4.400 Orang Beri Salam Perpisahan untuk Panda Kembar China Terakhir di Kebun Binatang Ueno Jepang

Panda kembar Xiao Xiao dan Lei Lei akan pulang kampung ke China pada 27 Januari 2026. Hingga kini tak ada prospek peminjaman panda lagi untuk Jepang.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hanya sehari lagi panda kembar Xiao Xiao dan Lei Lei tinggal di Kebun Binatang Ueno di Tokyo, Jepang. Tepat pada 27 Januari 2026, panda kembar terakhir itu akan pulang kampung ke China dan tiba di sana keesokan harinya.

Menjelang kepulangannya, ribuan pengunjung memenuhi Kebun Binatang Ueno pada Minggu, 25 Januari 2026, untuk memberi salam perpisahan terakhir. Total 4.400 slot yang tersedia ludes terjual dan 24,6 kali lipat orang mendaftar secara online, menurut pemerintah metropolitan Tokyo. 

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun yang tinggal di Tokyo, yang datang bersama orangtuanya, mengatakan setelah melihat panda-panda itu, "Keduanya tampak sehat, melahap tunas bambu. Mereka lucu."

Ada juga pengunjung yang tetap datang ke kebun binatang meskipun gagal mendapatkan slot untuk melihat panda-panda tersebut. "Saya berencana untuk tetap berada di kebun binatang sampai tutup. Saya berharap kedua panda kembar itu tetap sehat," kata seorang warga berusia 60 tahun dari Prefektur Saitama, dekat Tokyo, dikutip dari Kyodo News, Senin (26/1/2026).

Panda kembar itu lahir di Jepang pada 2021 dari induknya, Shin Shin, dan pasangannya, Ri Ri, yang keduanya dipinjamkan ke Jepang untuk penelitian pembiakan. Tiongkok tetap memiliki hak kepemilikan atas mereka.

Xiao Xiao dan Lei Lei menjadi panda terakhir yang tersisa di Jepang setelah empat panda lainnya di taman hiburan Adventure World di Shirahama, Prefektur Wakayama, berangkat ke China pada Juni tahun lalu. Sejauh ini, prospek pinjaman panda baru oleh China masih tidak pasti akibat hubungan bilateral yang memburuk antara kedua negara.

 

Diplomasi Panda China - Jepang yang Terkoyak

Ketegangan antara China dan Jepang terjadi setelah pernyataan yang dilontarkan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada tahun lalu. Ia menyebut bahwa Jepang dapat bertindak jika Taiwan diserang China. Negeri tirai bambu selama ini mengakui Taiwan sebagai bagian dari China, bukan negara independen.

China telah lama menggunakan panda raksasa sebagai alat untuk menjangkau dan menunjukkan niat baik terhadap negara lain dalam apa yang disebut "diplomasi panda". Sejak panda tiba di Jepang setengah abad yang lalu, mereka telah memenangkan hati banyak orang di Jepang.

Mereka menarik banyak pengunjung. Mereka juga membawa manfaat ekonomi sebagai daya tarik wisata dan dengan mainan serta barang-barang bertema panda.

Diplomasi Panda Indonesia-China

Beda halnya dengan Jepang, diplomasi panda Indonesia dan China masih terjalin dengan baik. Bahkan, seekor bayi panda lahir di Taman Safari pada 27 November 2025 dan 40 hariannya dirayakan di Taman Safari Indonesia Bogor bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Duta Bear China untuk Indonesia Wang Lutong, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Bayi panda yang dipanggil Rio, singkatan dari Satrio Wiratama, itu semakin menggemaskan dari hari ke hari. Berhasil melewati 40 hari kehidupan dengan baik, kehadiran bayi panda Rio dirayakan dengan acara Public Announcement The 1st Giant Panda Cub Born in Indonesia, kemarin.

"Kelahiran bayi panda ini bukan hanya kabar baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Ini menegaskan bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan diplomasi, persahabatan antarnegara, serta kemajuan ilmu pengetahuan," ujar Menhut dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com. 

Bakal Dikembalikan ke China

Bayi panda dari pasangan Cai To (jantan) dan Hu Chun (betina) itu lahir dengan kulit kemerahan pada 27 November 2025. Setelah 40 hari, rambut-rambut halus hitam putih mulai menutupi permukaan kulitnya. Tim medis menyatakan bahwa berat badannya kini sudah 1.890 gram, naik 46 persen dari 30 hari lalu. Panjangnya juga meningkat 95 persen.

Meski lahir di Bogor, bayi panda Rio tak bisa tinggal selamanya di Taman Safari Indonesia Bogor. CEO Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang menjelaskan, sesuai perjanjian internasional Giant Panda Conservation Care Cooperation, seluruh panda yang ada di luar Tiongkok, termasuk yang lahir di negara Indonesia, pada akhirnya akan kembali ke Tiongkok.

"Dalam perjanjian, panda akan dikembalikan setelah masa kerja sama berakhir. Saat ini kontraknya 10 tahun dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan kedua negara," kata Jansen, dikutip dari kanal News Liputan6.com.