Alami Insiden di Muktamar NU, Gus Rijal Meninggal

Gus Rijal sempat menjalani perawatan usai insiden di Muktamar NU.

Diterbitkan 03 September 2026, 05:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan hidup H. NM Syaiful Rijal sebagai ulama, pendidik, dan politisi mendadak terhenti untuk selamanya. Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pati, Jawa Tengah, itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Jombang, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Gus Rijal, sapaan akrabnya, sempat menjalani perawatan akibat komplikasi medis setelah mengalami insiden di sela-sela Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.

Peristiwa itu terjadi di sela-sela rangkaian Muktamar ke-35 NU pada Sabtu (29/8/2026). Saat berada di area muktamar, Gus Rijal mengalami lonjakan tekanan darah hingga mencapai 211.

Dalam kondisi tersebut, Gus Rijal kemudian terjatuh di kamar mandi. Ia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Insiden itu menyebabkan pendarahan parah pada otaknya sehingga ia harus segera mendapatkan penanganan medis.

Gus Rijal kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan menjalani operasi darurat.

"Darahnya tinggi, 211. Kemudian beliaunya kepleset di kamar mandi. Waktu itulah tidak sadar. Posisinya memang meninggalnya di Rumah Sakit RSUD Jombang," ujar Sekretaris DPC PKB Pati, Kastomo, dikutip Kamis (3/9/2026)

Selanjutnya, Gus Rijal menjalani perawatan di RSUD Jombang. Tim dokter berupaya memberikan penanganan medis secara maksimal untuk menyelamatkan nyawanya.

Namun, kondisi kesehatan Gus Rijal terus memburuk akibat pecah pembuluh darah di otaknya.

"Almarhum mengalami pecah pembuluh darah. Tadi siang sehabis zuhur, (Gus Rijal) meninggal dunia," ujar Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran.

Kepergian Gus Rijal menutup perjalanan panjangnya sebagai pendidik dan pengasuh pesantren. Kariernya sebagai politikus yang baru saja dipercaya memimpin DPC PKB Pati hingga 2031 juga harus berakhir.

Jenazah Gus Rijal kemudian dibantu untuk dipulangkan ke Kabupaten Pati. Jajaran DPC PKB Jombang di bawah komando Anas Burhani memfasilitasi penyediaan ambulans untuk mengantarkan jenazah menuju rumah duka di Pati.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, menjelaskan Gus Rijal hadir di arena muktamar sebagai bagian dari rombongan penggembira.

Kepergian Gus Rijal menyisakan duka mendalam. Sosok yang lahir dan tumbuh dalam tradisi pesantren ini dikenal sebagai figur santri modern yang mampu menjembatani nilai-nilai pendidikan Islam dengan dinamika politik praktis.

Kiprah Pendidikan dan Politik

Latar belakang akademiknya turut memperkuat kiprahnya di dunia pendidikan. Gus Rijal menyandang gelar Lc. dan Magister Pendidikan (M.Pd.) dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Unisnu Jepara.

Di lingkungan pesantren, Gus Rijal dikenal sebagai sosok pendidik yang tekun. Ia mendedikasikan dirinya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Dirgantara dan menjalankan peran manajerial di Yayasan Salafiyah Kajen, Pati.

Sejak pertengahan 2025, Gus Rijal dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati. Jabatan tersebut semakin mengukuhkan kiprahnya di bidang pendidikan Islam dan pengembangan sumber daya santri.

Akselerasi Politik Gus Rijal

Di tengah kiprahnya sebagai pendidik, Gus Rijal mulai mendapat kepercayaan lebih besar di panggung politik daerah. Langkahnya mencuri perhatian ketika DPP PKB menunjuk Gus Rijal untuk menakhodai DPC PKB Pati periode 2026–2031.

Penunjukan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan politiknya. Gus Rijal berhasil mengungguli sejumlah kandidat kuat dalam bursa internal partai, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Setelah dilantik bersama jajaran pengurus PKB secara serentak di Jakarta pada Juli 2026, Gus Rijal langsung bergerak melakukan konsolidasi internal.

Ia memasang target meningkatkan perolehan kursi PKB di DPRD Pati menjadi sembilan hingga 10 kursi pada Pemilu 2029.

Konsolidasi kader pun segera dilakukan. Salah satunya melalui pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi calon pengurus tingkat kecamatan atau Pimpinan Anak Cabang (PAC) PKB di wilayah Kabupaten Pati.

Namun, rangkaian langkah tersebut mendadak terhenti ketika Gus Rijal berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kedatangannya ke Jombang bukan dalam kapasitas sebagai pengurus atau panitia, melainkan sebagai penggembira Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas.

K