Liputan6.com, Jakarta - Membaca Surat Yasin merupakan salah satu amalan yang telah menjadi tradisi di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia. Oleh sebab itu, umat Islam perlu memahami niat membaca yasin untuk orang yang sudah meninggal supaya membedakan antara sekadar membaca biasa untuk diri sendiri dengan dengan ibadah yang bernilai pahala dan sampai kepada ahli kubur.
Landasan bacaan Yasin untuk orang meninggal berdasar hadis, "Bacalah surat Yasin untuk orang-orang yang sudah meninggal di antara kalian" (HR Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah). Hadits ini juga diriwayatkan dari Ma'qil bin Yasar al-Muzani RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah surat Yasin di samping saudaramu yang sedang sekarat".
Menurut jumhur ulama doa yang dibacakan oleh seseorang dengan niat pahalanya dihadiahkan akan sampai pada si mayit. Dalam buku Tradisi Amaliyah Warga NU karya Sutejo Ibnu Pakar, dijelaskan bahwa bacaan Yasin dan tahlil merupakan rangkaian amalan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.
Advertisement
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan niat membaca Yasin untuk orang yang sudah meninggal, lengkap dengan tata cara dan urutannya.
Niat Membaca Yasin untuk Orang Meninggal
Niat adalah perkara yang sangat penting dalam setiap ibadah. Untuk membaca Yasin bagi orang yang sudah meninggal, niat cukup diucapkan dalam hati. Tidak ada lafaz niat khusus yang harus dilafalkan. Yang terpenting adalah menghadirkan kesungguhan dan keikhlasan karena Allah SWT semata, serta berniat untuk menghadiahkan pahala bacaan kepada almarhum/almarhumah yang dituju.
Secara umum, niatnya adalah: "Saya berniat membaca Surat Yasin dan menghadiahkan pahalanya kepada (sebutkan nama) karena Allah Ta'ala."
Niat ini cukup dalam hati, tidak perlu dilafalkan secara khusus. Yang terpenting adalah kesungguhan dan keikhlasan karena Allah SWT, serta keyakinan bahwa pahala bacaan akan sampai kepada mayit yang didoakan.
Tata Cara Membaca Yasin untuk Orang Meninggal
1. Bersuci (Berwudhu)
Sebelum memulai rangkaian bacaan, dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu untuk menghilangkan hadats dan membersihkan diri. Kesucian lahir dan batin menjadi bagian dari adab dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Membaca Istighfar (3 Kali)
Arab: اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ (3x)
Latin: Astaghfirullāhal-'adhīm (3x)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."
3. Tawasul dan Pengantar Al-Fatihah
Sebelum membaca Surat Yasin, dianjurkan untuk membaca tawasul terlebih dahulu, yakni menghadiahkan Surat Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, para wali, dan ahli kubur.
a. Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Ilā hadratin-nabiyyi shallallāhu 'alaihi wasallama wa ālihi wa shahbihi syai'un lillāhi lahumul fātihah.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
Kemudian membaca surat Al-Fatihah:
Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ
Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn. Arrahmānirrahīm. Māliki yaumiddīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinash-shirāthal mustaqīm. Shirāthal ladzīna an'amta 'alaihim ghairil maghdhūbi 'alaihim waladh-dhāllīn. Āmīn.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami."
b. Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, Wali, dan Orang Saleh
Arab: ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ
Latin: Tsumma ilā hadrati ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-malā'ikatil-muqarrabīn.
Artinya: "Kemudian kepada saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua malaikat yang didekatkan (kepada Allah)."
Kemudian membaca surat Al-Fatihah
c. Tawasul kepada Semua Ahli Kubur
Arab: ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا
Latin: Tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā.
Artinya: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut."
Kemudian membaca surat Al-Fatihah
d. Tawasul Khusus kepada Orang yang Dituju
Arab: وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)
Latin: Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama)
Artinya: "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)."
Kemudian ditutup dengan:
Arab: شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Syai'un lillāhi lahumul fātihah
Artinya: "Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
Kemudian membaca surat Al-Fatihah
3. Membaca Surat Yasin (Ayat 1-83)
Setelah tawasul dan Al-Fatihah, barulah membaca Surat Yasin secara lengkap 83 ayat. Berikut adalah beberapa ayat awal Surat Yasin:
Arab: يٰسۤ ۚ وَالۡقُرۡاٰنِ الۡحَكِيۡمِ ۚ إِنَّكَ لَمِنَ الۡمُرۡسَلِيۡنَ ۙ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍ ۚ تَنۡزِيۡلَ الۡعَزِيۡزِ الرَّحِيۡمِ ۙ لِتُنۡذِرَ قَوۡمًا مَّاۤ اُنۡذِرَ اٰبَاۤؤُهُمۡ فَهُمۡ غٰفِلُوۡنَ....
Latin: Yā Sīn. Wal-qur'ānil-ḥakīm. Innaka laminal-mursalīn. 'Alā ṣirāṭim mustaqīm. Tanzīlal-'azīzir-raḥīm. Litundzira qaumam mā undzira ābā'uhum fahum ghāfilūn.....
Artinya: "Yaa Sin. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah. Sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul. (Berada) di atas jalan yang lurus. (Sebagai) wahyu dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai......” (QS. Yasin: 1-6)
4. Membaca Doa Setelah Yasin
Setelah selesai membaca Surat Yasin, dilanjutkan dengan membaca doa penutup. Berikut adalah doa setelah membaca Yasin yang dinukil dari buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur'an karya Amirulloh Syarbini dan kitab Majmu Syarif Kamil:
Arab: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اَللّٰهُمَّ اِنّٓا نَسْتَحْفِظُكَ وَ نَسْتَوْدِعُكَ اَدْيَانَنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَهْلَنَا وَاَوْلَادَنَا وَاَمْوَالَنَا وَكُلِّ شَيْءٍ اَعْطَيْتَنَا.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِن كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيدٍ وَذِى عَيْنٍ وَذِى بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى شَرٍّ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
اَللّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ وَحَقِّقنَا بِالتَّقْوٰى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَاَعِذْناَ مِنْ مُوجِبَاتِ النَّدَامَةِ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِاَوْلَادِنَا وَمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا ِفِى الدِّينِ وَلِاَصْحَابِنَا وَاَحْبَابِنَا وَلِمَنْ اَحَبَّنَا فِيكَ وَلِمَنْ اَحْسَنَ اِلَيْنَا وَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ العَالَمِيْنَ.
وَصَلِّ اَللّٰهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.
وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ وَظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin: A'ūdzubillāhi minasy-syaithānir-rajīm. Bismillāhirrahmānirrahīm.
Allāhumma innā nastahfidzhuka wa nastaudi'uka dīnana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai'in a'thaitanaa.
Allāhummaj'alnā wa iyyāhum fī kanafika wa amānika wa jiwaarika wa 'iyādzika min kulli syaithānin marīdin wa jabbārin 'anīdin wa dzī 'ainin wa dzī baghyin wa min syarri kulli dzī syarrin innaka 'alā kulli syai'in qadīr.
Allāhumma jammilnā bil-'āfiyati was-salāmati wa haqqiqnā bit-taqwā wal-istiqāmah wa a'idznā min mūjibātin-nadāmah innaka samī'ud-du'ā'.
Allāhumma-ghfir lanā wa liwālidīnā wa li-awlādinā wa masyāyikhinā wa li-ikhwāninā fid-dīni wa li-ash-hābinā wa aḥbābinā wa liman aḥabbanā fīka wa liman aḥsana ilaynā wa lil-mu'minīna wal-mu'mināti wal-muslimīna wal-muslimāti yā rabbal-'ālamīn.
Wa shalli allāhumma 'alā 'abdika wa rasūlika sayyidinā wa maulānā muhammadin wa 'alā ālihi wa shahbihi wa sallim.
Warzuqnā kamāla al-mutāba'ati lahū wa zāhiran wa bāṭinan fī 'āfiyatin wa salāmatin birahmatika yā arḥamar-rāḥimīn.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon penjagaan-Mu dan menitipkan kepada-Mu agama-agama kami, diri-diri kami, keluarga-keluarga kami, anak-anak kami, harta-harta kami, dan segala sesuatu yang telah Engkau berikan kepada kami.
Ya Allah, jadikanlah kami dan mereka semua dalam lindungan-Mu, keamanan-Mu, perlindungan-Mu, dan naungan-Mu dari setiap setan yang durhaka, penguasa yang ingkar, orang yang hasad (iri hati), orang yang melampaui batas, dan dari kejahatan setiap orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Ya Allah, hiasilah kami dengan kesehatan dan keselamatan, wujudkanlah bagi kami ketakwaan dan istiqamah, dan lindungilah kami dari hal-hal yang menyebabkan penyesalan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.
Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara kami seagama, sahabat-sahabat kami, orang-orang yang kami cintai, orang-orang yang mencintai kami karena-Mu, orang-orang yang berbuat baik kepada kami, dan seluruh kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, wahai Tuhan semesta alam.
Dan limpahkanlah shalawat, ya Allah, kepada hamba dan utusan-Mu, junjungan dan pemimpin kami Muhammad, serta kepada keluarganya dan para sahabatnya, dan berilah mereka keselamatan.
Dan berikanlah kepada kami kesempurnaan dalam mengikuti beliau, secara lahir dan batin, dalam keadaan sehat dan selamat, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang."
Hikmah Membaca Yasin untuk Orang yang Sudah Meninggal
1. Meringankan beban mayit di alam kubur
Membaca Surat Yasin untuk orang yang meninggal dapat mengundang rahmat dan berkah dari Allah SWT. Dalam kitab Al-Mughni, Ibnu Qudamah menuliskan bahwa disunnahkan untuk membaca Al-Qur'an di kuburan dan dihibahkan kepada orang yang sudah meninggal pahalanya. Dosa yang diringankan dan pahala yang didapatkan adalah dua kedahsyatan pembacaan surat Yasin bagi orang yang sudah meninggal.
2. Mengamalkan perintah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW secara tegas memerintahkan umatnya untuk membacakan Surat Yasin bagi orang yang meninggal. Tradisi ini juga dilakukan oleh para sahabat dan tabiin, sehingga menjadi amalan yang memiliki dasar syariat yang kuat.
3. Mendapatkan pahala yang besar bagi pembaca
Surat Yasin adalah jantungnya Al-Qur'an. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca Surat Yasin, maka Allah akan mencatat baginya seperti membaca Al-Qur'an sepuluh kali.
4. Memberikan ketenangan bagi yang ditinggalkan
Bagi keluarga yang ditinggalkan, membaca Yasin untuk orang yang telah meninggal menjadi sarana untuk mendoakan dan mengenang kebaikan almarhum, sekaligus menguatkan keimanan dan kesabaran dalam menghadapi ujian kehilangan.
5. Mengingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat
Amalan membaca Yasin untuk mayit menjadi pengingat bagi yang masih hidup bahwa kematian adalah kepastian yang akan datang, sehingga mendorong untuk mempersiapkan bekal amal saleh.
Pertanyaan Seputar Membaca Yasin Untuk Orang Meninggal
1. Bagaimana niat membaca Yasin untuk orang yang sudah meninggal?
Niat membaca Yasin untuk orang yang sudah meninggal cukup diucapkan dalam hati, tidak perlu dilafalkan secara khusus. Yang terpenting adalah menghadirkan kesungguhan dan keikhlasan karena Allah SWT, serta berniat untuk menghadiahkan pahala bacaan kepada almarhum/almarhumah yang dituju.
2. Apakah pahala bacaan Yasin sampai kepada orang yang sudah meninggal?
Menurut kesepakatan para ulama, doa dan pahala bacaan Al-Qur'an yang dibacakan dengan niat pahalanya dihadiahkan akan sampai pada si mayit. Hal ini sejalan dengan pendapat ulama Maliki, Hanafi, dan Hanbali. Tradisi ini juga dilakukan oleh para sahabat dan tabiin.
3. Bagaimana urutan membaca Yasin untuk orang meninggal yang benar?
Urutan yang benar adalah: (1) Berwudhu, (2) Membaca istighfar 3 kali, (3) Tawasul dan pengantar Al-Fatihah (kepada Nabi Muhammad SAW, para nabi dan wali, semua ahli kubur, dan khusus kepada orang yang dituju), (4) Membaca Surat Al-Fatihah, (5) Membaca Surat Yasin lengkap 83 ayat, (6) Membaca doa setelah Yasin.
4. Bolehkah membaca Yasin di kuburan untuk orang yang sudah meninggal?
Ya, boleh. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah surat Yasin di samping saudaramu yang sedang sekarat" (HR Nasa'i). Hadits ini juga berlaku bagi yang masih hidup untuk membacakan Yasin untuk yang sudah meninggal. Surat Yasin pada dasarnya dapat dibaca untuk seseorang setelah meninggal di rumah atau bahkan di makam.
5. Apakah ada doa khusus setelah membaca Yasin untuk orang meninggal?
Ya, terdapat doa yang diajarkan oleh para ulama setelah membaca Yasin untuk orang meninggal. Doa ini dinukil dari buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur'an karya Amirulloh Syarbini dan kitab Majmu Syarif Kamil. Doa tersebut berisi permohonan ampunan, perlindungan, dan kebaikan bagi yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403868/original/053333500_1615977525-quran.jpg)