Kumpulan Doa Pendek untuk Dibaca setelah Menunaikan Sholat, Teks Arab Latin dan Arti

Menunaikan sholat fardhu merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menunaikan sholat fardhu merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim. Saat-saat setelah sholat adalah waktu terbaik memperbanyak dzikir dan memanjatkan doa kepada Allah .

Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring" (QS. An-Nisa: 103). Ayat ini menjadi landasan utama bahwa setelah sholat dianjurkan untuk terus mengingat Allah melalui dzikir dan doa.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa para ulama telah sepakat tentang kesunnahan berdzikir setelah sholat fardhu, dan hal ini merupakan amalan yang ringan namun memiliki ganjaran yang sangat besar.

Rasulullah SAW memberikan tuntunan lengkap tentang amalan yang sebaiknya dilakukan setelah menunaikan sholat, mulai dari istighfar hingga doa-doa pendek. Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa setelah menunaikan sholat fardhu, terdapat rangkaian dzikir dan doa yang diajarkan langsung oleh Nabi. Rangkaian dzikir dan doa ini merupakan sarana penyempurna ibadah, penghapus dosa, dan pembuka pintu rezeki.

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim juga merinci urutan dzikir dan doa yang shahih dari Nabi, mulai dari istighfar tiga kali, membaca Allahumma Antas Salam, tasbih, tahmid, takbir, hingga doa-doa pendek yang penuh keberkahan.

Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah kumpulan doa pendek untuk dibaca setelah menunaikan sholat, tata cara serta keutamaannya.

Kumpulan Doa Pendek untuk Dibaca Setelah Menunaikan Sholat: Arab, Latin, dan Artinya

1. Istighfar 3 Kali

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْم

Latin: Astaghfirullaahal-'azhiim (3x)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung." (3x)

Diriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah apabila selesai shalat, beliau beristighfar tiga kali. Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, istighfar ini dibaca sebagai pembuka dzikir setelah sholat, sebagai bentuk pengakuan atas kekurangan dan kekhilafan yang mungkin terjadi selama sholat.

2. Doa Keselamatan: Allahumma Antas Salam

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin: Allaahumma antas-salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam

Artinya: "Ya Allah, Engkau-lah As-Salam (sumber keselamatan), dan dari-Mu lah keselamatan, Mahasuci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Tsauban radhiyallahu 'anhu. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, doa ini disebutkan sebagai doa yang selalu dibaca Nabi setelah istighfar, dan mengandung pujian kepada Allah sebagai sumber segala keselamatan serta permohonan keberkahan.

3. Kalimat Tauhid dan Doa Warid

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir. Allaahumma laa maani'a limaa a'thoita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jadd

Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (adzab)-Mu."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu'bah. Dalam Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi setelah sholat, dan mencakup tauhid, pengakuan atas kekuasaan Allah, serta kepasrahan total kepada-Nya.

4. Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Arab: سُبْحَانَ اللهِ (33x) الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x) اللهُ أَكْبَرُ (33x)

Latin: Subhaanallaah (33x) Alhamdulillaah (33x) Allaahu Akbar (33x)

Artinya: "Maha Suci Allah" (33x) "Segala puji bagi Allah" (33x) "Allah Maha Besar" (33x)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa bertasbih setelah shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, hingga jumlahnya menjadi 99, kemudian menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah...' maka dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim).

Dalam kitab Ihya' Ulum al-Din, Imam Al-Ghazali memasukkan bahasan khusus tentang dzikir ini dan menegaskan keutamaannya yang sangat besar.

5. Doa Tahlil Penutup

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir

Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan merupakan penutup dari rangkaian tasbih, tahmid, dan takbir. Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa membaca tahlil ini setelah dzikir 33x akan menyempurnakan jumlah menjadi 100 dan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.

6. Ayat Kursi

Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa'u 'indahụ illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS. Al-Baqarah: 255)

Diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa membaca ayat kursi pada setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali ia (tidak) mati" (HR. An-Nasa'i, dishahihkan oleh Al-Albani).

7. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku pernah diperintahkan oleh Rasulullah untuk membaca surah-surah mu'awwidzat pada setiap selesai shalat fardhu" (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani).

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa ketiga surah ini adalah perlindungan yang paling kuat dari segala keburukan.

8. Doa Memohon Pertolongan untuk Dzikir dan Syukur

Arab: اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Latin: Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik

Artinya: "Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik."

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i dari Muadz bin Jabal radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah pernah memegang tangannya dan bersabda: "Wahai Muadz, demi Allah aku mencintaimu. Aku wasiatkan kepadamu, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan doa ini".

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebut sebagai doa yang paling komprehensif karena mencakup tiga pilar utama ibadah: dzikir, syukur, dan ibadah yang baik.

9. Doa Memohon Perlindungan dari Kekufuran dan Kefakiran

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri wa 'adzaabil qabri

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, kefakiran, dan azab kubur."

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i. Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, doa ini disebutkan sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat, karena mencakup perlindungan dari tiga hal yang sangat berbahaya bagi seorang hamba.

10. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi . Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini menghimpun semua kebaikan dunia dan akhirat.

11. Doa Memohon Ampunan dan Rahmat

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Latin: Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfir lii maghfiratan min 'indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Doa Memohon Keselamatan Lahir dan Batin

Arab: اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَدَنِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي سَمْعِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allaahumma 'aafinii fii badanii, Allaahumma 'aafinii fii sam'ii, Allaahumma 'aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta

Artinya: "Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada tuhan melainkan Engkau."

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi untuk memohon kesehatan lahir dan batin.

Adab dan Tata Cara Doa setelah Sholat Fardhu

Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan:

Menghadap kiblat. Berdasarkan hadits tentang wuquf di Arafah, Rasulullah menghadap kiblat ketika berdoa.

Membaca hamdalah, istighfar, dan shalawat sebelum berdoa. Sebagaimana sabda Nabi kepada seorang sahabat yang berdoa terburu-buru: "Jika engkau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah, lalu bacalah shalawat kepadaku, kemudian barulah berdoa."

Berdoa dengan suara lembut dan rasa takut. Allah berfirman: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).

Yakin akan dipenuhi. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku."

Duduk tenang dan tidak terburu-buru. Sebaiknya tetap duduk di tempat sholat hingga dzikir dan doa selesai, karena pada waktu ini doa seorang hamba mudah terkabul.

Keutamaan Doa dan Dzikir Setelah Menunaikan Sholat

1. Diampuni Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa bertasbih setelah shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, hingga jumlahnya menjadi 99, kemudian menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah...' maka dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim).

2. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Jiwa

Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

3. Doa yang Mustajab

Rasulullah bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang didengar oleh Allah (HR. Tirmidzi, hasan shahih).

4. Mendapatkan Perlindungan dan Ampunan

Membaca Ayat Kursi setelah sholat fardhu menjadikan seseorang tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas juga memberikan perlindungan dari segala keburukan.

5. Dicintai oleh Allah

Rasulullah menjelaskan bahwa di antara fadhilahnya berdoa adalah Allah akan mencintai orang yang berdoa dan menjadikannya dekat dengan-Nya.

6. Mendapatkan Rahmat, Ridha, dan Petunjuk

Orang yang berdoa setelah sholat akan mendapatkan ampunan, rahmat, ridha serta petunjuk dari Allah .

7. Menyempurnakan Ibadah Sholat

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa dzikir dan doa setelah sholat berfungsi sebagai penyempurna ibadah, menutupi kekurangan yang mungkin terjadi selama sholat, serta menjadi bukti ketaatan kepada Allah.

8. Mendapatkan Pahala yang Besar dengan Amalan Ringan

Dzikir dan doa setelah sholat adalah amalan yang ringan dilakukan, namun ganjaran yang diberikan sangatlah besar. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang mau meluangkan waktu sejenak setelah sholat untuk berdzikir dan berdoa.

9. Menjaga Ketenangan dan Kestabilan Emosi

Dr. MS. Udin menjelaskan bahwa dzikir mampu mengendalikan stres sehingga produksi hormon menjadi seimbang dan meminimalisasi terjadinya gangguan penyakit. Dengan berdzikir secara teratur, seseorang akan memiliki ketenangan batin yang berdampak pada kesehatan fisik dan mentalnya.

10. Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan

Dalam kitab Hisnul Muslim, disebutkan bahwa dzikir dan doa setelah sholat dapat membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan dalam hidup, karena Allah menjanjikan balasan yang berlipat bagi orang yang senantiasa mengingat-Nya.

 

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Sholat

1. Apa saja doa pendek yang dibaca setelah sholat fardhu?

Doa pendek yang dibaca setelah sholat fardhu antara lain istighfar 3 kali, Allahumma Antas Salam, kalimat tauhid, doa Allaahumma laa maani'a limaa a'thoita, tasbih-tahmid-takbir, Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan doa Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.

2. Kapan waktu yang tepat untuk berdoa setelah sholat?

Waktu yang paling tepat adalah setelah salam dan sebelum beranjak dari tempat sholat, karena pada saat itu doa seorang hamba mudah dikabulkan. Rasulullah bersabda bahwa doa setelah sholat fardhu adalah salah satu doa yang mustajab.

3. Apakah harus membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali?

Ya, dianjurkan untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, kemudian disempurnakan menjadi 100 dengan membaca tahlil penutup. Amalan ini memiliki keutamaan besar, yaitu diampuninya dosa-dosa meskipun sebanyak buih di lautan.

4. Apa keutamaan membaca Ayat Kursi setelah sholat?

Diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa membaca ayat kursi pada setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali ia (tidak) mati" (HR. An-Nasa'i).

5. Apakah doa setelah sholat harus dibaca dengan suara keras?

Tidak, doa setelah sholat dianjurkan untuk dibaca dengan suara yang lembut dan penuh rasa takut serta harap, sebagaimana firman Allah: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).