Resep Kue Tetu Khas Sulawesi yang Lembut, Legit, dan Mudah Dibuat di Rumah

Ingin membuat Kue Tetu khas Sulawesi? Simak resep kue Tetu khas Sulawesi Barat lengkap dengan langkah-langkah praktis dan bercita rasa autentik.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 20:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kue Tetu merupakan kudapan tradisional yang berasal dari Sulawesi, khususnya dari Suku Mandar di Sulawesi Barat. Kue ini dikenal luas berkat teksturnya yang lembut dan lumer di mulut, cita rasanya yang legit, serta kemudahan dalam proses pembuatannya di rumah. Ciri khas lain dari Kue Tetu adalah wadahnya yang unik, seringkali dibentuk menyerupai perahu kecil menggunakan daun pandan atau daun pisang.

Kelezatan Kue Tetu telah menjadikannya favorit di berbagai acara keluarga dan hajatan sebagai simbol kebersamaan. Selain itu, kue ini juga menjadi pilihan takjil yang populer selama bulan Ramadan. Keunikan bentuknya yang menyerupai perahu juga melambangkan semangat petualangan dan kehidupan maritim yang kental di masyarakat Sulawesi.

Warisan kuliner turun-temurun ini tidak hanya terbatas di Sulawesi Barat. Masyarakat Mandar yang dikenal suka merantau telah memperkenalkan Kue Tetu ke berbagai daerah lain, mulai dari seluruh wilayah Sulawesi hingga ke Kalimantan, menjadikannya penganan yang dikenal luas. Lantas bagaimana resep kue Tetu khas Sulawesi Barat yang lembut, legit dan mudah dibuat di rumah? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (1/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini. 

Mengenal Lebih Dekat Kue Tetu, Warisan Kuliner Mandar

Kue Tetu, yang juga akrab disapa “Kue Perahu” atau “Kue Pelita”, merupakan salah satu kudapan tradisional yang sangat digemari di Sulawesi Barat. Penamaan “Kue Perahu” berasal dari bentuk wadahnya yang menyerupai perahu kecil, umumnya dibuat dari daun pandan atau daun pisang yang dibentuk persegi panjang. Istilah “tetu” sendiri dalam bahasa lokal merujuk pada bentuk perahu kecil tersebut.

Kue ini adalah warisan kuliner turun-temurun dari Suku Mandar, Sulawesi Barat, dan telah diperkenalkan ke berbagai daerah lain. Berdasarkan buku Jejak-Jejak Mandar: Kamus, Sejarah, Kebudayaan dan Ensiklopedia Tokoh (Pustaka Ilalang, 2017), penganan ini merupakan ciri khas Suku Mandar. Masyarakat Mandar yang gemar merantau berperan besar dalam menyebarkan popularitasnya ke seluruh wilayah Sulawesi hingga ke Kalimantan.

Di beberapa daerah, Kue Tetu dikenal dengan nama yang berbeda-beda, seperti kue pelita di Ternate, kue jojorong di Banten, kue popaco di Gorontalo, dan kue lampu-lampu di Manado, menunjukkan adaptasi dan penerimaannya di berbagai budaya lokal.

Sensasi Rasa Lembut dan Legit Kue Tetu yang Menggoda

Kue Tetu terkenal akan teksturnya yang lembut dan lumer di mulut, menawarkan perpaduan cita rasa manis dan gurih yang khas. Campuran tepung terigu, santan, dan gula menjadi bahan dasar yang menghasilkan tekstur tersebut. Rasa manis dari gula, baik gula merah maupun gula pasir, berpadu dengan gurihnya santan, ditambah aroma wangi khas daun pandan, menciptakan sensasi rasa yang unik dan seringkali membuat ketagihan.

Kue ini paling nikmat disantap dalam keadaan dingin. Bahkan, banyak orang memilih untuk menyimpannya di lemari es sebelum dinikmati untuk mendapatkan tekstur yang menyerupai agar-agar. Kue Tetu juga dikenal memiliki aroma yang sangat wangi, gurih, sedikit asin, dan manis gula merah, dengan cara makan yang disarankan adalah menyendok hingga ke bagian dasar gula merah.

Resep Praktis Kue Tetu: Bahan dan Langkah Pembuatan di Rumah

Proses pembuatan Kue Tetu relatif mudah dan dapat dilakukan di rumah, menjadikannya pilihan ideal bagi siapa saja yang ingin mencoba kudapan tradisional ini. Kunci utama untuk menghasilkan Kue Tetu yang lembut dan legit terletak pada adonan yang tercampur rata serta proses pengukusan yang tepat.

Bahan-bahan untuk Kue Tetu:

Untuk Adonan Putih/Lapisan Encer:

  • Tepung terigu: 200-220 gram (sekitar 20 sdm)
  • Tepung beras: 20-50 gram (sekitar 2-4 sdm), opsional untuk kekenyalan
  • Santan: 600 ml - 1000 ml (kekentalan sedang hingga kental)
  • Gula pasir: 2-6 sdm (opsional, sesuai selera manis)
  • Garam: 1/2 - 1 sendok teh
  • Susu bubuk: 1 sachet (opsional, untuk rasa lebih gurih)

Untuk Isian:

  • Gula merah: 150-170 gram (disisir halus)
  • Gula pasir: secukupnya (sebagai alternatif isian)

Untuk Wadah:

  • Daun pandan besar: secukupnya (pilih yang tidak terlalu tua agar mudah dibentuk dan tidak robek)
  • Lidi atau stapler: untuk menyemat wadah

Langkah-langkah Pembuatan:

  1. Siapkan Wadah Daun Pandan (Perahu): Pilih daun pandan yang lebar, kuat, dan lentur, lalu bersihkan dari duri halus. Potong daun sekitar 15 cm. Lipat kedua ujung daun ke belakang hingga membentuk ruang persegi atau persegi panjang menyerupai perahu, kemudian sematkan dengan lidi atau stapler agar tidak lepas.
  2. Siapkan Isian Gula: Sisir gula merah hingga menjadi butiran kecil. Masukkan gula merah sisir (atau gula pasir) secukupnya ke dasar setiap wadah daun pandan yang sudah dibentuk.
  3. Buat Adonan Kue: Dalam wadah terpisah, campurkan tepung terigu, tepung beras, gula pasir (jika digunakan dalam adonan), garam, dan santan. Aduk rata semua bahan hingga tidak ada yang menggumpal, lalu saring adonan untuk memastikan tekstur yang halus.
  4. Isi dan Kukus: Panaskan kukusan. Tuang adonan cair ke dalam wadah daun pandan yang sudah berisi gula, namun jangan terlalu penuh. Masukkan wadah pandan yang sudah terisi adonan ke dalam kukusan. Kukus dengan api kecil selama sekitar 7-10 menit atau hingga matang dan mengental. Tutup kukusan dengan lap bersih agar uap air tidak menetes ke kue.
  5. Penyelesaian: Angkat kue dari kukusan dan tiriskan. Kue Tetu siap dihidangkan. Untuk sensasi yang lebih nikmat, dinginkan terlebih dahulu di dalam lemari es.

Tips dan Trik untuk Kue Tetu Sempurna

Untuk menghasilkan Kue Tetu yang lembut, legit, dan mudah dibuat di rumah dengan hasil maksimal, ada beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Pemilihan Daun Pandan: Gunakan daun pandan yang tidak terlalu tua atau terlalu muda. Daun yang terlalu tua cenderung mudah sobek, sementara daun yang terlalu muda akan lembek dan kurang kokoh saat dibentuk.
  • Penyaringan Adonan: Pastikan adonan disaring setelah semua bahan dicampur. Langkah ini krusial untuk menghindari gumpalan tepung, sehingga tekstur akhir kue menjadi lebih halus dan lembut.
  • Proses Pengukusan: Penting untuk tidak membuka penutup kukusan sebelum kue matang sepenuhnya, karena hal ini dapat memengaruhi rasa dan tekstur kue. Kukus dengan api kecil agar panas merata dan adonan tidak terlalu bergejolak, memastikan kematangan yang sempurna.
  • Variasi Isian: Selain gula merah atau gula pasir, Anda bisa berkreasi dengan isian lain seperti cokelat, keju, kacang-kacangan, atau buah-buahan sesuai selera.
  • Penyajian Dingin: Kue Tetu sangat nikmat disajikan dalam keadaan dingin setelah disimpan di lemari es. Penyajian dingin ini memberikan sensasi segar dan tekstur yang lebih padat namun tetap lembut.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Resep Kue Tetu Khas Sulawesi Barat

1. Apa itu Kue Tetu dan dari mana asalnya?

Kue Tetu adalah kudapan tradisional yang berasal dari Suku Mandar di Sulawesi Barat. Kue ini juga dikenal sebagai Kue Perahu atau Kue Pelita karena bentuk wadahnya yang menyerupai perahu kecil.

2. Bagaimana karakteristik rasa dan tekstur Kue Tetu?

Kue Tetu memiliki tekstur yang lembut dan lumer di mulut, dengan cita rasa manis dan gurih. Kombinasi gula merah atau gula pasir, santan, dan aroma daun pandan menciptakan rasa yang unik. Kue ini sering disantap dalam keadaan dingin untuk sensasi yang lebih nikmat.

3. Apa saja bahan utama untuk membuat Kue Tetu?

Bahan utama Kue Tetu meliputi tepung terigu, tepung beras (opsional), santan, gula pasir, garam, dan gula merah untuk isian. Daun pandan besar digunakan sebagai wadah pembentuk kue.

4. Berapa lama waktu pengukusan Kue Tetu?

Kue Tetu dikukus dengan api kecil selama sekitar 7-10 menit atau hingga matang dan mengental. Penting untuk tidak membuka penutup kukusan sebelum kue matang sepenuhnya.