Bacaan Dzikir Petang sebelum Magrib Arab Latin dan Terjemahan, Lengkap Doanya

Secara khusus Allah SWT memerintahkan dzikir di waktu ini, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Waktu petang, tepatnya setelah menunaikan shalat Ashar hingga sebelum matahari terbenam, merupakan salah satu momen paling istimewa dalam keseharian seorang muslim. Secara khusus Allah SWT memerintahkan dzikir di waktu ini, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an.

"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang" (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Mengingat keistimewaannya, umat Islam perlu memahami bacaan dzikir petang sebelum Magrib Arab Latin dan terjemahan. Dalam kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, dijelaskan bahwa dzikir pagi dan petang berfungsi sebagai perlindungan dari gangguan setan, bahaya dunia, hingga kecemasan batin.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib juga menegaskan bahwa dzikir ibarat makanan pokok bagi hati dan ruh; apabila seorang hamba gersang dari siraman dzikir, maka hati dan ruhnya akan menjadi lemah dan sakit.

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menyoroti bahwa dzikir dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa merupakan terapi psikiatrik, setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa. Mengamalkan dzikir petang menjadi rutinitas mulia sekaligus untuk memenuhi kebutuhan rohani yang membawa dampak nyata bagi kesehatan jiwa dan raga.

Merujuk berbagai sumber, berikut ini bacaan dzikir petang secara lengkap, disertai tata cara, keutamaan, serta penjelasan dari para ulama berdasarkan dalil-dalil yang shahih.

Bacaan Dzikir Petang Sebelum Maghrib: Arab, Latin, dan Terjemahan

Berikut ini adalah urutan bacaan dzikir petang yang disusun berdasarkan kitab Hisnul Muslim dan Dzikir Pagi & Petang karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani serta buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih.

1. Ta'awudz

Arab: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin: A'uudzubillaahi minasy-syaithaanir rajiim

Terjemahan: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."

Ta'awudz merupakan pembuka yang disunnahkan sebelum membaca Al-Qur'an dan dzikir-dzikir lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah, "Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk" (QS. An-Nahl: 98).

2. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) — 1x

Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa'u 'indahụ illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Terjemahan: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS. Al-Baqarah: 255)

Dalam kitab Hisnul Muslim, disebutkan bahwa siapa yang membacanya pada waktu petang, ia dipelihara dari gangguan jin hingga pagi hari.

3. Surah Al-Ikhlas (1-4) — 3x

Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝١ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝٣ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ۝٤

Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yụlad. Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad.

Terjemahan: "Katakanlah (Muhammad): 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah yang menjadi tumpuan segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.'" (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

4. Surah Al-Falaq (1-5) — 3x

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝١ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝٢ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝٣ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝٤ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۝٥

Latin: Qul a'ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Terjemahan: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (wanita-wanita) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang dengki bila ia dengki.'" (QS. Al-Falaq: 1-5)

5. Surah An-Nas (1-6) — 3x

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝١ مَلِكِ النَّاسِ ۝٢ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝٣ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝٤ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۝٦

Latin: Qul a'ụżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Terjemahan: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'" (QS. An-Nas: 1-6)

Ketiga surah ini dikenal sebagai Al-Mu'awwidzatain (surah-surah perlindungan). Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas tiga kali pada waktu pagi dan petang, maka itu cukup baginya sebagai pelindung dari segala perkara".

6. Doa Memasuki Waktu Petang — 1x

Arab: أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Latin: Amsaynaa wa amsal mulku lillah, walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Rabbi as-aluka khaira maa fii haadzihil lailah wa khaira maa ba'dahaa, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzihil lailah wa syarri maa ba'dahaa. Rabbi a'uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Rabbi a'uudzu bika min 'adzaabin fin naari wa 'adzaabin fil qabri.

Terjemahan: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur."

7. Doa Sayyidul Istighfar — 1x

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzanbii. Faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Terjemahan: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di waktu petang dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada malam itu, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari).

8. Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan — 1x

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Latin: Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'aafiyata fid dunyaa wal aakhirah. Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'aafiyata fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii. Allahummastur 'auraatii wa aamin rau'aati. Allahummahfazhnii min baini yadayya wa min khalfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fauqii, wa a'uudzu bi 'azhamatika an ughtaala min tahtii.

Terjemahan: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku."

9. Doa Perlindungan dari Keburukan Diri dan Setan — 1x

Arab: اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Latin: Allahumma 'aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A'udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa 'alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

Terjemahan: "Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim."

10. Doa dengan Nama Allah yang Teragung — 3x

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.

Terjemahan: "Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya tiga kali pada waktu pagi dan tiga kali pada waktu petang, tidak akan ada sesuatu pun yang membahayakannya" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

11. Doa Ridha kepada Allah, Islam, dan Nabi Muhammad — 3x

Arab: رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Latin: Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama nabiyyaa.

Terjemahan: "Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad SAW sebagai nabi."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya tiga kali pada waktu pagi dan petang, maka Allah akan benar-benar ridha kepadanya di hari kiamat nanti" (HR. Ahmad).

12. Doa Memohon Ampunan dan Kesehatan — 1x

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ

Latin: Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'aafiyata fid dunyaa wal aakhirah. Allahummastur 'auraatii wa aamin rau'aati.

Terjemahan: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, tutupilah auratku dan tentramkanlah aku dari rasa takut."

13. Doa dengan Kalimat Tauhid — 100x

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.

Terjemahan: "Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya sepuluh kali pada waktu pagi, maka dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapuskan baginya seratus kesalahan, dan ia akan dilindungi dari setan hingga sore hari" (HR. Bukhari dan Muslim).

14. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat — 1x

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan.

Terjemahan: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah)

15. Doa Memohon Ampunan — 100x

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullaaha wa atuubu ilaih.

Terjemahan: "Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya." (HR. Bukhari dan Muslim)

16. Shalawat kepada Nabi — 10x

Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammad.

Terjemahan: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia mendapat syafaatku pada hari Kiamat" (HR. At-Thabrani).

17. Doa Penutup

Arab: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Latin: Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Terjemahan: "Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu." (HR. At-Tirmidzi)

Tata Cara dan Waktu Dzikir Petang Sebelum Maghrib

Waktu Pelaksanaan

Waktu yang paling utama untuk membaca dzikir petang adalah setelah shalat Ashar hingga sebelum matahari terbenam (Maghrib). Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa waktu petang yang dimaksud dalam hadits-hadits dzikir adalah antara setelah Ashar dan sebelum matahari terbenam.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 42 dan QS. Thaha ayat 130 yang memerintahkan untuk bertasbih sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.

Syaikh Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulum al-Din membagi waktu dzikir menjadi enam bagian, dan salah satunya adalah dari waktu Ashar hingga Maghrib. Apabila seseorang melewatkan waktu tersebut karena udzur tertentu, ia masih dapat membaca dzikir petang setelah Maghrib, meskipun pahala keutamaan waktu utamanya telah hilang.

Adab dan Tata Cara

Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari yang diterbitkan Kementerian Agama RI, terdapat beberapa tata cara berdoa dan berdzikir yang perlu diperhatikan, di antaranya: menghadap kiblat, membaca hamdalah, istighfar, dan shalawat sebelum berdoa, berdoa dengan suara lembut dan penuh rasa takut serta harap, serta yakin akan dikabulkan.

Sementara itu, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir dapat dilakukan dengan hati dan lisan, namun yang paling utama adalah dengan hati dan lisan secara bersamaan.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menambahkan bahwa dzikir petang sebaiknya dilakukan dengan khusyuk, menghadirkan hati, dan memahami makna dari setiap bacaan. Beliau juga menganjurkan untuk memvariasikan bacaan-bacaan dzikir agar tidak bosan dan tetap terjaga kekhusyukannya.

Keutamaan Dzikir Petang Sebelum Maghrib 1. Perlindungan dari Gangguan Setan dan Jin

Dzikir petang berfungsi sebagai benteng yang melindungi seorang hamba dari gangguan setan dan jin. Dalam kitab Hisnul Muslim, disebutkan bahwa barang siapa membaca Ayat Kursi pada waktu petang, ia dipelihara dari gangguan jin hingga pagi hari. Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa dzikir adalah "perisai" yang menjaga seseorang dari segala keburukan yang tidak terlihat.

2. Penghapusan Dosa dan Penggugur Kesalahan

Dzikir petang yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dapat menghapus dosa-dosa seorang hamba. Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membaca kalimat tasbih seratus kali pada pagi dan petang, maka akan dihapuskan seluruh kesalahannya, meskipun dosanya itu setara dengan banyaknya buih di lautan" (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain, membaca kalimat tauhid sepuluh kali pada waktu petang akan dihapuskan seratus dosa dan dituliskan seratus kebaikan.

3. Ketenangan Hati dan Kesehatan Jiwa

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa. Dzikir mengandung unsur spiritual yang dapat membangkitkan harapan, rasa percaya diri, dan ketenangan jiwa, yang pada gilirannya meningkatkan kekebalan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan. Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).

4. Perlindungan Menyeluruh bagi Diri, Keluarga, dan Harta

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Nabi SAW tidak pernah meninggalkan doa ini ketika pagi dan petang: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat... Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku" (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani). Doa ini mencakup perlindungan menyeluruh bagi diri, keluarga, dan harta benda.

5. Mendapatkan Pahala Setara Membebaskan Budak

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membaca 'La ilaha illallah wahdahu la syarika lah...' seratus kali dalam sehari, maka ganjarannya sama seperti membebaskan sepuluh orang hamba sahaya" (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain, membaca dzikir pada waktu petang juga mendapatkan pahala setara dengan membebaskan empat budak dari keturunan Nabi Ismail.

6. Memperbaiki Amal dan Meninggikan Derajat

Dalam kitab Dzikir Pagi Petang karya Ustadz Fadli Ramadhan disebutkan bahwa salah satu keutamaan dzikir adalah dapat memperbaiki amal dan meninggikan derajat (HR. Tirmidzi). Dzikir juga menjadikan seseorang tidak sibuk dengan dosa-dosa lisan seperti ghibah, namimah, dan dusta.

7. Mendapatkan Ketenangan dan Kestabilan Emosi

Dzikir petang memberikan efek relaksasi dan ketenangan bagi yang melakukannya. Dr. MS. Udin menjelaskan bahwa dzikir mampu mengendalikan stres sehingga produksi hormon menjadi seimbang dan meminimalisasi terjadinya gangguan penyakit. Dengan berdzikir secara teratur, seseorang akan memiliki ketenangan batin yang berdampak pada kesehatan fisik dan mentalnya.

 

Pertanyaan Seputar Dzikir Petang

1. Kapan waktu terbaik membaca dzikir petang sebelum Maghrib?

Waktu terbaiknya adalah setelah shalat Ashar hingga sebelum matahari terbenam. Imam Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menjelaskan bahwa waktu petang yang dimaksud dalam hadits adalah antara Ashar dan Maghrib.

2. Apa saja bacaan dzikir petang yang wajib dibaca?

Tidak ada yang wajib, karena semua dzikir petang hukumnya sunnah. Namun, yang paling utama adalah Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Sayyidul Istighfar, dan doa memohon keselamatan. Nabi SAW selalu membacanya pada waktu pagi dan petang.

3. Apakah dzikir petang boleh dibaca setelah Maghrib?

Boleh, terutama jika ada udzur. Namun, waktu yang paling utama tetap sebelum Maghrib. Setelah Maghrib, seseorang masih bisa membacanya meskipun keutamaan waktu utamanya telah hilang.

4. Apa keutamaan membaca Sayyidul Istighfar pada waktu petang?

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di waktu petang dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada malam itu, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari).

5. Apakah dzikir petang harus dilakukan berjamaah?

Tidak harus. Dzikir petang dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir bisa dilakukan dengan hati dan lisan, baik sendiri maupun bersama-sama.