Liputan6.com, Jakarta - Memahami surah Ad Dhuha dan artinya diyakini membawa ketenangan batin yang mendalam bagi setiap muslim. Menilik riwayatnya, Surah Makkiyah ini turun sebagai bentuk penghiburan dan motivasi Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW.
Dalam kitab Tafsir Al-Quran Al-Adzim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa surah ini menegaskan kasih sayang Allah yang tak terputus. Di antaranya tertera dalam ayat, yang artinya: "Tuhanmu tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu" yang membantah keraguan.
Manusia sejatinya tidak pernah lepas dari ujian kehidupan, baik berupa kesulitan maupun kenikmatan. Al-Qur'an memandang ujian sebagai cara untuk mengukur keimanan, kesabaran, dan ketakwaan seorang hamba di dunia.
Advertisement
Oleh karena itu, pesan dalam surah ini sangat relevan untuk membangun keteguhan hati. Keyakinan akan pertolongan Allah SWT menjadi kunci utama dalam menghadapi setiap permasalahan kehidupan umat manusia.
Teks Surah Ad-Dhuha, Arab, Latin, dan Artinya
Surat Ad-Dhuha terdiri dari 11 ayat yang sarat akan makna dan doa. Berikut adalah teks lengkap beserta transliterasi dan terjemahannya:
Ayat 1: وَالضُّحَىٰ
Latin: Wad-duhaa
Artinya: Demi waktu duha.
Ayat 2: وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ
Latin: Wal-laili izaa sajaa
Artinya: dan demi waktu malam apabila telah sunyi,.
Ayat 3: مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
Latin: Maa wadda'aka rabbuka wa maa qalaa
Artinya: Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu..
Ayat 4: وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ
Latin: Wa lal-aakhiratu khairul laka minal-uulaa
Artinya: Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia)..
Ayat 5: وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ
Latin: Wa lasaufa yu'tiika rabbuka fa tardaa
Artinya: Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida..
Ayat 6: أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ
Latin: Alam yajidka yatiiman fa aawaa
Artinya: Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);.
Ayat 7: وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ
Latin: Wa wajadaka daallan fa hadaa
Artinya: mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);.
Ayat 8: وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ
Latin: Wa wajadaka 'aa-ilan fa agnaa
Artinya: dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?.
Ayat 9: فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
Latin: Fa ammal-yatiima fa laa taqhar
Artinya: Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang..
Ayat 10: وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
Latin: Wa ammas-saa-ila fa laa tanhar
Artinya: Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik..
Ayat 11: وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Latin: Wa ammaa bini'mati rabbika fa haddits
Artinya: Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur)..
Tafsir Singkat Surah Ad-Dhuha dan Artinya
Menurut kitab Tafsir Al-Quran Al-Adzim karya Ibnu Katsir, Allah SWT mengawali surah ini dengan bersumpah demi waktu dhuha yang terang dan malam yang sunyi. Hal ini menunjukkan bahwa pergantian waktu adalah bukti kebesaran-Nya dan isyarat bahwa setelah kegelapan pasti akan datang cahaya kemudahan.
Melalui ayat ketiga, Allah dengan tegas membantah tuduhan bahwa Dia meninggalkan atau membenci Nabi Muhammad SAW. Lebih lanjut, Allah menjanjikan kehidupan akhirat yang jauh lebih mulia dibandingkan dunia, serta karunia berupa kepuasan batin bagi sang Nabi, yang oleh sebagian ulama ditafsirkan sebagai syafaat bagi umatnya.
Allah juga mengingatkan perjalanan hidup Rasulullah yang bermula dari seorang yatim, tidak mengetahui syariat, dan dalam kondisi kekurangan, lalu Allah menyempurnakannya dengan perlindungan, petunjuk wahyu, dan kecukupan.
Di akhir surah, Allah memberikan perintah tegas untuk memuliakan anak yatim, bersikap ramah kepada orang yang meminta-minta, serta senantiasa memproklamirkan rasa syukur atas segala nikmat yang dianugerahkan.
Asbabun Nuzul Surah Ad-Dhuha
Konteks historis atau asbabun nuzul dari surah ini sangat erat kaitannya dengan fase terhentinya wahyu untuk sementara waktu.
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh kaum musyrik untuk melontarkan ejekan kepada Rasulullah SAW, dengan tuduhan bahwa Allah telah mengabaikan dan meninggalkannya.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Jundub bahwa ada seseorang yang berkata kepada Nabi, "Wahai Muhammad, aku tidak melihat syaitanmu melainkan dia telah meninggalkanmu".
Merespons hinaan tersebut dan untuk memberikan penghiburan kepada hati Rasulullah yang bersedih, Allah SWT kemudian menurunkan surah Ad-Dhuha sebagai jaminan kasih sayang-Nya yang abadi.
Makna Mendalam dan Kandungan Surah Ad-Dhuha
Secara esensial, kandungan utama dari surah Ad-Dhuha menyoroti pentingnya sebuah keteguhan hati dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Surah ini mengajarkan keyakinan akan datangnya pertolongan Allah SWT di setiap titik terendah permasalahan hidup.
Selain itu, maknanya sangat kental dengan pesan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, khususnya kepada Nabi Muhammad SAW.
Kandungan lainnya berpusat pada tanggung jawab sosial umat Islam; di mana keimanan harus diwujudkan dalam bentuk perlakuan mulia terhadap anak yatim, membantu orang yang berada dalam kesulitan, serta memanifestasikan perintah bersyukur ke dalam tindakan nyata sehari-hari.
Hikmah Surah Ad-Dhuha Bagi Umat Islam
Terdapat berbagai pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh umat Islam dari surah ini:
1. Menumbuhkan ketenangan jiwa dan keyakinan bahwa Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman ketika mereka berjuang menghadapi kesulitan.
2. Menanamkan optimisme yang tinggi bahwa setiap ujian, yang disimbolkan dengan malam yang gelap, kelak akan berganti dengan kemudahan dan cahaya pertolongan dari Allah.
3. Menjadikan masa lalu yang penuh keterbatasan sebagai pengingat atau refleksi diri agar tidak mudah mengeluh dan senantiasa mensyukuri anugerah masa kini.
4. Membentuk kepekaan sosial dan akhlak mulia dengan melarang keras tindakan sewenang-wenang terhadap anak yatim maupun orang-orang fakir.
5. Memerintahkan umat Islam untuk selalu mengingat, menghargai, dan membicarakan nikmat Allah sebagai wujud dari rasa syukur (tahadduts bin-ni'mah).
Pertanyaan Seputar Surah Ad-Dhuha
1. Apa keutamaan membaca Surah Ad-Dhuha?
Surah Ad-Dhuha memiliki keutamaan sebagai penghibur hati dan penguat iman. Membaca surah ini dapat mendatangkan ketenangan, menghilangkan rasa putus asa, dan mengingatkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Surah ini juga menjadi pengingat untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah dan berbuat baik kepada sesama.
2. Apa kandungan pokok Surah Ad-Dhuha?
Surah Ad-Dhuha (surah ke-93) mengandung pesan tentang penghiburan, pertolongan Allah, dan rasa syukur. Surah ini menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan Nabi Muhammad SAW, menjanjikan kehidupan akhirat yang lebih baik, mengingatkan nikmat-nikmat Allah, serta memerintahkan untuk berbuat baik kepada anak yatim, tidak menghardik orang yang meminta-minta, dan menyatakan nikmat Allah.
3. Kapan Surah Ad-Dhuha diturunkan?
Surah Ad-Dhuha termasuk surah Makkiyah dan diturunkan di Makkah setelah surah Al-Fajr. Surah ini turun sebagai penghiburan kepada Nabi Muhammad SAW ketika wahyu sempat terhenti beberapa waktu, dan orang-orang musyrik menuduh bahwa Allah telah meninggalkan beliau.
4. Mengapa Surah Ad-Dhuha dinamakan demikian?
Surah Ad-Dhuha dinamakan demikian karena diambil dari kata pertama pada ayat pertamanya, yaitu waḍ-ḍuḥā yang berarti "waktu matahari sepenggalahan naik" atau "waktu pagi". Nama ini mencerminkan sumpah Allah dengan waktu dhuha sebagai pengantar pesan-pesan penting dalam surah ini.
5. Apa hubungan Surah Ad-Dhuha dengan Surah Al-Insyirah?
Surah Ad-Dhuha dan Surah Al-Insyirah (atau Al-Insyirah) memiliki hubungan yang erat. Kedua surah ini sama-sama merupakan penghiburan bagi Nabi Muhammad SAW dan sering dibaca bersama dalam salat. Surah Al-Insyirah melanjutkan tema penghiburan dengan janji bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan. Kedua surah ini juga memiliki kesamaan dalam konteks turunnya, yaitu sebagai penguat hati Rasulullah SAW di tengah masa-masa sulit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338391/original/066538400_1788327609-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-02T123903.075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359126/original/045528800_1758620783-OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338475/original/056191700_1788330872-1001622705.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338433/original/049171900_1788329623-IMG-20260902-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578226/original/050320100_1782536534-Q9pPAyic8jv7cpBl4fRIrUpKD9FkIl7fODAhUgsZ.jpg)