6 Negara yang Melarang Perayaan Hari Valentine

Negara mana sajakah yang melarang perayaan Hari Valentine?

Diterbitkan 14 Februari 2015, 11:35 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Public Displays of Affection (PDA) atau menunjukkan kasih sayang di depan publik akan meningkat cukup tajam di tanggal 14 Februari. Penyebabnya? Tentunya, para pasangan kekasih atau orang-orang yang menunjukkan pada orang tersayang ingin mengungkap perasaan mereka pada Hari Valentine.

Toko-toko akan bermanjaan dengan nuansa merah muda, merah hati, dan tentunya bentuk hati. Toko mawar, cokelat, dan pernak-pernik lucu akan banyak digandrungi para pengunjung. Apalagi, jika bukan bertujuan untuk menyambut Hari Valentine?

Namun, jangan salah. Mengutip dari laman Mic, Selasa (10/2/2015), ternyata dapat negara yang `melarang` warganya untuk memperlihatkan antusiasme mereka terhadap perayaan Hari Valentine. Negara sangat menganjurkan warganya untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang di depan umum.

Negara mana sajakah yang melarang perayaan Hari Valentine itu? Kira-kira, apa ya penyebab? Sedikit bocoran, ternyata Tanah Air tercinta kita ini masuk dalam daftar tersebut. Jadi, berikut ulasannya:

1. Malaysia

1. Malaysia

Sekiranya, terdapat sekitar lebih dari 60 persen penduduk beragama Islam yang mengisi negara tetangga kita satu ini. Oleh karena itu, Hari Valentine cukup terlarang di negeri Jiran ini.

Menunjukkan kasih sayang di depan umum memiliki risiko yang cukup tinggi di negara ini. Bahkan, kabarnya pada tahun 2012, polisi meringkus beberapa pasangan di hotel dan mereka dihukum layaknya melakukan sebuah tindak kejahatan.

2. Iran

2. Iran

Di tahun 2011, Negara Iran melarang perayaan Hari Valentine. Melalui sebuah pertanyaan yang tertayang pada media pemerintah dan juga melalui perkataan para pejabat pemerintah terang-terangan mengatakan warganya tidak boleh merayakannya.

"Simbol hati, simbol setengah hati, mawar merah, dan sebagai aktivitas yang menyambut Hari Valentine dilarang". Apabila tetap dilakukan maka pelakunya akan mendapat denda berat, hukuman penjara, atau lebih buruk lagi.

3. Rusia

3. Rusia

Gubernur Belgorod, salah satu Provinsi Rusia, melarang perayaan Hari Valentine di tahun 2011. Pihak berwenang menyampaikan pendapat bahwa larangan tersebut dimaksudkan untuk melestarikan "keamanan spiritual".

4. Arab Saudi

4. Arab Saudi

Di Arab Saudi, para pejabat konservatif dengan ketat memberlakukan larangan untuk menjual mawar, produk berwarna merah, dan kartu bertemakan cinta pada tanggal 14 Februari. Kabarnya, fenomena ini pun sontak memunculkan kreasi para pedagang untuk membuka pasar gelap.

5. Florida

5. Florida

Pada tahun 2015 ini, kepala sekolah Lake Nona High School melarang anak muridnya untuk merayakan Hari Valentine. Murid yang ketahuan membawa balon, boneka teddy bears, atau bunga mawar akan dipaksa untuk menghadap kepala sekolah dan menyerahkan hadiah mereka. Beberapa sekolah juga mengikuti langkah ini.

6. Indonesia

6. Indonesia

Ulama Muslim di Indonesia memerintahkan para pasangan atau single untuk tidak bertukar kartu, bunga mawar, atau terlibat dalam perilaku terlarang. Namun, masih banyak pemuda/pemudi Indonesia yang menentang dan tetap merayakan Hari Valentine. (Auf/Liz)