Candi Borobudur Genap Berusia 200 Tahun

Candi Borobudur kini genap berusia 200 tahun.

Diterbitkan 18 November 2014, 10:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta- Candi Borobudur tahun ini genap berusia 200 tahun. Akhir pekan kemarin, Menko PMK Puan Maharani bersama dengan Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rebbeca Razavi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menandatangani poster prangko pada acara peluncuran prangko seri 200 Tahun Penemuan Borobudur di Taman Lumbini, Komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

 
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menilai, dengan perkembangan peradaban saat ini, salah satu tantangan yang besar bagi bangsa Indonesia adalah bagaimana keberadaan situs Borobudur.
 
Dimana, situs keajaiban dunia yang ada di tengah-tengah masyarakat itu mampu lestari, serta menjadi sumber inspirasi dan memperkuat integritas kehidupan berbangsa dan bernegara menuju bangsa yang berkepribadian dan bermartabat.
 
"Dalam mewujudkan bangsa yang berkepribadian dan bermartabat tersebut, tentu kita diharapkan untuk mampu mengubah cara fikir dan tindak masyarakatnya melalui kegiatan yang kreatif dan inovatif. Dalam rangka memperkuat kepribadian dan martabat bangsa Indonesia, inilah yang kita sebut Revolusi Mental," kata Puan melalui pesan tertulisnya kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (17/11/2014).
 
Kemudian, Puan menuturkan, situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia (World Culture Heritage) pada tahun 1991 yang didasarkan pada hasil karyanya yang mahakarya, unik dan berkaitan langsung dengan tradisi atau peristiwa dengan makna universal yang luar biasa.
 
Puan menambahkan, di era global terlebih dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (EA) pada Desember 2015, interaksi lintas budaya menjadi kian meningkat dan sangat mempengaruhi eksistensi dan identitas budaya suatu bangsa.
 
"Kita dituntut untuk berperan aktif sesuai dengan posisinya masing-masing, untuk menjaga agar kehidupan budaya Indonesia tidak tergerus oleh budaya yang dapat mengancam kehidupan Bhineka Tunggal Ika," tandas Puan Maharani.