Liputan6.com, Jakarta - Kamar mandi seharusnya menjadi salah satu area rumah yang terasa bersih, segar, dan nyaman digunakan setiap hari. Namun, kemunculan cacing di lantai atau sekitar lubang pembuangan tentu bisa membuat siapa pun merasa geli, apalagi jika masalah tersebut datang berulang kali meski kamar mandi sudah sering disiram. Ditambah lagi, bau tidak sedap yang muncul dari saluran air bisa membuat suasana kamar mandi semakin tidak nyaman.
Sebenarnya, cara membuat kamar mandi bebas cacing dan tidak bau tidak hanya dilakukan dengan menyemprotkan cairan pembersih ketika masalah muncul. Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan, mulai dari kebersihan drainase, kondisi lantai, kelembapan, hingga kemungkinan adanya masalah pada saluran pembuangan. Berikut cara membuat kamar mandi bebas cacing dan tidak bau yang telah dirangkum Liputan6 dari berbagai sumber, Kamis, (3/9).
1. Bersihkan Saluran Pembuangan Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412843/original/007417500_1763106623-Lubang_Saluran_Pembuangan_Air.jpg)
Saluran pembuangan menjadi bagian pertama yang perlu diperiksa ketika cacing sering muncul di kamar mandi. Rambut, sisa sabun, kotoran, dan berbagai endapan dapat menumpuk di dalam saluran sehingga membuat area tersebut tetap lembap dan kotor, bahkan ketika permukaan lantai terlihat sudah bersih.
Mulailah dengan membuka saringan drainase, kemudian angkat kotoran yang terlihat menggunakan sarung tangan dan alat yang sesuai. Setelah itu, sikat bagian sekitar lubang pembuangan untuk menghilangkan lendir serta endapan yang menempel sehingga saluran tidak menjadi tempat berkumpulnya kotoran dalam waktu lama.
Pembersihan sebaiknya dilakukan secara rutin dan tidak menunggu sampai air mengalir lambat atau bau mulai muncul. Semakin sering saluran dibersihkan, semakin kecil kemungkinan terjadi penumpukan bahan organik yang dapat membuat kamar mandi lembap, kotor, dan menjadi tempat munculnya berbagai organisme kecil.
Advertisement
2. Gunakan Penutup pada Lubang Drainase
Memasang penutup atau saringan drainase merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah cacing dan kotoran dari saluran masuk ke area kamar mandi. Penutup tersebut sebaiknya memiliki lubang yang cukup untuk membuat air tetap mengalir, tetapi tidak terlalu besar sehingga benda atau organisme dari dalam saluran mudah keluar.
Pilih penutup yang mudah dilepas agar bagian bawahnya dapat dibersihkan secara berkala. Saringan yang dibiarkan kotor justru dapat menampung rambut, sisa sabun, dan kotoran sehingga menimbulkan bau serta membuat aliran air menjadi kurang lancar.
Selain berfungsi sebagai penghalang, penutup drainase juga membantu menjaga saluran tetap lebih terkontrol setelah kamar mandi selesai digunakan. Pastikan penutup tidak rusak, bergeser, atau memiliki celah besar karena kondisi tersebut dapat mengurangi fungsinya dalam menghambat organisme dari saluran pembuangan.
3. Sikat Lantai dan Sudut Kamar Mandi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464778/original/023449500_1767744873-Bersihkan_Secara_Rutin_dan_Tuntas_dengan_Sikat_Khusus.jpg)
Membersihkan lantai kamar mandi dengan sekadar mengguyurnya menggunakan air terkadang belum cukup untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Sisa sabun, minyak tubuh, debu, dan endapan lainnya dapat membentuk lapisan tipis pada permukaan lantai yang sulit terlihat, terutama di sudut ruangan dan area yang jarang terkena sikat.
Gunakan sikat lantai dan cairan pembersih kamar mandi sesuai petunjuk penggunaannya, kemudian gosok bagian yang terlihat kusam atau licin. Area di sekitar kloset, bawah wastafel, sudut dinding, serta bagian dekat lubang pembuangan sebaiknya mendapatkan perhatian lebih karena sering menjadi tempat berkumpulnya kelembapan dan kotoran.
Setelah selesai disikat, bilas lantai sampai bersih dan jangan meninggalkan sisa cairan pembersih secara berlebihan. Lantai yang bersih kemudian sebaiknya dikeringkan dengan mendorong air menuju drainase agar tidak ada genangan yang membuat kamar mandi kembali lembap setelah dibersihkan.
Advertisement
4. Pastikan Kamar Mandi Tidak Selalu Lembap
Kondisi lembap merupakan salah satu hal yang perlu dikurangi ketika ingin menjaga kamar mandi tetap bersih dan tidak mudah berbau. Ruangan yang selalu basah membuat berbagai permukaan lebih sulit mengering dan dapat mempercepat munculnya lendir, kerak, jamur, serta kotoran yang menempel di sekitar saluran air.
Setelah selesai mandi, buka pintu atau jendela jika kondisi rumah memungkinkan agar udara lembap dapat keluar. Apabila kamar mandi tidak memiliki jendela yang cukup, penggunaan ventilasi atau exhaust fan dapat membantu memperbaiki sirkulasi udara dan mempercepat pengeringan permukaan ruangan.
Kebiasaan sederhana seperti mengeringkan lantai setelah mandi juga cukup membantu menjaga kondisi kamar mandi. Gunakan alat pendorong air untuk mengarahkan sisa air menuju lubang pembuangan sehingga tidak ada genangan yang tertinggal terlalu lama di sudut atau bagian lantai yang memiliki kemiringan kurang baik.
5. Periksa Apakah Ada Saluran yang Bocor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547123/original/002198600_1775446751-Gemini_Generated_Image_svxqvjsvxqvjsvxq.jpg)
Kemunculan cacing secara berulang terkadang tidak hanya berkaitan dengan kebersihan permukaan kamar mandi, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi area yang terus-menerus basah. Karena itu, periksa bagian bawah wastafel, sambungan pipa, sekitar kloset, serta area dekat saluran pembuangan untuk memastikan tidak terdapat kebocoran atau rembesan.
Jika terdapat air yang terus menetes dari sambungan pipa, segera cari sumber masalah dan lakukan perbaikan. Membiarkan kebocoran dalam waktu lama dapat membuat bagian tertentu di kamar mandi selalu lembap sehingga pembersihan lantai saja tidak akan menyelesaikan sumber kelembapan tersebut.
Perhatikan pula tanda-tanda seperti lantai yang terus basah di area tertentu, dinding lembap, bau apek, atau munculnya noda yang tidak biasa. Jika kondisi tersebut sulit ditemukan penyebabnya, pemeriksaan oleh tukang ledeng dapat membantu memastikan apakah terdapat kebocoran tersembunyi di balik dinding atau lantai.
Advertisement
6. Hilangkan Endapan yang Menyebabkan Bau
Bau tidak sedap dari kamar mandi sering kali berasal dari kotoran dan endapan yang menumpuk di bagian saluran pembuangan. Meskipun lantai sudah dipel dan permukaan kloset terlihat bersih, bau dapat tetap muncul apabila sumbernya berada lebih dalam pada saluran yang jarang dibersihkan.
Gunakan produk pembersih saluran atau pembersih kamar mandi sesuai petunjuk pada kemasan dan perhatikan aturan penggunaannya. Hindari mencampurkan beberapa jenis bahan pembersih secara sembarangan karena kombinasi zat tertentu dapat menghasilkan gas berbahaya yang berisiko bagi kesehatan.
Setelah proses pembersihan selesai, pastikan saluran dapat mengalirkan air dengan baik dan tidak terdapat sisa kotoran yang menghambat aliran. Jika bau terus muncul meskipun drainase sudah dibersihkan, masalahnya mungkin berasal dari sistem pembuangan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
7. Bersihkan Saringan Drainase
Saringan drainase sering kali menjadi bagian kamar mandi yang terlupakan karena ukurannya kecil dan posisinya berada di lantai. Padahal, bagian tersebut dapat menampung rambut, serpihan kotoran, sisa sabun, serta bahan organik lain yang lama-kelamaan menimbulkan lendir dan bau tidak sedap.
Lepaskan saringan secara berkala, kemudian buang kotoran yang menempel sebelum mencucinya menggunakan air dan sabun. Sikat bagian atas dan bawah saringan sampai tidak ada lagi rambut atau endapan yang tersisa sehingga air dapat mengalir melewati lubang dengan lebih lancar.
Periksa pula kondisi fisik saringan karena bagian yang retak atau rusak dapat membuat celah menjadi lebih besar. Jika sudah tidak berfungsi dengan baik, mengganti saringan dengan model baru yang sesuai ukuran drainase dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga saluran tetap bersih dan lebih tertutup.
Advertisement
8. Jangan Membiarkan Air Menggenang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464780/original/097664800_1767744873-Gunakan_Keset_atau_Mat_Anti-Slip_Berkualitas.jpg)
Genangan air di lantai kamar mandi sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena dapat membuat ruangan tetap lembap setelah digunakan. Selain mengganggu kenyamanan, air yang tertahan di sudut tertentu dapat bercampur dengan sisa sabun dan kotoran sehingga menimbulkan permukaan licin serta bau yang kurang menyenangkan.
Setelah mandi atau membersihkan kamar mandi, gunakan wiper lantai untuk mengarahkan air menuju saluran pembuangan. Kebiasaan tersebut tidak membutuhkan banyak waktu, tetapi cukup efektif untuk membantu mempercepat proses pengeringan terutama pada kamar mandi yang tidak memiliki ventilasi besar.
Jika genangan selalu muncul di lokasi yang sama, perhatikan kemiringan lantai dan posisi drainase. Permukaan yang terlalu datar atau memiliki kemiringan yang tidak mengarah ke saluran dapat membuat air tertahan, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut apabila kondisi tersebut tidak dapat diatasi hanya dengan membersihkan lantai.
9. Periksa Kondisi Pipa dan Septic Tank
Apabila cacing masih sering muncul meskipun lantai, saringan, dan saluran pembuangan sudah dibersihkan, ada kemungkinan masalah berada pada sistem perpipaan yang lebih dalam. Pipa yang rusak, sambungan yang tidak rapat, atau sistem pembuangan yang bermasalah dapat menyebabkan gangguan sanitasi yang tidak terlihat dari permukaan kamar mandi.
Perhatikan apakah terdapat tanda lain seperti air yang mengalir sangat lambat, suara aneh dari saluran, air kembali naik setelah digunakan, atau bau yang terus muncul dari lubang pembuangan. Beberapa tanda tersebut dapat menunjukkan bahwa masalah tidak sekadar berasal dari kebersihan permukaan dan membutuhkan pemeriksaan pada sistem pembuangan.
Jika masalah terus berulang, pertimbangkan untuk meminta bantuan teknisi sanitasi atau tukang ledeng yang berpengalaman. Pemeriksaan profesional dapat membantu menemukan sumber masalah tanpa harus terus-menerus mengandalkan pembersihan permukaan yang hanya memberikan hasil sementara.
Advertisement
10. Jaga Kebersihan Kamar Mandi Setiap Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464779/original/063723900_1767744873-Bilas_Sisa_Sabun_dan_Jaga_Drainase.jpg)
Kamar mandi akan lebih mudah terbebas dari cacing dan bau jika kebersihannya dijaga secara konsisten setiap hari. Tidak perlu selalu melakukan pembersihan besar-besaran, tetapi kebiasaan sederhana seperti membuang rambut dari saringan, mengeringkan lantai, dan memastikan tidak ada sampah tertinggal dapat memberikan perbedaan yang cukup besar.
Buat jadwal pembersihan yang lebih menyeluruh secara berkala untuk mencuci lantai, membersihkan kloset, menyikat sudut ruangan, serta memeriksa saluran pembuangan. Dengan cara tersebut, kotoran tidak memiliki kesempatan untuk menumpuk terlalu lama dan kondisi kamar mandi dapat lebih mudah dikontrol.
Selain kebersihan, perhatikan juga sirkulasi udara dan kondisi saluran air setiap hari. Kamar mandi yang bersih, tidak memiliki genangan, mendapatkan pertukaran udara yang cukup, serta mempunyai drainase yang lancar akan terasa lebih segar dan memiliki risiko lebih rendah mengalami masalah cacing maupun bau tidak sedap.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Kamar Mandi Bebas Cacing dan Tidak Bau
1. Kenapa cacing sering muncul di kamar mandi?
Cacing dapat muncul karena kondisi saluran yang lembap, kotor, memiliki endapan organik, atau terdapat celah yang memungkinkan organisme dari saluran masuk ke kamar mandi.
2. Apakah cacing di kamar mandi berbahaya?
Kemunculan cacing tidak selalu berarti berbahaya, tetapi kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebersihan atau sistem pembuangan perlu diperiksa dan dibersihkan.
3. Bagaimana cara agar kamar mandi tidak bau?
Bersihkan drainase dan saringan secara rutin, jangan membiarkan air menggenang, serta pastikan kamar mandi memiliki sirkulasi udara yang baik.
4. Apakah menutup lubang drainase bisa mencegah cacing?
Penutup drainase dapat membantu mengurangi kemungkinan organisme dari saluran keluar ke kamar mandi, terutama jika saringan terpasang rapat dan tetap memungkinkan air mengalir.
5. Mengapa kamar mandi tetap bau meski sudah dibersihkan?
Bau yang terus kembali dapat berasal dari endapan di saluran, genangan tersembunyi, kebocoran pipa, atau masalah pada sistem pembuangan sehingga sumbernya perlu diperiksa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338745/original/090258200_1788339990-cek_fakta_-_mahfud.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339083/original/015741200_1788397678-80d95185-1a8f-4a0f-89fd-8831ff1a7611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304981/original/087185200_1784779226-sirkulasi_alami_5.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321475/original/054654100_1786442887-333d1ef9-6d16-4ae5-a85e-89f94d516e6a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492321/original/019634300_1770167869-Cara_Menghilangkan_Noda_Kunyit_di_Tangan_dan_Kuku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302249/original/073608500_1784538168-d36a81db-1b96-4059-ae9d-a1c31188ad08.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5233919/original/034537900_1748328617-pexels-cottonbro-4108715.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5753519/original/064957500_1778655038-unnamed__81_.jpg)