Kolaborasi Ilmiah untuk Transformasi Pelayanan Ortopedi di Indonesia Lewat OCM

Kegiatan OCM 2025 menjadi tonggak penting dalam sejarah ortopedi nasional karena untuk pertama kalinya tiga asosiasi besar bersatu dalam satu panggung:

Diperbarui 21 Juli 2025, 02:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesian Orthopaedic Association membuka Orthopaedic Concurrent Meeting (OCM) 2025, yang diselenggarakan pada tanggal 16–19 Juli 2025 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah ortopedi nasional karena untuk pertama kalinya tiga asosiasi besar bersatu dalam satu panggung:

Mereka adalah Indonesian Orthopaedic Spine Surgeon Association (IOSSA), Indonesian Orthopaedic Trauma Society (IOTS) dan Indonesian Orthopaedic Pain Intervention Society (IOPIS). Dengan mengusung tema: “Transforming Deformities: Collaborative Strategies for Better Outcomes”, OCM 2025 menghadirkan pendekatan kolaboratif dalam menghadapi tantangan deformitas tulang dan sendi, perawatan trauma, serta intervensi nyeri, dengan fokus pada peningkatan hasil klinis dan kualitas hidup pasien.

"Banyak masyarakat Indonesia yang mengalami atau mempunyai kelainan bentuk baik itu tulang maupun tulang belakang, tulang lengan atas maupun di paha dan kaki. Jadi tujuan dari acara ini adalah kita ingin menyatukan sumber daya untuk menangani masalah tersebut," terang Chairman of OCM Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Subspesialis Ortopedi Tulang Belakang dr. Andra Hendrianto, Sp.OT(K), Jumat, 18 Julii 2025, dilansir dari Antara.

.Acara ini menjadi forum internasional yang mempertemukan para ahli ortopedi, bedah tulang belakang, trauma ortopedi, dan intervensi nyeri dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, temuan riset, dan praktik terbaik terkini di bidangnya.

 

Spesialis dan Konsultan Ortopedi

Program ilmiah OCM 2025 meliputi:

- Kursus dan pelatihan teknis

- Lokakarya (workshops)

- Kuliah umum dari pembicara utama

- Diskusi panel multidisipliner

- Presentasi riset ilmiah dari peserta

OCM 2025 tidak hanya terbuka untuk spesialis dan konsultan ortopedi, namun juga menyambut hangat kehadiran mahasiswa kedokteran, dokter umum, serta residen ortopedi yang ingin memperdalam wawasan dan berdiskusi secara akademis. Panitia berharap forum ini dapat menjadi wadah berharga bagi para peserta untuk membangun jejaring profesional, bertukar ide inovatif, dan mendorong kemajuan layanan ortopedi di Indonesia dan dunia.

Tak hanya itu, para peserta juga diajak untuk menikmati sisi lain Jakarta—dari kekayaan budaya, landmark modern, hingga keanekaragaman kuliner khas ibu kota. OCM 2025 diharapkan menjadi pengalaman ilmiah yang inspiratif dan membawa dampak nyata bagi masa depan ortopedi.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT (K) menambahkan bahwa salah satu topik yang akan dibawakan dalam acara adalah terkait dengan kebengkokan tulang. Ismail mengatakan sebesar 80 persen kasus yang ditemukan pada pasien yang sudah mendapatkan penanganan adalah mengalami rasa nyeri.