Profil Gus Kikin, Kiai Entrepreneur yang Terpilih Jadi Ketum PBNU

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu juga memiliki pengalaman di bidang organisasi dan dunia usaha.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 07:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Sosok yang selama ini dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, itu juga memiliki pengalaman di bidang organisasi dan dunia usaha.

Gus Kikin dipercaya meneruskan perjuangan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng. Ia menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8 sejak 2020.

Gus Kikin lahir pada Minggu, 17 Agustus 1958, dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Dari garis keturunan ibu, nasab Gus Kikin bersambung kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama.

Nyai Hj Khoiriyah Hasyim menikah dengan KH Ma'shum Ali, ulama ahli ilmu falak asal Gresik sekaligus pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah. KH Ma'shum Ali merupakan kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.

Sementara dari garis keturunan ayah, Gus Kikin merupakan keturunan KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang, yang menikah dengan Nyai Hj Khadijah.

Dari garis tersebut, Gus Kikin masih memiliki hubungan keluarga dengan KH Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo.

Gus Kikin menikah dengan Nyai Hj Lelly Lailyah. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak, yakni Ning Dewi Adzroti dan Gus Yusuf Adnan.

 

Pendidikan Gus Kikin

Gus Kikin menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Jombang. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Jombang dan SMAN 2 Jombang.

Setelah itu, Gus Kikin menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Ia juga menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka.

Selain pendidikan formal, Gus Kikin memiliki pengalaman pendidikan pesantren. Ia pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang didirikan ayahnya.

Gus Kikin juga pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.

 

Kiprah di Pesantren dan NU

Sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng, Gus Kikin melanjutkan pengembangan pesantren yang sebelumnya dilakukan Gus Sholah. Di bawah pengelolaan pesantren tersebut, Tebuireng berkembang hingga memiliki 15 cabang di berbagai wilayah Indonesia.

Gus Kikin tercatat mulai menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng pada 2020. Penunjukannya sebagai penerus Gus Sholah telah dipersiapkan melalui musyawarah keluarga pada 2016 yang melibatkan keturunan KH M Hasyim Asy'ari sebagai pendiri pesantren.

Selain memimpin pesantren, Gus Kikin aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Ia dipercaya menjadi Ketua PBNU Bidang Ekonomi sejak 2022.

Sebelumnya, Gus Kikin menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada periode 2008-2022. Ia kemudian dipercaya sebagai Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029.

 

Dikenal sebagai Kiai Entrepreneur

Di luar aktivitas pesantren dan organisasi keagamaan, Gus Kikin dikenal sebagai kiai entrepreneur dengan pengalaman di dunia korporasi.

Ia pernah berkarier di PT Djakarta Lloyd, badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik. Pada periode 1980-1992, Gus Kikin tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Cilegon dan Pimpinan Harian Cabang Medan.

Pada 1997, Gus Kikin mendirikan BBS Group yang bergerak di berbagai sektor usaha. Ia juga pernah dipercaya menjadi Ketua Bidang Energi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur pada 2000-2013.

Gus Kikin tercatat sebagai pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan nasional yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas), serta pemilik stasiun televisi BBS TV.

Pengalaman di dunia korporasi tersebut menjadi salah satu modal Gus Kikin dalam mendorong kemandirian ekonomi warga NU dan transformasi digital di lingkungan organisasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6