.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412025/original/093491300_1479719891-Singapura.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304698/original/018845000_1784734106-IMG_6662.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587079/original/058184700_1695602277-jisun-han-cjSsSQ7Yedk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306780/original/061138500_1784897996-AP25080501331876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1542037/original/055743600_1489999600-a-view-of-the-container-port-in-singapore-on-december-7-2013-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305979/original/045727600_1784818855-tampines.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2912117/original/007799300_1568608927-20190916-Aktivitas-Warga-Singapura-Saat-Diselimuti-Kabut-Asap6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513917/original/066146500_1772076783-AP6854606784113229.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535736/original/066690700_1774103254-CB_BTS.jpg)