Liputan6.com, Jakarta - Jumat mubarok artinya adalah ‘Jumat yang diberkahi’ atau ‘Jumat penuh berkah’, ungkapan yang kerap diucapkan umat Islam untuk menyambut hari paling mulia dalam sepekan. Hari Jumat adalah sayyidul ayyam atau penghulu segala hari yang keutamaannya ditegaskan dalam Al-Qur’an dan berbagai hadis sahih.
Allah SWT secara khusus menyebut hari Jumat dalam firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah” (QS. Al-Jumu’ah: 9). Keistimewaan hari ini menjadikannya momentum istimewa untuk meraih keberkahan, baik melalui ibadah ritual maupun pembentukan akhlak mulia.
An-Nawawi dalam Kitab Syarah Nawawi ‘ala Muslim menegaskan bahwa hari Jumat disebut sayyidul ayyam sebagaimana termaktub dalam hadis-hadis shahih. Sementara itu, Ahmad An-Nu’aimi dalam buku 40 Hadits Keutamaan Hari Jum’at mengumpulkan empat puluh hadis yang secara khusus membahas kemuliaan hari ini, mulai dari keutamaan mandi Jumat, bersegera ke masjid, hingga waktu mustajab untuk berdoa.
Advertisement
Dalam konteks pendidikan, program Jumat Mubarak telah diimplementasikan di berbagai institusi. Program ini terbukti berkontribusi signifikan dalam meningkatkan akhlak peserta didik, seperti menghormati guru, menyayangi teman, dan memahami kewajiban ibadah. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang ingin mencetak manusia bertakwa dan berakhlak mulia.
Makna Mendalam Jumat Mubarak
Makna Bahasa dan Istilah
Secara etimologis, Jumat Mubarak (جمعة مبارك) berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata: Jumu’ah (جمعة) yang berarti “hari berkumpul” karena pada hari ini umat Islam berkumpul untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah, dan Mubarak (مبارك) yang berarti “yang diberkahi” atau “penuh berkah”.
Menurut Kamus Al-Munawwir, kata “berkah” dalam bahasa Arab adalah barokah (البركة) yang artinya nikmat. Secara istilah, berkah (barokah) dimaknai sebagai ziyadatul khair—bertambahnya kebaikan. Dengan demikian, Jumat Mubarak secara utuh berarti “hari Jumat yang penuh dengan kebaikan dan keberkahan”, hari yang istimewa yang dapat mendatangkan dan menambah kebaikan dalam kehidupan.
Kata mubarak juga ditemukan dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Mu’minun ayat 29: “Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi (mubarak), dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat”. Ayat ini menunjukkan bahwa keberkahan (mubarak) adalah karunia Allah yang dilimpahkan kepada hamba-Nya.
Tulisan Arab dan Latin
Penulisan Jumat Mubarak yang benar dalam bahasa Arab adalah:
جمعة مبارك
Latin: Jumu’ah Mubārak
Artinya: “Jumat yang diberkahi”
Adapun kata “berkah” itu sendiri ditulis:
بركة (barokah) yang berarti “berkah” atau “nikmat”.
Kedudukan Hari Jumat dalam Islam
Hari Jumat memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam syariat Islam. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:
“Penghulu hari (sayyidul ayyam) adalah hari Jumat, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari raya Fitri dan Adha. Pada hari Jumat itu terdapat lima kejadian: Allah menciptakan Adam, Allah menurunkan Adam ke dunia, Allah mewafatkan Adam, hari Jumat adalah saat yang tidaklah seseorang memohon kepada Allah melainkan pasti dikabulkan selama ia tidak meminta barang yang haram, dan pada hari itu akan terjadi kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan melainkan semuanya mencintai hari Jumat.”
Imam An-Nawawi dalam Syarah Nawawi ‘ala Muslim juga menegaskan bahwa julukan sayyidul ayyam disematkan karena keutamaan hari Jumat yang melampaui hari-hari lainnya. Bahkan dalam kitab 40 Hadits Keutamaan Hari Jum’at karya Ahmad An-Nu’aimi, disebutkan bahwa hari Jumat adalah hari terbaik di sisi Allah, hari di mana Adam diciptakan, dan hari di mana kiamat akan terjadi.
Keistimewaan dan Keberkahan Hari Jumat
1. Hari Jumat sebagai Hari Raya Umat Islam
Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, ini adalah hari raya yang Allah jadikan bagi umat Islam. Maka siapa yang mendatangi Jumat, hendaklah ia mandi.” (HR. Ibnu Majah)
Dalam riwayat lain, beliau bersabda: “Sesungguhnya hari Jumat adalah ied (hari raya), maka jangan jadikan hari raya kalian untuk berpuasa, kecuali jika kalian puasa sebelum dan sesudahnya.” (HR. Ahmad)
Penetapan Jumat sebagai hari raya pekanan menunjukkan bahwa hari ini adalah hari kegembiraan, kebersamaan, dan perayaan spiritual bagi umat Islam. Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan bahwa hari Jumat adalah hari raya yang berulang setiap minggu, sehingga umat Islam dianjurkan untuk menyambutnya dengan suka cita dan memperbanyak ibadah.
2. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Salah satu keistimewaan terbesar hari Jumat adalah adanya satu waktu di mana doa mustajab (dikabulkan). Rasulullah SAW bersabda:
“Di dalamnya (hari Jumat) terdapat suatu saat yang jika seorang hamba Muslim kebetulan mendapatkannya lalu ia meminta sesuatu kepada Allah, niscaya Dia akan memberikannya kepadanya. Dan saat itu adalah saat yang singkat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Para ulama berbeda pendapat tentang penentuan waktu tersebut. Ibnu Al-Muniir dalam Syarh Shahih Al-Bukhari berkata: “Faedah dari disamarkannya saat ini dan Lailatul Qodr adalah untuk mendorong orang yang berdoa agar memperbanyak salat dan doa. Kalau saja dijelaskan, niscaya orang-orang akan bersandar pada waktu itu saja dan meninggalkan waktu-waktu selainnya.”
3. Hari Pengampunan Dosa
Rasulullah SAW juga menjanjikan ampunan bagi siapa yang menyempurnakan ibadahnya pada hari Jumat. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda:
“Siapa yang berwudhu pada hari Jumat lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian ia mendatangi Jumat itu, lalu ia mendengarkan dan diam, niscaya diampuni baginya dosa-dosa di antara ia dan Jumat berikutnya.” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “di antara dua Jumat” adalah dari salat Jumat dan khutbahnya hingga waktu yang sama pada Jumat berikutnya. Ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah yang dilimpahkan pada hari yang penuh berkah ini.
Amalan-Amalan Jumat Mubarak
Berikut adalah amalan-amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari Jumat, berdasarkan hadis-hadis shahih dan kitab-kitab ulama:
1. Mandi Jumat (Ghusl)
Mandi Jumat adalah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan. Mayoritas ulama berpendapat bahwa mandi Jumat adalah sunnah, bukan wajib, namun keutamaannya sangat besar.
2. Memakai Wewangian dan Pakaian Terbaik
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memakai wewangian dan pakaian terbaik pada hari Jumat. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, beliau bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi (salat) Jumat, maka hendaklah mandi, kalau mempunyai wewangian hendaknya dia pakai dan pergunakan siwak.”
3. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi SAW
Dalam kitab 40 Hadits Keutamaan Hari Jum’at, Ahmad An-Nu’aimi mengumpulkan beberapa hadis tentang keutamaan shalawat pada hari Jumat, di antaranya hadis yang menganjurkan memperbanyak shalawat pada malam dan hari Jumat karena shalawat umat diperlihatkan kepada Nabi SAW.
4. Membaca Surah Al-Kahfi
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya akan memancar baginya cahaya dari bawah kedua kakinya sampai ke langit, menyinari baginya hingga Hari Kiamat. Dan diampuni baginya dosa-dosa di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
5. Bersegera ke Masjid dan Mendengarkan Khutbah
Allah SWT berfirman: “Apabila diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah” (QS. Al-Jumu’ah: 9). Rasulullah SAW juga bersabda tentang keutamaan bersegera ke masjid, di mana pahala orang yang datang lebih awal dianalogikan seperti mempersembahkan unta, sapi, kambing, ayam, hingga telur.
6. Memperbanyak Doa
Hari Jumat memiliki waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: “Di dalamnya terdapat suatu saat yang jika seorang hamba Muslim kebetulan mendapatkannya lalu ia meminta sesuatu kepada Allah, niscaya Dia akan memberikannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
7. Bersedekah
Sedekah pada hari Jumat dilipatgandakan pahalanya. Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Shodaqoh pada hari Jumat dilipatgandakan melebihi hari-hari lainnya.”
8. Membaca Istighfar di Pagi Hari
Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca sebelum Salat Subuh pada hari Jumat: Astaghfirullāhalladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūmu wa atūbu ilaih (Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada ilah yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya), Allah akan mengampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Ibnu As-Sunni)
Doa ini dianjurkan dibaca pada pagi hari Jumat sebelum salat Subuh untuk meraih ampunan Allah.
Pertanyaan Seputar Jumat Mubarak
1. Apa arti Jumat Mubarak?
Jumat Mubarak (جمعة مبارك) artinya “Jumat yang diberkahi” atau “Jumat penuh berkah”. Kata Mubarak berasal dari bahasa Arab yang berarti “yang diberkahi” atau “penuh kebaikan”. Secara istilah, berkah (barokah) berarti ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan.
2. Apakah Jumat Mubarak sama dengan Jumat Berkah?
Ya, keduanya memiliki makna yang sama. Jumat Mubarak dan Jumat Berkah adalah dua istilah yang merujuk pada hari Jumat yang penuh dengan keberkahan dan kebaikan. Perbedaannya hanya pada bahasa yang digunakan—Mubarak berasal dari bahasa Arab, sedangkan “Berkah” adalah padanan dalam bahasa Indonesia.
3. Apa saja amalan yang dianjurkan pada hari Jumat?
Amalan yang dianjurkan pada hari Jumat antara lain: mandi Jumat, memakai wewangian dan pakaian terbaik, memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW, membaca Surah Al-Kahfi, bersegera ke masjid dan mendengarkan khutbah, memperbanyak doa di waktu mustajab, bersedekah, serta membaca istighfar di pagi hari.
4. Mengapa hari Jumat disebut sayyidul ayyam?
Hari Jumat disebut sayyidul ayyam (penghulu segala hari) karena memiliki banyak keistimewaan. Pada hari Jumat, Allah menciptakan Nabi Adam, menurunkannya ke bumi, dan mewafatkannya. Di dalamnya terdapat waktu mustajab untuk berdoa, dan pada hari itu pula kiamat akan terjadi. Rasulullah SAW bersabda bahwa hari Jumat adalah hari paling agung di sisi Allah, bahkan lebih agung daripada hari raya Fitri dan Adha.
5. Bagaimana tulisan Arab Jumat Mubarak yang benar?
Tulisan Arab Jumat Mubarak yang benar adalah جمعة مبارك (dibaca: Jumu’ah Mubārak). Adapun kata “berkah” dalam bahasa Arab ditulis بركة (barokah) yang berarti “berkah” atau “nikmat”.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335299/original/088943500_1787960775-IMG-20260829-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334637/original/066041100_1787891041-_pagelaransabangmerauke_mengingatkan_saya_bahwa_Indonesia_sudah_berjalan_begitu_jauh_untuk_menya.jpg)