Liputan6.com, Jakarta - Dalam khazanah Islam, terdapat berbagai surah yang memiliki keutamaan khusus. Memahami Al Waqiah dan artinya menjadi ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon kelancaran rezeki.
Surah Al-Waqiah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 96 ayat dan tergolong surat Makkiyah, artinya diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Nama Al-Waqiah sendiri berarti “Hari Kiamat” atau “Peristiwa yang pasti terjadi,” diambil dari kata pertama pada ayat pertama surat ini.
Meskipun secara tematik surat ini menggambarkan dahsyatnya hari kiamat, kondisi manusia saat itu, serta balasan bagi penghuni surga dan neraka, keistimewaannya justru terkenal luas di kalangan umat Islam sebagai “surat kekayaan” atau “surat pembuka rezeki’ yang dipercaya dapat membuka pintu rezeki.
Advertisement
Fenomena ini menjadi bagian dari kajian living qur’an, di mana teks suci tidak hanya dipahami secara tekstual tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam ritual keagamaan masyarakat, sebagaimana diteliti oleh Mila Aulia dkk.
Sayyid Muhammad bin al-Alawy al-Maliki al-Hasani dalam karyanya Abwab al-Farah menyebutkan bahwa keutamaan dari Al-Waqiah adalah menarik rezeki. Dalil normatif yang kerap dijadikan landasan adalah firman Allah dalam Q.S. Hud (11): 6 yang menegaskan bahwa Allah-lah yang memberi rezeki kepada setiap makhluk di bumi.
Bacaan Surah Al-Waqiah Teks Arab, Latin dan Artinya
Surah Al-Waqiah (الواقعة) adalah surat ke-56 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 96 ayat. Nama Al-Waqiah sendiri berarti "Hari Kiamat" atau "Peristiwa yang Pasti Terjadi", diambil dari kata pertama pada ayat pertama. Surat ini tergolong surat Makkiyah yang diturunkan di Kota Makkah.
Berikut adalah bacaan Surah Al-Waqiah dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya:
1. إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ
Latin: Iżā waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).
Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi)
2. لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ
Latin: Laisa liwaq‘atihā kāżibah(tun).
tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya
3. خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ
Latin: Khāfiḍatur rāfi‘ah(tun).
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)
4. إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا
Latin: Iżā rujjatil-arḍu rajjā(n).
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya
5. وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا
Latin: Wa bussatil-jibālu bassā(n).
dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya
6. فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا
Latin: Fa kānat habā’am mumbaṡṡā(n).
maka jadilah ia debu yang beterbangan
7. وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً
Latin: Wa kuntum azwājan ṡalāṡah(tan).
dan kamu menjadi tiga golongan
8. فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ
Latin: Fa aṣḥābul-maimanah(ti), mā aṣḥābul-maimanah(ti).
yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu
9. وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ
Latin: Wa aṣḥābul-masy'amah(ti), mā aṣḥābul-masy'amah(ti).
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu
10. وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ
Latin: Was-sābiqūnas-sābiqūn(a).
dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga)
11. أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ
Latin: Ulā’ikal-muqarrabūn(a).
Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)
12. فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ
Fī jannātin-na‘īm(i).
(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan
Ayat 13 dan seterusnya hingga 96 bisa dibaca di sini
Kandungan Surah Al-Waqiah dan Artinya
Surah Al-Waqiah memiliki kandungan yang sangat mendalam dan sarat dengan pesan-pesan fundamental tentang keimanan dan kehidupan akhirat.
1. Kepastian Hari Kiamat (Ayat 1–6)
Surat ini dibuka dengan penegasan tentang kepastian terjadinya hari Kiamat. Ayat 1–6 menggambarkan dahsyatnya peristiwa tersebut: bumi diguncangkan, gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan. Penggambaran ini bertujuan membangkitkan kesadaran manusia akan hari akhir yang pasti datang.
2. Tiga Golongan Manusia (Ayat 7–56)
Pada hari Kiamat, manusia terbagi menjadi tiga golongan:
• Golongan Kanan (Ash-habul Yamin): Mereka adalah orang-orang yang berbahagia dan mulia. Digambarkan menikmati kenikmatan surga yang luar biasa: berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, pohon pisang yang bersusun, naungan yang terbentang luas, air yang tercurah, dan buah-buahan yang melimpah.
• Golongan Kiri (Ash-habul Masy'amah): Mereka adalah orang-orang yang sengsara dan celaka. Digambarkan berada dalam angin yang sangat panas, air mendidih, dan naungan asap hitam yang tidak sejuk. Mereka adalah orang-orang yang semasa hidupnya bergelimang kemewahan namun terus-menerus melakukan dosa besar dan mendustakan hari kebangkitan.
• Golongan Paling Dahulu (As-Sabiqun): Mereka adalah orang-orang yang paling dahulu beriman dan beramal saleh, yang akan ditempatkan di surga kenikmatan dan didekatkan kepada Allah.
3. Bukti Kekuasaan Allah (Ayat 57–74)
Allah mengajak manusia merenungkan ciptaan-Nya sebagai bukti kekuasaan dan keesaan-Nya: penciptaan manusia dari sperma, penumbuhan tanaman, penurunan air hujan dari awan, dan penciptaan api. Setiap fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa hanya Allah-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
4. Kemuliaan Al-Qur’an (Ayat 75–82)
Allah bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang untuk menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah bacaan yang sangat mulia, berasal dari Lauh Mahfuzh, dan hanya dapat disentuh oleh hamba-hamba yang disucikan.
5. Sakaratul Maut dan Balasan Akhirat (Ayat 83–96)
Bagian penutup surat ini menggambarkan kondisi sakaratul maut dan balasan bagi tiga golongan manusia: ketenangan dan surga bagi al-muqarrabun, salam dari golongan kanan, serta hidangan air mendidih dan neraka Jahim bagi para pendusta.
Fadhilah (Keutamaan) Surah Al-Waqiah
Surah Al-Waqiah memiliki banyak keutamaan yang telah disebutkan dalam berbagai riwayat dan kitab ulama.
1. Terhindar dari Kemiskinan dan Kefakiran
Keutamaan ini adalah yang paling masyhur. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqiah pada tiap-tiap malam, maka dia akan terhindar dari kemiskinan selamanya.” (HR. Imam Baihaqi)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Ya’la, Ibnu Mardawaih, dan lainnya, yang dinukil dari Ibnu Mas’ud RA.
2. Mendatangkan Kekayaan dan Kelancaran Rezeki
Sayyid Muhammad bin al-Alawy al-Maliki al-Hasani dalam karyanya Abwab al-Farah menyebutkan bahwa keutamaan dari Al-Waqiah adalah menarik rezeki. Dalam kitab al-Jawahir al-Lamma’ah juga dijelaskan bahwa surat ini berfungsi sebagai wasilah atau perantara memohon kepada Allah agar mendapatkan kekayaan.
3. Tidak Termasuk Golongan Orang yang Lalai
Dalam riwayat dari Ubay bin Ka’ab, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa membaca Surah Al-Waqiah maka ia tercatat sebagai orang yang tidak lalai.
4. Mengetahui Sifat Surga
Surah ini menggambarkan dengan jelas kenikmatan surga bagi golongan kanan dan as-sabiqun, sehingga membacanya menambah keimanan dan kerinduan pada surga.
5. Mendapatkan Ketenangan Batin dan Terkabulnya Doa
Sebagaimana ditemukan dalam penelitian Mila Aulia dkk. terhadap Majelis Hubbun Nabi, para jamaah merasakan ketenangan batin, kelancaran rezeki, keberkahan hidup, dan terkabulnya doa-doa setelah rutin mengamalkan pembacaan Al-Waqiah.
6. Dicintai oleh Allah dan Manusia
Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an secara istikamah membawa keberkahan dalam hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Cara Mengamalkan Surah Al-Waqiah
Para ulama dan praktisi telah merumuskan berbagai cara untuk mengamalkan Surah Al-Waqiah agar mendapatkan keutamaannya secara optimal.
1. Membaca Setiap Malam
Cara yang paling utama adalah membacanya setiap malam, sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibnu Mas’ud RA. Waktu yang dianjurkan adalah setelah shalat Maghrib hingga sebelum tidur.
2. Membaca Setelah Shalat Subuh
Rasulullah SAW dalam shalat Subuhnya biasa membaca Surah Al-Waqiah. Cara mengamalkannya: setelah tahajud di sepertiga malam terakhir, usahakan tidak tidur hingga masuk waktu Subuh, lanjutkan dengan shalat sunnah qabliyah Subuh dan shalat Subuh berjamaah, kemudian baru membaca surat Al-Waqiah satu kali, dilanjutkan dengan membaca wirid Ya Kariimu Ya Waduud sebanyak seribu kali.
3. Membaca 41 Kali dalam Satu Majelis
Surah Al-Waqiah dapat dibaca sebanyak 41 kali dalam satu majelis, baik dilakukan sendiri, bersama keluarga, atau dalam majelis bersama sahabat. Pilih tempat yang tenang dan suasana yang khusyuk.
4. Membaca 3 Kali Setelah Shalat Subuh dan Isya
Sebagian ulama menganjurkan membaca Surah Al-Waqiah sebanyak 3 kali setelah shalat Subuh dan setelah shalat Isya.
5. Amalan Khusus di Hari Jumat
Ada pula amalan membaca Surah Al-Waqiah sebanyak 25 kali setelah shalat Maghrib dan 125 kali setelah shalat Isya pada hari Jumat.
6. Membaca 14 Kali Setelah Shalat Ashar
Dalam Kitab Mujarobat disebutkan bahwa membaca Surah Al-Waqiah sebanyak 14 kali setelah shalat Ashar akan mendatangkan kekayaan berlimpah.
Pertanyaan Seputar Surah Al-Waqiah
1. Apa arti Surah Al-Waqiah?
Surah Al-Waqiah berarti “Hari Kiamat” atau “Peristiwa yang pasti terjadi.” Nama ini diambil dari kata pertama pada ayat pertama surat tersebut.
2. Berapa jumlah ayat Surah Al-Waqiah?
Surah Al-Waqiah terdiri dari 96 ayat dan merupakan surat ke-56 dalam Al-Qur’an.
3. Apakah Surah Al-Waqiah termasuk surat Makkiyah atau Madaniyah?
Surah Al-Waqiah termasuk surat Makkiyah, artinya diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
4. Benarkah membaca Surah Al-Waqiah dapat mencegah kemiskinan?
Ya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa membaca Surah Al-Waqiah setiap malam, ia tidak akan tertimpa kemiskinan selamanya. Meskipun sebagian ulama menyatakan sanad hadits ini dhaif (lemah), namun hadits lemah tetap dapat diamalkan dalam konteks fadhailul a‘mal (keutamaan amal).
5. Kapan waktu terbaik membaca Surah Al-Waqiah?
Waktu terbaik adalah malam hari (setelah Maghrib hingga sebelum tidur) berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud. Selain itu, waktu setelah shalat Subuh, setelah Dhuha, setelah Tahajud, dan setelah Ashar (14 kali) juga dianjurkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338745/original/090258200_1788339990-cek_fakta_-_mahfud.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339076/original/047630400_1788396190-kades-penipu-768x512.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8987637/original/034103100_1782988884-1000574151.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339070/original/066759800_1788390008-IMG_20260903_041948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339066/original/096937800_1788388503-IMG_20260902_164125.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339065/original/078750200_1788387660-IMG-20260902-WA0109.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339047/original/057357200_1788370733-1090310.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306503/original/053726500_1784881133-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_21.25.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339033/original/006674300_1788367492-IMG_20260902_202820.jpg)